10 Restoran Terbaik Dunia di 2016

2016 akan menjadi tahun yang menjanjikan bagi para pemburu kuliner di seluruh dunia. Selain bertambahnya destinasi yang menyediakan ragam menu yang menggiurkan, jenis hidangan pun kian bervariasi.

Bukan tak mungkin tahun ini bizzare food akan masuk dalam daftar makanan idola para pecinta kuliner.

Situs berita CNN merangkum 10 restoran terbaik 2016 yang mungkin bisa Anda selipkan dalam agenda perjalanan Anda tahun ini.

Osteria Oggie (Adelaide, Australia)

Resmi beroperasi pada September 2015, restoran ini populer dengan menu-menu pasta segar. Menu lainnya seperti babat, lidah sapi dan sumsum tulang juga hadir sebagai pilihan favorit di buku menunya. Berlokasi dekat dengan salah satu kawasan penghasil anggur Australia terbaik, McLaren Vale dan Barossa, wine di sini ditawarkan dengan harga terjangkau.

Hidangan pasta di Osteria Oggi - foto: cnn.com
Hidangan pasta di Osteria Oggie – foto: cnn.com

 

Hide Yamamoto (Macau)

Dapurnya dikelola oleh para koki andal dan tempatnya pun bertengger di lokasi populer, Studio City – sebuah kompleks perhotelan mewah yang terintegrasi dengan pusat produksi film dan program televisi. Hide Yamamoto menghidangkan ikan segar setiap hari yang didatangkan langsung dari Tsukji Market, Tokyo. Wagyu tersaji di dalam hidangan robatayaki dan ramen yang diolah dengan teknik memasak para leluhur yang terjaga selama lebih dari 100 tahun.

 

Coya (Dubai)

Diam-diam, masakan Peru kian digandrungi. Dibukanya Restoran Coya di Dubai ini pada 2015, adalah mengikuti kesuksesan gerai sebelumnya di London. Interior Coya didominasi oleh gaya arsitektur suku Inca yang dipadukan dengan gaya urban khas Amerika Latin yang dinamis. Menu ceviche yang terbuat dari berbagai seafood segar menjadi menu andalan bersama menu jantung sapi yang dimasak dengan saus pedas.

Hidangan Peru menjadi andalan di Coya, Dubai - foto: cnn.com
Hidangan Peru menjadi andalan di Coya, Dubai – foto: cnn.com

 

Frenchie (London)

Berawal dari kelakar Jamie Oliver yang memanggil Gregory Marchand dengan nama panggilan “Frenchie” saat mereka bekerja sama dalam mengelola restoran milik Marchand, Fifteen. Nama “Frenchie” ternyata disukai Marchand dan dipilihnya untuk menamai bistro miliknya di Distrik Les Halles. Kini Frenchie yang dirancang dengan gaya bistro klasik ini resmi beroperasi di Covent Garden, London.

Menu ikan asap menjadi salah satu andalan Frenchie - foto: cnn.com
Menu ikan asap menjadi salah satu andalan Frenchie – foto: cnn.com

 

Made Nice (New York)

Reputasi Daniel Humm dan Will Guidara sudah diakui di restoran penyandang bintang tiga Michelin, Eleven Madison Park, New York. Kini mereka sedang menyiapkan gerai terbarunya, Made Nice, yang rencananya akan dibuka pada musim panas 2016. Kabarnya, gerai ini bakal menyajikan menu-menu berbahan dasar sayuran segar dan bahan-bahan berprotein tinggi yang bisa dinikmati dengan harga hanya 15 dolar Amerika per orang.

 

Urban Grill (Accra, Ghana)

Chef Andrew DiCataldo patut diapresiasi berkat usahanya menghadirkan steik ala Nebrasaka di Ghana yang dimasak dengan arang dan menghadirkan paduan rasa khas Amerika Latin. Selain terkenal dengan menu steiknya, Urban Grill juga mencuri perhatian penggemar kuliner dengan paket brunch-nya yang menyajikan ragam pilihan ceviche, daging babi dengan ubi lokal dan ikan goreng berkulit renyah dengan pisang, serta hidangan pencuci mulut.

 

El Informal (Barcelona)

Koki peraih Michelin, Marc Gascons, menjanjikan tamunya perpaduan rasa menu Mediterania dan Catalan di restoran terbarunya yang berlokasi di hotel mewah, The Serras. Gascons meracik menu-menunya dengan memaksimalkan bahan-bahan lokal yang alami, seperti gnocchi dan truffle hitam, serta domba muda panggang yang diolah dengan ramuan minyak infused. Dengan lokasi restoran yang strategis, Anda direkomendasikan untuk memilih kursi di bagian teras yang dianugerahi pemandangan indah.

El Informal mengandalkan masakan berbahan dasar produk lokal - foto: cnn.com
El Informal mengandalkan masakan berbahan dasar produk lokal – foto: cnn.com

 

La Maison 1888 (Danang, Vietnam)

Pierre Gagnaire mengambil alih Restoran La Maison 1888 dari Michel Roux pada 2015 untuk meneruskan tren fine dining yang kian berkembang di Vietnam. Restoran bergaya kemewahan Eropa ini menyajikan hidangan klasik Prancis, seperti oyster Inggris rebus diolah dengan bunga pisang yang diambil dari pasar lokal.

Menggunakan bahan lokal, restoran ini menyajikan hidangan klasik Prancis - foto: cnn.com
Menggunakan bahan lokal, restoran ini menyajikan hidangan klasik Prancis – foto: cnn.com

 

Cozinha Artagao (Rio de Janeiro)

Chef Pedro de Artagao mengantisipasi perhatian publik dunia ke Rio de Janeiro jelang berlangsungnya Olimpiade 2016. Meski harus bersaing dengan banyak restoran terbaik di penjuru kota, Chef Pedro tetap percaya diri dengan menghadirkan menu daging pangganya yang dimasak slow-cooked, pasta gorgonzola, gnocchi dari ubi lokal, dan kue cokelat.

Chef Pedro de Atagao memulai kesuksesan baru dengan menu-menu istimewa di Cozinha Artagao - foto: cnn.com
Chef Pedro de Atagao memulai kesuksesan baru dengan menu-menu istimewa di Cozinha Artagao – foto: cnn.com

 

 Le Bon Saint Pourcain (Paris)

David Lanher membangun restoran bergaya bistro Prancis yang nyaman dengan sajian makanan rumahan, berlokasi di dekat gereja St. Sulpice, Saint Germain de Pres. Sejak dibuka musim panas 2015, restoran ini langsung menjadi perhentian wajib para penikmat kuliner dunia.

Makanan rasa rumahan, racikan David Lanher di Paris - foto: cnn.com
Makanan rasa rumahan, racikan David Lanher di Paris – foto: cnn.com

 

 

sumber: cnn.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s