9 Alasan Wakayama adalah Destinasi Favorit Terkini di Jepang

Kalah populer dari tetangganya, Osaka, Wakayama sebenarnya adalah destinasi tersembunyi di Jepang yang tak kalah menarik untuk disinggahi. Di sinilah awal mula ramen diciptakan, selain adanya festival kuno berusia 1.700 tahun yang masih lestari dan kolam hot-spring alami terbesar.

Berikut adalah 9 hal yang perlu Anda ketahui tentang prefektur yang dijuluki Little Japanese Secret oleh portal CNN ini:

Ide Shoten, tempat yang menyajikan ramen terlezat di Jepang - Foto: cnn.com
Ide Shoten, tempat yang menyajikan ramen terlezat di Jepang – Foto: cnn.com

Tempatnya Ramen Terlezat

Ramen Wakayama terkenal istimewa dengan kuahnya yang dimasak dengan kaldu gurih soy sauce. Warga setempat menyebut ramen ini dengan chuka soba, yang artinya “Mi Tiongkok di Jepang”. Rumah makan Ide Shoten yang khusus menghidangkan ramen di Wakayama pernah meraih penghargaan “Ramen Paling Lezat di Jepang” dalam ajang Japanese Food Show.

Kuroshio-ichiba Market, pasar ikan yang menggelar pertunjukan memotong tuna tiga kali sehari – Foto: cnn.com

Belajar Memotong Tuna

Meski tak sepopuler Tsuji Fish Market di Tokyo, tapi pasar ikan di Wakayama adalah salah satu destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan. Kuroshio-Ichiba Market menampilkan tiga kali dalam sehari pertunjukan memotong tuna, selain pengunjung juga bisa menghampiri Porto Europa, taman hiburan yang terletak di sebelah pasar ikan ini.

Kumano Kodo memiliki tujuh jalur untuk peziarah untuk menuju kuil-kuil suci – Foto: cnn.com

Mengunjungi Kumano Kodo

Tempat yang jadi favorit para pecinta hiking ini memiliki tujuh rute dengan tingkat kesulitan berbeda. Jalur-jalur ini dulunya adalah jalur ziarah yang menuju tiga buah kuil utama, yaitu: Hongu Taisha, Nochi Taisha, dan Hayatama Taisha. Rute termudah untuk hiking di sini adalah dari Tanabe ke Nanchi, di mana sepanjang jalan akan ditandai dengan banyaknya tempat onsen, pemandangan indah, dan deretan restoran yang menyajikan makanan lokal.

Yumomine, satu-satunya tempat onsen di Jepang yang masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO – Foto: cnn.com

Masak Telur di Kolam Onsen

Menyinggahi Yunomine Onsen akan menjadi pengalaman berbeda, karena satu-satunya tempat onsen yang merupakah Situs Warisan Dunia UNESCO ini menawarkan pengunjungnya untuk memasak telur di kolam air panas alami, mirip seperti wisata di Kawah Domas, Tangkuban Perahu. Hanya saja air di sini tak mengandung belerang, jadi tidak berbau dan warga sekitar sering mengambil air di hot spring ini untuk dipakai masak di rumah.

Menonton Nachi Fire Festival

Setiap bulan Juli, warga Wakayama merayakan datangnya dewa air terjun Nachi. Ritual yang sudah berusia 1.700 tahun ini merupakan salah satu upacara paling suci yang ada di Jepang. Berlokasi di Gunung Nachi tempat bersemayamnya kuil Nachi Taisha dan air terjun setinggi 133 meter, festival ini melibatkan 12 pemuda setempat yang membawa 12 obor raksasa seberat 50 kilogram sambil menuruni tangga kuil menuju air terjun.

Hidangan vegetarian selama menginap di kuil - Foto: cnn.com
Hidangan vegetarian selama menginap di kuil – Foto: cnn.com

Hidup Seperti Biarawan

Sedang menjadi tren di kalangan pejalan, Wakayama menawarkan wisatawan untuk tinggal beberapa hari di kuil di kawasan Koyasan yang memiliki 52 kamar untuk ditempati. Tinggal di sini, wisatawan akan mengikuti serangkaian meditasi, mendapatkan layanan kamar dengan gaya khas para biarawan kuil, dan makanan vegetarian selama menginap. Untuk reservasi bisa mengakses ke laman Koyasan.

Tempat onsen di Saki-no-yu, Shirahama, yang berbatasan langsung dengan laut - Foto: cnn.com
Tempat onsen di Saki-no-yu, Shirahama, yang berbatasan langsung dengan laut – Foto: cnn.com

Onsen di Alam Bebas

Wakayama memiliki beberapa tempat onsen alam terbuka yang menarik. Saki-no-yu di Shirama yang berbatasan langsung dengan pesisir Pasifik, Sennin-buro di Kawayu yang memiliki kolam besar bersuhu 73 derajat celcius di alam terbuka, dan di beberapa hotel yang menyediakan tempat onsen alami.

Tama, kucing yang jadi kepala stasiun Kishi. - Foto: Toru Yamanaka / Getty Images
Tama, kucing yang jadi kepala stasiun Kishi. – Foto: Toru Yamanaka / Getty Images

Bertemu Kucing Sang Kepala Stasiun

Stasiun kereta Kishi di Wakayama sempat akan ditutup akibat sepi penumpang dan kekurangan dana untuk perawatan dan pengoperasian. Namun berkat hadirnya Tama, seekor kucing yang lucu, stasiun Kishi pun lolos dari penutupan. Awalnya ide ini muncul setelah kepala stasiun sebelumnya meninggal dunia pada 2015. Pemerintah setempat kemudian punya ide untuk mengangkat Tama – kucing milik sebuah keluarga setempat – untuk jadi kepala stasiun. Keputusan ini ternyata mengundang banyak perhatian dan menghidupkan kembali stasiun sepi ini. Kini, selain stasiun, di Kishi juga terdapat kafe bertema kucing dan tiga kereta wisata, yaitu: Toy Train, Tama Train, dan Strawberry Train.

Rafting dengan batang kayu yang kini jadi favorit wisatawan di Wakayama - Foto: cnn.com
Rafting dengan batang kayu yang kini jadi favorit wisatawan di Wakayama – Foto: cnn.com

Rafting Sambil Berdiri

Mirip seperti bamboo rafting di Loksado, Kalimantan Selatan, Wakayama juga memiliki atraksi serupa, di mana wisatawan akan diajak mengarungi sungai jernih dengan jeram yang cukup deras dengan rakit yang disusun dari batang-batang kayu. Cara rafting seperti ini sebetulnya berasal dari para penebang kayu zaman dulu yang menggunakan kayu-kayunya sebagai sarana transportasi mereka di sungai. Waktu terbaik menikmati rafting ini adalah antara Mei hingga September, di mana pendaftaran sudah dibuka dari April.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s