Berdayakan Warga Sumba, Nihiwatu Raih Penghargaan Hotel Terbaik Dunia

Mengalahkan banyak hotel populer dunia, Nihiwatu berhasil meraih gelar #1 Hotel in the World (Hotel Terbaik Dunia) melalui ajang World Best Awards 2016 versi majalah Travel+Leisure. Tak sekadar sukses dengan layanan sebagai resor mewah, Nihiwatu juga berhasil memadukan kemewahan, petualangan alam, dan kekayaan budaya lokal.

“Nihiwatu bukan hanya soal kemewahan, tapi juga pengalaman untuk melihat langsung kehidupan warga lokal yang harmonis,” jelas James McBride, Managing Partner Nihiwatu, dalam acara penghargaan oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta, Senin (18/7)

Resor yang bertengger di Desa Hobawawi, Sumba Barat, Nusa Tenggara Barat ini menaungi vila dengan tiga kamar berbentuk rumah pohon selain 33 akomodasi vila lainnya yang masing-masing dilengkapi kolam renang pribadi dan pemandangan eksotis ke Pantai Nihi.

9

Membangun bersama Sumba Foundation

Nihiwatu tak hanya menjanjikan pengalaman menginap yang berbeda, tapi juga turut menyulut gaung ecotourism demi pariwisata yang berkelanjutan di Sumba. Melalui Sumba Foundation, Nihiwatu juga ikut memberdayakan warga sekitar dengan berbagai proyek sosial, seperti pemberantasan malaria, memajukan pendidikan, dan kesehatan ibu hamil serta perbaikan gizi anak.

“Tiap tahun, Nihiwatu menggalang dana untuk Sumba Foundation. Dana ini bisa mencapai 700.000 dolar Amerika dan saat ini kami sedang menggalakkan program kesehatan ibu hamil karena angka kematian saat melahirkan cukup tinggi,” tambah McBride.

Maksimalkan pemberdayakan warga lokal, Nihiwatu juga menggunakan tenaga lokal untuk operasionalnya. Sekitar 400 karyawan atau 90 persen tenaga kerja di resor mewah ini adalah warga Sumba yang kehidupannya kini lebih baik.

“Gaji mereka mencapai 5.000.000 rupiah dan ini melebihi UMR DKI Jakarta,” ungkap McBride.

Rencana ke depannya, melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Nihiwatu akan dijadikan proyek percontohan ecotourism di Indonesia karena berhasil melibatkan warga lokal dan mengangkat budaya setempat untuk industri pariwisata yang berkelanjutan.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s