Unik! Ini 5 Destinasi Wisata Anti Mainstream di Korea Selatan

Kebanyakan wisatawan dunia hanya mengenal Korea Selatan sebagai pusatnya K-Pop, K-Drama, kosmetik, pernak-pernik lucu yang digemari remaja dan kafe-kafe instagramable. Padahal Korea Selatan juga menyimpan atraksi wisata menarik bagi penyuka wisata alam, fotografi, dan bahkan pemburu kisah horor!

 

Seoraksan

Rangkaian Pegunungan Taebaek di Provinsi Gangwon menawarkan puncak tertingginya yang disebut Seoraksan. Penyuka hiking dan pecinta gunung banyak yang mengunjungi tempat ini terutama saat musim gugur, karena dedaunan yang menjadi berwarna-warni. Beberapa rute treking yang ditawarkan di tempat ini adalah Ulsanbawi Rock Course yang tingkat kesulitannya tinggi, rute Air Terjun Biryong, Yongso, dan Daeseung bagi yang ingin berjalan santai.

Tip: Tidak disarankan berkunjung pada saat high season (April, Mei, Juli, Agustus, dan Oktober hingga November) karena antrean pengunjung yang mengular.

 

 

Jindo

Fenomena laut terbelah tak hanya terjadi di kisah para nabi. Pulau Jin atau yang dikenal dengan Jindo juga mengalami fenomena yang sama tiap tahunnya. Peristiwa ini kemudian menginspirasi pemerintah setempat untuk menggelar Jindo Miracle Sea Festival yang meriah. Pengunjung juga bisa ikut berjalan di dasar lautan yang terbelah. Informasi festival bisa dilihat di situs resmi Miracle Sea Festival.

Mitos fenomena laut terbelah ini berawal dari kisah desa di Jindo yang diserang harimau lapar. Semua penduduk mengungsi dan hanya menyisakan seorang nenek yang putus asa dan berdoa agar lautan terbelah agar bisa melarikan diri. Para dewa pun mengabulkan doa sang nenek.

Foto: visitkorea.or.kr
Baca juga:
9 Jalur Treking Menantang di Korea Selatan, Bikin Liburan Makin Seru!
Serius Tarik Minat Wisatawan Muslim, Korea Selatan Tambah Jumlah Musholla

 

Gonjiam

Gonjiam Psychiatric Hospital sebetulnya tidak disarankan untuk kunjungan wisata. Namun para pemburu kisah horor sering menganjurkan tempat ini untuk ‘uji nyali’. Awalnya tempat yang berlokasi di Gwangju ini adalah rumah sakit jiwa yang kemudian ditutup dan ditinggalkan begitu saja oleh penghuninya. Rumor pun tersebar, ada yang bilang rumah sakit ini bangkrut, jorok, hingga ulah pemiliknya yang kejam dan berbuah kematian pada pasien-pasiennya. Di dalamnya, bangunan ini menyisakan ruang-ruang kusam yang tak terurus termasuk ranjang para pasien beserta seprei yang berantakan dan jas putih putih para dokter yang ditinggalkan begitu saja.

Tip: Karena aksesnya tak lagi menjadi jalan umum, menuju ke sini harus berjalan kaki dan sebaiknya menggunakan panduan Google Map.

Foto: sickchirpse.com

Seodaemun

Tempat ini adalah bekas penjara yang dibangun oleh Jepang pada 1908 dan berfungsi sebagai tempat eksekusi dan penyiksaan para aktivis Gerakan Kemerdekaan hingga 1945. Meski sekarang sudah diubah menjadi museum, namun tempat ini masih menyisakan ruang penyiksaan dan tempat eksekusi lengkap dengan tiang gantung dan manekin.

Jam operasional: 09:30 – 18:00 (Maret – Oktober), 09:30 – 17:30 (November – Februari)

Foto: lifeinkorea.com

 

Yangdong

Desa tradisional terbesar di Korea Selatan ini terbilang unik karena menganut paham Neo-Konfusianisme dalam tata letak rumahnya. Rumah di dataran tinggi hanya untuk giwajip (rumah beratap genting) yang dihuni yangban (kalangan terpandang), dan dataran rendah untuk chogajib (rumah beratap jerami) yang dihuni pelayan dan petani.

Beberapa rumah di sini yang termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sekarang sudah beralih fungsi menjadi restoran untuk menjamu wisatawan.

Foto: en.wikipedia.org
Advertisements