Kisah Inspiratif Paula Constant, Wanita yang Jalan Kaki dari London ke Sahara

Tak banyak pejalan yang berani melakukan hal seperti Paula Constant. Sebagai seorang wanita yang tak ingin terjebak rutinitas 9 to 5 dalam hidupnya, ia merencanakan hal yang tak lazim: jalan kaki dari London ke Mesir melintasi Sahara. Paula terinspirasi kehidupannya di Australia Barat di mana ia menyukai jalan kaki menyisir Pantai Cable di Broome yang punya garis pantai sepanjang 80 kilometer. Baginya, jalan kaki adalah meditasi!

Namun rencana tak berjalan mulus. Perjalanan yang dimulai bersama suaminya itu berbuah perceraian di tengah jalan. Tak sampai di situ, ia dihadang perang saudara di wilayah konflik. Dari perjalanan emosional tersebut, wanita yang juga mantan guru ini menghasilkan dua karya buku, yaitu Slow Journey South: Walking to Africa, A Year in Footsteps dan Sahara: A Journey of Love, Loss, and Survival.

Kami mewawancari Paula Constant sebelum ia tampil di ajang pesta sastra terbesar di Asia Tenggara, Ubud Writers & Readers Festival 2017.

Siapa yang menginspirasi Anda untuk jalan kaki dari Trafalgar di London ke Maroko dan Sahara?

Ada dua orang. Pertama, Wilfred Thesiger, seorang penjelajah Inggris yang pernah tinggal bersama kaum Badawi yang hidup di Saudi Arabia dan Afrika Utara. Saya mengagumi cara Wilfred menulis tentang budaya Badawi dan saya ingin punya pengalaman serupa dengan yang dialaminya. Kedua, Robyn Davidson, seorang perempuan Australia yang melintasi benua Australia dengan mengendarai unta di tahun 1980. Saya suka buku yang ditulisnya yang berjudul “Tracks”.

 

Mengapa memilih Sahara?

Saya telah lama dan masih saja kagum dengan Sahara yang telah turut berperan dalam evolusi budaya global dari zaman kuno hingga masa modern. Sahara telah menjadi arena di mana proses restrukturisasi budaya terjadi, mulai dari masa kejayaan kekaisaran serta kehancurannya hingga perannya dalam penyebaran agama. Hingga kini, masyarakat asli di sana masih hidup dengan cara yang sama dengan yang dilakukan di masa lalu dan kebiasaan, ritual serta budaya mereka tak pernah gagal membuat saya takjub.

Bentang alam di Sahara sendiri sangatlah cantik, membuat saya terpesona dan terhipnotis dalam kehampaannya.

 

Perjalanan Anda cukup berat karena Anda sendiri menjumpai masalah pribadi yang cukup berat di tengah perjalanan. Apa yang membuat anda memutuskan untuk meneruskan perjalanan?

Kendala-kendala dalam hidup bisa terjadi di mana saja baik di Sahara maupun di lingkungan rumah kita. Dari awal, saya sudah menentukan rute yang akan saya lalui di Sahara dan saya tidak melihat ada untungnya jika saya menghentikan perjalanan hanya karena harus menghadapi masalah sepanjang perjalanan. Toh saya pun harus berhadapan dengan masalah-masalah lain entah di Afrika atau di rumah saya di Australia. Masalah-masalah yang harus saya hadapi tersebut hanyalah bagian dari hidup keseharian saya yang muncul di lingkungan yang berbeda-beda. Saya tidak pernah berpikir untuk berhenti!

 

Perjalanan jalan kaki ini sempat terhenti karena dihadang perang saudara di Nigeria. Bila saja saat itu tak ada perang, Anda mau jalan kaki sampai mana?

Impian saya adalah dapat berjalan hingga ke Laut Merah di Mesir. Saya ingin perjalanan saya berakhir di sana. Saya bermimpi dapat menyentuh air laut di sisi seberang dari Sahara, di mana saya memulai perjalanan saya dari Laut Merah di sisi sebelah Barat. ​

 

Saat ini banyak media merilis informasi daerah-daerah yang wajib dikunjungi atau yang paling berbahaya. Dari pengalaman Anda, mana daerah paling berbahaya untuk dikunjungi?

Sebagai perempuan, saya tidak akan mau pergi ke Arab Saudi karena hak-hak perempuan di sana ditekan. Menurut saya pribadi, tak ada negara yang lebih berbahaya bagi stabilitas dunia maupun keselamatan pribadi selain Arab Saudi. Saat wilayah lain di dunia menjadi berbahaya untuk dikunjungi karena peperangan atau konflik kekerasan yang bersifat sementara, negara yang justru memberlakukan kekerasan dalam hukum negara dan struktur sosialnya adalah negara yang saya anggap paling berbahaya. ​

 

Pengalaman paling bermakna saat perjalanan ke Sahara?

​Pengalaman paling bermakna yang saya dapat adalah saat malam di mana saya bisa berbaring di bawah naungan bintang-bintang ditemani oleh ​para pengembara yang dapat saya percaya. Di saat-saat seperti itulah saya merasa menyatu dengan Tuhan, dengan bumi yang saya pijak dan dengan jiwa saya sendiri serta dengan orang lain.

Apa perubahan terbesar dalam hidup yang Anda rasakan sepulang dari jalan kaki ke Sahara?

Memberi saya rasa percaya diri yang sangat besar yang baru dapat saya lihat dan hargai setelah bertahun-tahun. Kesadaran bahwa tak ada yang tak dapat kita raih dan tak ada satu pun tantangan yang tak bisa kita lewati dengan kesabaran.

Perjalanan ini adalah sebuah hadiah yang menyejukkan buat saya. Perjalanan ini juga memberikan saya kesadaran yang lebih besar tentang betapa kecilnya manusia–bahwa kita sesungguhnya adalah bagian dari sebuah desain yang jauh lebih besar dari yang selama ini telah diajarkan oleh orang-orang di sekitar kita.​

 

Seandainya perjalanan fenomenal Anda dijadikan film, menurut Anda siapa aktris yang paling cocok untuk memerankan Anda?

​Saya sendiri tidak tahu. Saya menyukai Andie MacDowell dan Julia Roberts, tapi mungkin karena mereka mencerminkan usia saya.

Andai diberi kesempatan untuk mengeksplor Indonesia dengan jalan kaki, daerah mana yang ingin dikunjungi?

Saya sangat ingin menjelajahi pulau-pulau di Nusa Tenggara dengan mendayung kayak dan berjalan kaki. ​

 

Pesan untuk orang-orang yang masih ragu dalam melakukan perubahan besar dalam hidupnya?

Sebetulnya, membuat satu lompatan besar tak selalu menjadi hal yang paling penting dari sebuah perubahan. Yang terpenting adalah meyakini bahwa lompatan yang hendak Anda ambil sebagai suatu kebenaran.

Saya tak percaya pada perubahan yang dilakukan hanya demi sebuah petualangan yang dramatis.

Mimpi terbesar Anda bisa saja sesimpel mencintai hidup yang saat ini Anda jalani dan sesungguhnya tak ada yang salah dengan itu. Jika Anda harus melakukan suatu lompatan, melompatlah dengan sepenuh hati dan yakinlah bahwa Anda sudah siap bekerja keras untuk mengubah mimpi Anda menjadi nyata dan jangan patah semangat ketika Anda melihat mimpi Anda tak seindah yang selama ini Anda bayangkan. Mengubah mimpi menjadi nyata butuh usaha yang sangat keras. Jadi, pastikan bahwa mimpi yang Anda inginkan adalah suatu hal yang akan membuat Anda bahagia saat Anda harus menghabiskan waktu demi menciptakannya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s