Nh. Dini Terima Penghargaan Lifetime Achievement di Ubud Writers & Readers Festival

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017 menganugerahkan legenda hidup sastra Indonesia, Nh. Dini, dengan Lifetime Achievement Award, sebuah penghargaan atas karir Nh. Dini dalam memajukan dunia sastra Indonesia sejak 1960-an.

Nh. Dini memperoleh Lifetime Achievement di Ubud Writers & Readers Festival 2017. Foto: Anggara Mahendra

UWRF juga menghadirkan deretan acara-acara kesenian yang menghadirkan musisi, penyair, penari, sutradara, aktor, dan seniman dari Indonesia dan negara-negara lainnya. Pada Kamis (26/10/17) malam, UWRF mengadakan sebuah malam penggalangan dana di Museum Blanco, yang ditujukan bagi masyarakat Bali yang terkena dampak dari gejala erupsi Gunung Agung. Di malam penggalangan dana ini, UWRF membawa seni dan kreativitas Indonesia sebagai bintang utamanya, menghadirkan Penari Eko Supriyanto, grup teater boneka asal Jogjakarta, Papermoon, serta pemutaran film 5 Islands yang membawa penontonnya menjelajahi pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Djenar Maesa Ayu bersama sutradara muda asal Singapura, Kan Lumé membawa karya terbaru mereka yang berjudul hUSh pada 26 Oktober. Ada juga pemutaran Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, karya Angga Dwimas Sasongko. Di sesi ini, Chicco Jerikho yang memerankan Ben hadir untuk sesi tanya jawab setelah pemutaran film. Highlight dari deretan pementasan ini adalah Minions by Moonlight pada 27 Oktober, yaitu pemutaran kartun box office Despicable Me 3, di Museum Blanco dan bertemu sang sutradara dan animator film tersebut, Pierre Coffin. Selain itu hadir juga film Istirahatlah Kata-kata, sebuah film biografi mengenai Wiji Thukul.

Minion by Moonlight di Blanco Museum. Foto: Anggara Mahendra

Panggung musik di Festival Hub @ Taman Baca atau lokasi utama UWRF, dimeriahkan oleh penampilan-penampilan menarik. Beberapa Penulis Emerging Indonesia naik panggung membacakan puisi dalam bahasa daerah mereka pada tanggal 27 Oktober malam. Keesokannya di tanggal 28 Oktober, dua grup musik unik Indonesia yaitu Antrabez yang personilnya terdiri dari beberapa narapidana Penjara Kerobokan mempersembahkan musik mereka, dilanjutkan oleh band yang sedang menjadi sensasi internasional, Voice of Baceprot. Tiga remaja perempuan asal Jawa Barat ini sukses mengajak pengunjung bergoyang dengan musik mereka yang bertemakan politik, alam, dan pendidikan.

Penampilan Voice of Baceprot. Foto: Wirasathya Darmaja

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s