WHERE TO EAT

10 Jenis Soto yang Wajib Dicoba di Jakarta Fashion & Food Festival



Konon jenis kuliner soto di Indonesia tercatat memiliki 75 jenis dengan variannya yang tersebar di seluruh Indonesia. Soto, makanan yang di setiap daerah memiliki karakteristik yang khas sendiri-sendiri ini sempat dilirik oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai salah satu kuliner yang mewakili Indonesia dalam percaturan gastronomi dunia. Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2018 yang digelar pada 5 April hingga 6 Mei juga menaruh perhatian besar pada kuliner  berkuah panas ini.  Ajang JFFF tahun ini mengangkat 10 Soto Indonesia Terpilih yang dikurasi dari berbagai gerai soto legendaris di seluruh Indonesia, di mana para pengunjung bisa mencicipi langsung berbagai varian kuliner gurih ini. 10 jenis dan gerai soto tersebut adalah:

 

Pallubasa Onta 

Publik Jakarta sepertinya harus mencicipi sendiri makanan legendaris dari Makassar ini. Kelezatan Pallubasa Onta ini sudah diakui publik Makassar termasuk Jusuf Kalla yang juga menjadi salah satu penggemar kedai ini. Saking gemarnya, konon Jusuf Kalla sempat menjadikan Pallubasa Onta sebagai salah satu penyedia menu pada pesta pernikahan puterinya di Makassar.

 

Soto Kadipiro 

Yogyakarta memang diamini sebagai salah satu destinasi gastronomi unggulan di Indonesia. Soto Kadipiro sendiri di Yogyakarta sudah memiliki beberapa gerai yang masing-masingnya dikelola oleh saudara dari pemilik pertamanya. Menyajikan soto khas Jawa Tengah, soto ini terdiri dari nasi, ayam suwir, tomat, kol, dan toge, selain sambal spesial penambah rasa sedap. Penggunaan kunyit untuk kaldu ayamnya memberikan warna kekuningan dan manambah kesegaran kuah soto.



Soto Sapi Trisakti 

Di tempat asalnya, kota Solo, Soto Sapi Trisakti ini menempati bangunan sederhana dengan lahan parkir yang juga terbatas. Namun kelezatan soto ini sudah terkenal di seantero kota batik ini. Sotonya sendiri terdiri dari irisan daging sapi dan kuah bening dengan rasa yang gurih. Sebelum mampir ke kota Solo, sebaiknya datang dulu ke Jakarta Fashion & Food Festival untuk mencoba langsung soto daging sapi kebanggaan kota Solo ini.

 

Coto H. Daeng Tayang 

Di Makassar, kedai coto ini sudah beroperasi sejak 1990. Ada dua pilihan isi utamanya yaitu daging sapi dan jerohan sapi. Mana yang lebih nikmat? Sebaiknya memesan keduanya!

 

Soto Betawi H. Mamat 

Bila menyukai Soto Betawi kuah susu (menggunakan susu), Soto Betawi H. Mamat justru menggunakan santan agar terasa lebih asli. Bagi para pecinta daging, selain soto menu lain yang bisa dipesan adalah oseng daging.

 

Soto Jakarta Pak Haji Yus 

Soto yang satu ini memang sengaja tak menggunakan istilah ‘soto Betawi’ tapi lebih memilih ‘soto Jakarta’. Meski begitu bukan berarti racikan bumbunya kalah dari soto Betawi yang aslinya. Kedai soto yang sudah beroperasi sejak 1973 ini menggunakan susu sapi murni tanpa lemak dari peternakan lokal untuk campuran kuah kentalnya. Uniknya, kedai ini juga memberikan kebebasan pada pelanggan untuk memilih bahan racikan sotonya sendiri.

 

Tauto Bumbu Pekalongan 

Pekalongan adalah melting-pot sempurna yang berada di pesisir Jawa. Kota batik ini diberkahi perpaduan budaya lokal, Tiongkok, dan India yang sudah lama membumi. Ini juga yang menyebabkan lahirnya tauto, soto khas Pekalongan yang memiliki akulturasi budaya yang kuat. Soto khas ini memiliki bahan sambal goreng tauco untuk memasak daging kerbau dan so’un yang lembut. 

 

Soto Madura H. Ngatidjo 

Soto yang awalnya dijual dengan cara dipikul ini punya tiga pilihan menu: daging ayam, sapi dan campur. Berbeda dengan soto Betawi yang berkuah kental dan kuat akan rasa bumbu, soto Madura tampil dengan kuah bening dan rasa lebih ringan namun menyegarkan. Daging yang ada di dalamnya pun terasa sangat lembut.

 

Soto Kesawan 

Salah satu penjaja soto tertua di Medan ini sudah berdiri selama lebih dari 60 tahun dan sekarang dikelola oleh cucu pendirinya, Yatiman. Ada tiga jenis topping yang digunakan sebagai pilihan jenis sotonya, yaitu: udang, daging sapi, dan ayam. Untuk pilihan daging sapinya, kuah santannya terasa gurih, diperkaya dengan irisan daging paru dan sobekan perkedel di dalamnya.

 

Soto H. Mangkuto

Soto dari Padang yang sudah beroperasi sejak sebelum zaman kemerdekaan ini disajikan menggunakan mangkuk khusus agar kehangatan sotonya terasa lebih lama. Racikannya pun menyegarkan, seperti kombinasi daging, bihun, dan potongan perkedel yang gurih. Bagi penyuka daging, pasti langsung jatuh cinta dengan tekstur lembut dagingnya!