WHERE TO EAT

Fishbone Local, Kedai Seafood Ramah Lingkungan di Canggu



Selalu ada tempat baru untuk duduk santai sekadar menikmati waktu berlalu sambil mengudap hidangan lokal yang segar. Bila ingin lebih dekat dengan suasana lokal namun tak ingin jauh-jauh dari pusat kota, melipirlah ke Canggu. Fishbone Local yang bertengger di kawasan perkampungan nelayan di sekitar Pantai Batu Bolong, bisa diagendakan bagi yang ingin menjauh sejenak dari kawasan turistik sambil ber-skter santai menikmati angin pesisir Canggu dan makan hidangan laut segar dari tangkapan langsung para nelayan setempat.

Restoran yang baru beroperasi Maret 2018 lalu ini mengandalkan sea food-nya yang segar dan dimasak dengan berganti-ganti menu setiap harinya, tergantung dari hasil tangkapan para nelayan dan kreasi dari tim kuliner. Bisa saja hari ini menu andalannya adalah ikan kakap putih tumis dengan sambal bergaya Vietnam namun esoknya adalah ikan todak dan tuna.

Fishbone Local yang menawarkan suasana santai dan hidangan seafood segar di Canggu. Foto: Fishbone Local

Konsep Ramah Lingkungan

Hadirnya Fishbone Local diawali dengan hal yang unik. Restoran ini adalah proyek pertama dari beberapa proyek besutan Brett Hospitality Group – perusahaan patungan yang berbasis di Bali yang dimiliki pemilik restoran Dominique Brett, veteran perhotelan Isabella Rowell, dan pengembang Brant Bauer. Pada liburan 2009, Rowell jatuh cinta pada seluk-beluk makanan Bali oleh Benjamin Cross, koki eksekutif Ku De Ta dan Mejakawi di Seminyak. Keduanya punya ide untuk membuka gubuk seafood di tepi pantai suatu hari nanti. Sembilan tahun kemudian, impian Cross dan Rowell menjadi kenyataan.

Fishbone Local juga memiliki komitmen tinggi pada sustainable tourism dengan menggandeng Bali Sustainable Seafood dalam menjalankan operasionalnya. Selain meminimalkan dampak ekologis pada lingkungan sekitar, restoran ini juga bertanggungjawab pada peningkatan kesejahteraan kehidupan nelayan lokal melalui akses dan pengembangan pasar. Interior dan eksterior bangunan pun tak luput dari konsep ramah lingkungan. 100 kursi yang tersedia di sini menggunakan bahan daur ulang termasuk meja-meja dari kayu alami, lantai dari batu dan halaman yang luas agar udara segar mudah mengalir.