Now Reading:

Selain Taman Nasional Komodo, Jangan Lewatkan Tempat-Tempat Cantik ini di Labuan Bajo

Jangan terpaku pada Kepulauan Komodo yang selama ini menjadi ikon utama di Labuan Bajo. Meskipun merupakan pintu gerbang untuk mengunjungi Taman Nasional Komodo, tempat-tempat menarik di sekitar Labuan Bajo ini juga sayang bila dilewatkan begitu saja. Memang tak setenar Pulau Padar, namun berkunjung ke lokasi-lokasi ini juga bisa mendulang engagement di media sosial.

 

Cunca Rami

Walau jaraknya tak terlalu jauh dari Labuan Bajo, yaitu sekitar 35 kilometer menanjak naik mobil ke kawasan dataran tinggi Mbelliling, namun harus mengalokasikan satu hari sendiri.  Karena jalannya berliku dan kurang mulus di beberapa bagian, perjalanan dari Labuan Bajo biasanya ditempuh dalam 90 menit naik mobil. Mobil akan menurunkan penumpang setibanya di Werang untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki yang dipandu oleh warga setempat. Jalan menuju air terjun terus menurun sehingga tidak terlalu sulit dan dalam 30 menit dapat sampai di tujuan. Di beberapa tempat, terutama ketika menyeberangi pematang sawah, disarankan untuk melepas alas kaki agar alas kaki tidak terperosok ke dalam tanah basah. Karena akan trekking dan menghabiskan waktu dengan berenang di air terjun, disarankan untuk berbekal makanan, terutama untuk perjalanan kembali ke tempat mobil terparkir yang treknya terus menanjak naik yang durasi trekking dapat menjadi dua kali lipat dari perjalanan berangkatnya. Karena berada di pegunungan, setiap tengah hari biasanya hujan, sehingga simpan barang-barang berharga di tas antiair agar tidak rusak.

 

 

Cunca Wulang

Kompleks air terjun ini berlokasi sekitar 30 kilometer di timur Labuan Bajo, tepatnya ke arah Ruteng. Dikelilingi hutan, untuk menuju ke sini dapat melalui Desa Wersawe dan disarankan berkunjung di musim kemarau karena bila tanah basah sehabis hujan, maka jalanan menuju Cunca Wulang tak dapat diakses. Masyarat Desa Wersawe akan menawarkan diri menjadi pemandu untuk trekking menuju air terjun setiap ada turis yang memarkir mobil atau motor sewaan mereka. Setelah perjalanann selama 40 menit, di mana dalam perjalanan ke sana dapat meloncat dari atas tebing menuju laguna di berair hijau di bawahnya. Selain terjun dari canyon, Cunca Wulang juga memiliki gua yang dapat dieksplor dengan berbekal senter.

 

 

Gua Rangko

Gua ini terletak di atas bukit dekat perkampungan di Rangko. Lebih mudah diakses lewat air dengan naik kapal dari pelabuhan di Labuan Bajo selama 90 menit, ketimbang jalan darat naik mobil selama satu jam yang kemudian dilanjutkan dengan naik perahu. Setelah trekking ringan selama 10 menit dari pantai, tersedia tali untuk turun ke gua penuh stalaktit dan stalakmit dengan kolam kecil berisi air asin. Bila saat terbaik mengunjungi gua-gua lain adalah di tengah hari,  namun saat terbaik untuk mengagumi topografi Gua Rangko adalah ketika matahari telah bergeser ke ufuk barat, yaitu sekitar pukul 14:00. Hal ini karena gua yang aksesnya tertutup pepohonan ini baru dapat dimasuki sinar matahari bila posisinya telah semakin condong ke barat. Ketika gua diterangi sinar matahari secara optimal, maka langit-langitnya yang melengkung bak kubah katedral akan sangat menakjubkan. Nikmati keindahan ini sambil berendam dan mengapung di air biru yang tenang.

 

 

Gua Batu Cermin

Gua seluas 19 hektar ini disebut Batu Cermin karena sinar matahari yang masuk dipantulkan oleh dinding-dinding batunya.  Stalagtit dan stalagmit dalam gua yang ditemukan oleh Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda sekaligus seorang arkeolog pada 1951 ini pun terlihat berkilauan saat disinari cahaya senter maupun cahaya matahari akibat kandungan garamnya. Dari penemuan gua ini pun diketahui bahwa di masa prasejarah, Pulau Flores berada di dasar samudera. Pernyataan ini dikuatkan dengan ditemukannya koral dan fosil satwa laut yang menempel di dinding gua, seperti fosil kura-kura.  Saat terbaik untuk berkunjung ke sini adalah pagi menjelang siang, ketika sinar matahari masuk melalui sela-sela batuan di atas gua yang kemudian memantulkan cahaya sehingga dinding di gua tampak berkilauan, sehingga inilah yang membuat gua ini dinamakan batu cermin.

 

 

Share This Articles
Input your search keywords and press Enter.