Now Reading:

Semakin Inovatif, ini 5 Kuliner yang Bakal Jadi Tren di 2019

Lupakan lelehan keju dan makanan adu pedas dengan level rendah hingga tinggi. 2019 nampaknya akan membuat tren kuliner yang sekadar cari sensasi akan tersingkir oleh yang lebih “bermutu”. Sementara Instagram masih akan dipenuhi foto makanan yang menggoda, para praktisi kuliner akan semakin giat mengkampanyekan makanan sehat. Makanan ekstrim pun disinyalir tak akan dianggap seekstrim sebelumnya. Berikut adalah enam tren kuliner yang diprediksi bakal mendominasi 2019:


Baca juga: 8 Kuliner Wajib Coba di Vietnam


Selai Biji-bijian

Selai cokelat memang masih mendominasi untuk jajanan pinggir jalan, seperti martabak manis. Namun kehadiran selai biji-bijian mulai menarik perhatian para pemerhati kuliner. Kandungan yang lebih sehat dianggap menjadi kelebihan dari selai biji-bijian yang kini bersaing dengan selai kacang ini. Bagi yang alergi dengan kacang, tentu selai biji-bijian ini menjadi alternatif utama. Selai biji bunga matahari, biji semangka dan biji labu kini juga sudah mulai memenuhi rak pasar swalayan.

 

Infused Water

Meski menyehatkan, minum air putih juga dianggap membosankan. Hadirnya infused water beberapa tahun terakhir ini menjadi angin segar bagi para konsumen hidangan sehat. Infused water kini mudah ditemukan di mana saja, termasuk di hotel, dan acara-acara jamuan makan. Membuatnya pun tak ribet dan bisa dibawa ke mana saja sesuai keinginan. Botol-botol minum plastik pun sudah banyak juga yang dirancang khusus untuk diisi infused water. Air yang dibuat dengan merendam sayuran dan buah ini juga bisa jadi pilihan bagi yang malas makan sayur dan buah tapi ingin mengambil manfaatnya.

Foto: Pixabay


Baca juga: Street Food Terbaik di Dunia? Datangi 7 Kota ini


CBD Infusion

Sementara banyak orang masih meributkan legalitas ganja, Cannabidiol (CBD)  diam-diam sudah menjadi bintang baru di dapur. CBD sendiri adalah senyawa ganja yang diyakini dan terbukti bisa meredam kecemasan, mengobati insomnia dan menstabilkan suasana hati. Meski penelitian sudah memberi bukti, namun masih banyak orang yang belum mengerti, salah persepsi dan bahkan tak peduli dengan benefit autentik tanaman ini. Namun begitu, ganja sendiri kini sudah menjadi tren baru dalam gastronomi dan diperkirakan popularitasnya akan semakin meningkat. Tak setuju? Silahkan terus berdebat tanpa akhir.

Foto: Pixabay

Jangkrik

Protein diperkirakan akan semakin langka sementara kebutuhan pun meningkat. Sebetulnya, sudah sejak lama manusia mencari pengganti protein hewani dari sapi dan unggas, dan ternyata pilihan jatuh pada jangkrik. Hewan ini dinilai lebih irit biaya dalam pengembangbiakannya dibanding peternakan sapi dan unggas. Hanya butuh sedikit tanah, air dan makanan untuk mengembangkannya. Memang jangkrik belum dilirik oleh pasar sebagai konsumsi protein yang populer, namun tepung yang terbuat dari jangkrik sebetulnya sudah bisa ditemui beserta dengan jenis kudapan lain, seperti snack bar, roti, dan bahkan makanan anjing.


Baca juga: 5 Tempat Makan Sushi Rekomendasi Foodie Dunia


Susu Gandum

Kalau sudah bosan dengan susu soya atau kedelai, mungkin perlu mencoba susu gandum (oat milk). Susu non-dairy ini dibuat dengan merendam potongan gandum ke dalam air, mengolahnya dan kemudian mengeringkannya. Hasilnya adalah krim susu yang lezat untuk makan sereal, campuran kopi atau diminum langsung tanpa campuran. Keunggulan susu gandum adalah mengandung lebih banyak serat dan protein dan tidak membutuhkan banyak air untuk menyajikannya.

 

 

 

Share This Articles
Input your search keywords and press Enter.