Now Reading:

8 Negara Mini yang Bikin Turis Penasaran

Sebagian pejalan ada yang memilih untuk mengunjungi negara-negara yang bahkan sebelumnya tak pernah terdengar namanya atau sama sekali tak populer sebagai destinasi instagenik. Sebagian negara ada yang tak populer karena ukuran wilayahnya yang kecil, baru berdiri atau bahkan masih sengketa hingga tak diakui secara internasional meski secara de fakto negara ini sudah ada.

Delapan di antaranya kami rangkum, siapa tahu akan menjadi pilihanmu dalam menentukan destinasi impian tahun ini:


Baca juga: Selain Menara Kembar, Ini 7 Lokasi Instagenik di Kuala Lumpur


Republik Artsakh

Dikenal juga dengan nama Republik Naggarno-Karabakh, negara sengekta ini lahir dari Perang Karabakh tahun 1994. Lokasinya berada di sebidang tanah antara Azerbaijan dan Armenia. Negara ini tak memiliki bandara dan menggunakan mata uang Armenia, dram, untuk transaksi resmi sehari-hari. Bila suka dengan kastil dan gereja kuno, sambangi kota Stepanakert yang menjadi ibu kotanya.

Cara menuju ke sini: Melalui jalan darat dari Armenia yaitu dengan bus atau mobil dari kota-kota besar di sekitarnya, terutama kota Goris. Visa diperlukan untuk menuju ke sini dan bisa diurus di Yerevan, ibu kota Armenia.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Artsakh Travel Official (@artsakhtravelofficial) on

 

Republik Uzupis

Negara “jadi-jadian” ini diproklamirkan oleh sekelompok komunitas pecinta seni di Vilnius, ibu kota Lithuania. Layaknya negara lain, Republik Uzupis memiliki bendera resmi, lagu nasional, presiden, kabinet menteri, konstitusi dan lagu kebangsaan. Negara ini bahkan secara resmi menerima turis yang datang berkunjung. Meski pemerintah setempat tak mewajibkan paspor dan visa kujungan, namun turis biasanya tetap meminta cap paspor di kantor pos atau di galeri seni.

Cara menuju ke sini: Cukup menyeberangi sebuah jembatan di pusat kota Vilnius dan melewati simbol perbatasan di sisi jembatan. Mudah bukan?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Пингвин (@twanger17) on


Baca juga: Paula Constant, Wanita yang Jalan Kaki dari London ke Sahara


Ordo Militer Berdaulat Malta

Meski menyandang nama ‘Malta’ namun negara yang lebih tepat disebut Ordo ini tak berhubungan atau tak bisa disamakan dengan Republik Malta. Negara unik ini adalah sebuah tatanan masyarakat kuno yang memiliki bendera resmi, pemimpin, mata uang hingga perangko. Namun mereka tak memiliki wilayah resmi meskipun keberadaannya diakui lebih dari 100 negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pusat pemerintahannya berada di Roma dan negara ini menyewa lahan di Benteng St. Angelo di Malta sebagai wilayah resminya.

Cara menuju ke sini: Memang cukup membingungkan mengingat negara ini tak memiliki wilayah, namun bila ingin berkunjung, datang saja ke Benteng St. Angelo di Malta dan bisa bertemu langsung dengan salah seorang “warga negara” Ordo Militer Berdaulat Malta di sana.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by @tobias.on.tour on

 

Sealand

Negara super mungil ini bisa dibilang sebagai pionirnya negara-negara mikro di dunia. Sealand hanya berupa platform mirip pengeboran lepas pantai (rig) yang berada di 12 kilometer lepas pantai Inggris. Tapi jangan anggap remeh, negara ‘petakan’ ini memiliki mata uang sendiri, bendera resmi, bahkan pangeran, paspor dan tim sepak bola sendiri.

Cara menuju ke sini: Meski mudah dicapai dengan kapal atau helikopter, namun penduduk Sealand biasanya menolak kunjungan turis. Informasi lengkapnya bisa dilihat di website resmi Sealand

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Principality of Sealand (@sealandgov) on

 


Baca juga: 7 Perpustakaan Paling Fotogenik di Dunia


Transnistria

Nama aslinya adalah Republik Moldavia Pridnestrovian dan memiliki bendera, mata uang resmi, paspor, hingga perbatasan negara. Ibu kota negara yang terletak di antara Ukraina dan Moldova ini adalah Tiraspol yang hampir di penjuru kotanya dipenuhi patung Lenin yang mengingatkan akan kejayaan Uni Soviet. Transnistria juga sering dijuluki sebagai ‘sisa-sisa terakhir dari Uni Soviet’.

Cara menuju ke sini: Mengguakan bus dan kereta reguler dari Chișinău di Moldova dan dari Odessa di Ukraina. Visa yang berlaku hanya mengizinkan pengunjung untuk menetap selama 24 jam dan bisa diperpanjang setelahnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Shrimp Scandol (@shrimp123456) on

Ossetia Selatan

Negara sengketa ini memerdekakan diri pada 1991 namun pemerintah Georgia, tetangganya, tak mengakui kedaulatannya. PBB pun masih menganggap negara ini sebagai bagian dari Georgia. Ibu kota negara berpopulasi 50.000 jiwa ini adalah Tskhinvali dan hingga kini status kenegaraan Ossetia Selatan masih jadi perdebatan.

Cara menuju ke sini: Memasuki negara ini hanya bisa dari wilayah Rusia dengan visa Rusia menggunakan bus dari Vladikavkaz ke Tskhinvali yang beroperasi setiap hari. Bagi yang bukan warga Rusia, harus mendapat izin dari Kementerian Luar Negeri Ossetia Selatan terlebih dulu yang bisa dilakukan melalui e-mail. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Caucasus Explorer (@caucasus_explorer) on

 

Abkhazia

Negara ini juga masih dianggap sebagai bagian dari Georgia meski sudah resmi memerdekakan diri. Abkhazia memiliki mata uang resmi dan bahasa sendiri meski mata uang rubel juga berlaku di sini. Bahasa Rusia dan Georgia pun juga boleh digunakan di sini. Pada 2017, penduduk negara ini hanya sekitar 250.000 jiwa dan hingga sekarang status kenegaraannya hanya diakui oleh Rusia, Nauru, Nikaragua dan Venezuela.

Cara menuju ke sini: Negara ini bisa dijangkau dari Rusia atau Georgia menggunakan bus atau kereta jarak jauh dari Moskow. Pengurusan visa harus melalui Kementerian Luar Negeri Abkhazia dan bisa diurus melalui email.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Экскурсии/Абхазия (@abkhazia_magictravel) on

Sahara Barat

Kawasan yang didera konflik wilayah ini dikendalikan oleh Republik Demokratik Arab Sahrawi dan Maroko. Merupakan bagian dari Gurun Sahara, negara ini berbatasan dengan Aljazair dan Mauritania dengan populasinya sekitar 500.000 jiwa. Sejak 1963, Sahara Barat sudah tercantum dalam daftar wilayah tanpa pemerintahan di PBB dan pernah juga berada di abwah kendali Spanyol.

Cara menuju ke sini: Hampir semua perbatasan menutup diri untuk menuju ke Sahara Barat. Jalur terbaik adalah dari Maroko dan tidak diperlukan visa tambahan untuk menuju ke sini. Dari Maroko juga ada penerbangan langsung ke El Aaiün, kota terbesar di Sahara Barat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Genetrepreneur (@genetrepreneur) on

Share This Articles
Input your search keywords and press Enter.