Now Reading:

8 Tempat Menyepi di Jepang yang Jarang Diketahui Turis

Jepang tak pernah membosankan untuk kembali didatangi. Bila sudah pernah merasakan sensasi kota besarnya yang sibuk, sambangi tempat-tempat terpencilnya yang lebih dekat dengan alam dan suasana pedesaan. Selain lebih tenang dengan nuansa lokal yang lebih kental, tempat-tempat ini juga fotogenik dan belum begitu populer di kalangan turis dari luar Jepang.


Baca juga:
Kenali 8 Hal Unik ini Sebelum Traveling ke Jepang
Dari Kota Hingga Lereng Gunung, Ini 7 Kuil Instagenik di Jepang


Mount Koya

Salah satu tokoh spiritual Jepang, Kobo Daishi punya peran penting dalam menjadikan Mount Koya sebagai rumah dari ajaran buddha Shingon. Daishi membangun kuil Buddha, Kongobu-ji di tempat ini yang dikelilingi oleh hutan asri yang tenang. Berlokasi di puncak gunung,  Kongobu-ji tak sendirian di kawasan tenang ini. Adar sekitar 100 kuil lainnya di Mount Koya di mana turis bisa sekaligus menginap untuk pengalaman bermalam di kuil.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Buenos Aires, Argentina (@tom.boiv) on

 

Pulau Shikoku

Berlokasi dekat dengan Pulau Honshu, Shikoku masih menyisakan jejak dari spiritual Kobo Daishi dengan 88 kuil yang tersebar di pulau ini. Sering dikunjungi oleh para peziarah, pulau ini juga memiliki atraksi menarik seperti garis pantai, sungai yang membelah hutan dan pegunungan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Valentine Vadrouille • Japon (@valentinegso) on


Traveller’s Choice:
5 Hal Seru di Tokyo Agar Traveling Lebih Berkesan
Tak Jauh dari Tokyo, Ini 7 Atraksi Wisata Unik di Yokohama


Kenrokuen Garden

Diklaim sebagai salah satu dari ‘Tiga Taman dengan Lanskap Terbaik di Jepang’, Kenrouken dilengkapi dengan jembatan, taman bunga, pepohonan rindang, jalur pejalan kaki, dan teahouse. Taman cantik ini sudah dibuka untuk publik mulai abad 19 dan tiap musim memiliki kecantikannya sendiri.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by mikahara_87 (@mikahara_87) on

 

Air Terjun Nachi

Air terjun dengan ketinggian 133 meter ini merupakan air terjun tertinggi di Jepang dan berdampingan langsung dengan kuil Nachi Taisha Shinto yang cantik di sisi air terjun. Sudah berusia 1.400 tahun, kuil ini dibangun untuk menghormati dewa dan roh yang mendiami air terjun.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rosita Zamboli (@heliangel) on




Blue Pond

Dikenal juga dengan sebutan Aoiike, kawasan alami ini berada di Prefektur Hokkaido dan terkenal dengan air danaunya yang berwarna hijau toska akibat kandungan mineral di dalamnya. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitar tempat ini menambah suasana bertambah unik. Namun sebetulnya Blue Pond adalah kolam buatan yang sengaja dibangun untuk mengatur erosi dan melindungi daerah sekitar dari aliran lumpur yang datang dari gunung berapi Tokachi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ずき (@mz09_1009) on

 

Hitachi Seaside Park

Nemophilas atau bunga berwarna biru muda yang memenuhi taman adalah ciri utama Hitachi Seaside Park. Di musim semi bunga-bunga ini bermekaran di areal seluas 190 hektar dan lebih dari 4,5 juta bunga akan memenuhi taman ini di bulan April. Di musim gugur, warna cerah dari bunga-bunga ini akan tergantikan dengan warna merah terang yang juga sama cantiknya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Stayway – Featuring JAPAN (@stayway_japan) on




Bukit Pasir Tottori

Bukit Pasir Tottori adalah bagian dari Taman Nasional Sanin Kaigan yang berlokasi di Prefektur Tottori. Membentang sepanjang 16 kilometer di pesisir Laut Jepang, ini adalah bukit pasir terbesar yang ada di Jepang. Pasang surut air laut dan kekuatan angin menyebabkan bukit ini selalu berubah konturnya. Salah satu cara menikmati ketenangan di sini adalah dengan naik unta sambil menjelajahi kawasan yang mirip padang pasir di Afrika ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Visit Japan AU & NZ (@visitjapanau) on

 

Shodoshima

Dengan iklim hangat dan suasana bak Mediterania, Shodoshima adalah rumah bagi pantai cantik, garis pantai yang dramatis dan perkebunan zaitun. Shodoshima juga rumah bagi pagelaran festival seni kontemporer Setouchi Triennale di mana instalasi-instalasi seni dari festival sebelumnya bisa dilihat di beberapa penjuru pulau.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Anne姐 日本流行文化通🍣 Japan Lover (@yeunganne) on

Share This Articles

2 comments

Input your search keywords and press Enter.