Now Reading:

Padu Rasa Asia di Billy Ho, Canggu

Ada alasan khusus mengapa di masa lalu para penjelajah Eropa rela berkelana hingga Asia demi mencari bumbu masak di balik ekspansi politiknya. Setiap budaya di Asia memiliki zona kenyamanan kulinernya sendiri, mulai dari Cha Chaan Teng di Hong Kong hingga Izakaya di Jepang dan Hanok di Korea Selatan.


Foodie’s Choice:
Rekomendasi Foodie, 7 Restoran Milik Selebriti Dunia
5 Restoran Berkonsep Terbuka Incaran Foodie Dunia


Atas gagasan Will Meyrick dan Chef Bartholomew, Billy Ho hadir dengan memadukan citarasa kuliner Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan menjadi satu paduan konsep. Restoran di area Canggu ini meyakini bahwa ada filosofi yang sama antar budaya untuk pemulihan jiwa melalui makanan, minuman dan kebersamaan.

Cha Chaan Teng di Hong Kong sendiri adalah jenis restoran ‘old-school original‘ di mana warga bisa menemukan kesederhanaan dan melupakan kepenatan untuk menikmati hodangan autentik dan masakan Barat yang dimasak ala Hong Kong. Tak hanya orisinil, Cha Chaan Teng juga menawarkan harga yang terjangkau.


Baca juga:
Two Trees Eatery, Kafe Sehat di Canggu
Satu Lagi Restoran Pizza Autentik di Bali, Luigi’s Hot Pizza


Sedangkan Izakaya yang lahir di akhir abad-19 menawarkan lingkungan komunal yang hangat dan ampuh untuk mengusir penat seusai sibuk seharian. Selain berbagai pilihan minuman, Izakaya juga menawarkan beberapa kudapan tradisional seperti sashimi, yakitori, daging panggang, makanan laut, dan hot pot.

Hanok sendiri menginspirasi Billy Ho dengan tatanan dan suguhan tradisionalnya. Hanok (rumah tradisional Korea) juga merupakan oase bagi yang ingin mencari ketenangan sambil mencicipi sajian tradisioal, seperti teh omijacha, dan kue beras yang berkhasiat menenangkan pikiran.

 

Foto: Billy Ho

 

Makan dan Berkumpul

Memadukan konsep ketiganya, Billy Ho menawarkan suasana hangat sekaligus menawarkan meja bar sepanjang tujuh meter dengan berbagai pilihan bir buatan sendiri dan bermacam racikan koktail.

Suasana hangat, makanan autentik dan cocok untuk para petualang rasa, restoran di bawah komando Chef Tim Bartholomew ini peduli dengan bahan-bahan lokal sebagai bahan dasar masakan sekaligus bumbu. Bersama Will Meyrick, beberapa hidangan uniknya adalah tuna sashimi dengan bunga jahe cabai asap dan tabiko hitam; salad Ssam khas Korea dan sapi tokushen yang dibakar dengan bawang putih dan saus telur asin.

Untuk menu daging, terdapat pilihan daging panggang yang disajikan dengan panekuk maderin atau boa kukus, barbekyu bebek Peking yang dimasak dengan choy sum dan saus hoisin. Ada pula bakso bebek, saus yakitore, shoyu, telur dsn gurita yang disajikan dengan cabai fermentasi dan kimchi.

 

 

Untuk kenyamanan, ruangan di Billy Ho dirancang dengan langit-langit tinggi yang dihiasi dengan bambu hitam karya perancang Rob Sample. Dinding di belakang bar dirancang dengan kayu sirap sementara para tamu bisa bersantai di kursi yang dilapisi kulit lokal. Ada pula kursi-kursi dari rotan, anyaman, tenun dan mural yang terinspirasi dari seni tato yang dilukis oleh seniman Ubud, Ogud.

 

Share This Articles
Input your search keywords and press Enter.