Now Reading:

Menguak Misteri Jim Thompson di Bangkok

Pada 1967 di sebuah dataran Malaysia yang bernama Cameron Highlands, seorang pria Amerika Serikat dikabarkan menghilang. Konon ia sedang beristirahat dan jalan-jalan sejenak di sebuah hutan kecil di depan penginapannya. Tapi kemudian misteri menjemputnya. Pria yang bernama Jim Thompson itu raib entah ke mana. Ia tak pernah kembali lagi. Jasadnya tak pernah ditemukan. Jejaknya pun demikian.

Apa yang terjadi dengan Jim Thompson? Tak ada yang berhasil menyibak misterinya hingga kini.

Waktu berganti. Sam, pemandu kami saat mengunjungi Bangkok, Thailand, mengajak saya untuk mengunjungi sebuah rumah atau sebuah museum lebih tepatnya. Dikenal dengan nama Jim Thompson House, museum ini dulunya adalah rumah pribadi dari Jim Thompson pria yang menghilang secara misterius di belantara Malaysia itu. Jim Thompson ternyata tinggal di Thailand. Rumahnya terletak agak masuk ke dalam gang-gang sempit. Menuju ke sini, mungkin hampir sama dengan blusukan.



Sebuah rumah berbentuk bangunan tradisional menyambut kami di sisi kiri jalan. Di depannya terdapat pagar tembok yang cukup tinggi dengan dua penjaga yang tersenyum menyambut kedatangan kami. sebuah tulisan besar “Jim Thompson House” terpampang di atas pagar. Banyak juga turis bule yang mengunjungi tempat ini. Suasananya adem karena cukup banyak pohon yang tumbuh di samping rumah. Selain itu, rumah tradisional Thailand ini juga berupa rumah panggung. Jadi banyak turis yang berteduh di bawahnya. Maklum, hari itu kota Bangkok memang sedang panas terik.


Traveller’s Choice:
Uji Nyali di Gedung Tertinggi di Thailand
6 Sisi Unik Thailand di Kanchanaburi


Juragan Sutra

Jim Thompson House kini lebih dikenal sebagai sebuah museum kain sutra Thailand dan sebagai tempat untuk mengenang kehidupan Jim Thompson. Kain sutra Thailand memang tak bisa dipisahkan dari nama Jim Thompson. Meski aslinya adalah warga negara Amerika Serikat, tapi Jim Thompson telah memilih untuk tinggal di Thailand. Ia jatuh cinta pada Negeri Gajah Putih.

Jim Thompson House

Jim Thompson House terlihat sangat rapih dan tradisional. Beberapa gadis sedang asyik memainkan musik tradisional saat kami datang. Seorang pria sedang sibuk mengambil serat sutra dari kepompong yang direbus dalam kuali besar. Inilah proses awal pengambilan serat sutra sebelum dijual dengan harga selangit di etalase toko.



Keliling Rumah

Jim Thompson House terdiri dari enam buah rumah tradisional yang terbuat dari kayu. Untuk melihat lebih dalam, kami harus ikut tur yang disediakan. Tur ini tersedia setiap jam dengan grup bahasa Inggris, Jepang, Thai, Mandarin dan Perancis. Pemandunya adalah para wanita warga setempat yang sudah terlatih.

Pemandu di Jim Thompson House

Tur dimulai dengan menjelajahi beberapa rumah yang dulunya adalah tempat tinggal para pembantu Jim Thompson. Sayangnya, kami dilarang memotret beberapa bagian dalam rumah. Di bagian lain terdapat banyak mesin pemintal sutra yang masih terawat meski tak lagi dipakai berproduksi. Selain koleksi alat pintal sutra, rumah ini juga sarat koleksi seni. Jim Thompson, selain dikenal sebagai seorang serdadu, ternyata juga pecinta seni. Banyak koleksinya berupa patung, lukisan dan ukiran tua yang kondisinya masih terawat sampai sekarang.


Akhirnya kami sampai pada ruang yang sangat pribadi, yaitu kamar tidur Jim Thompson. Ukurannya tak begitu luas namun sangat nyaman. Di sampingnya ada sebuah teras yang menghadap ke bagian halaman rumah. Di depan kamar, pemandangan sungai dan pepohonan membuat kami ingin istirahat di kamar ini lebih lama. Sayangnya, kami tak diperkenankan memotret di sini.


Baca juga:
Jarang Diketahui Turis, Ini Pulau-Pulau Sunyi di Thailand
5 Alasan Melepas Penat di Koh Kood


Jim Thompson kini dikenal sebagai orang asing yang mencintai budaya Thailand, khususnya kain sutra. Ia lebih memilih untuk tinggal di Thailand daripada pulang ke negerinya. Awalnya, ia hanya seorang serdadu Amerika Serikat yang bertugas saat Perang Dunia II. Namun budaya dan alam Thailand telah mengubah hatinya, ia pun menetap dan menjadi pengusaha sutra.



Di balik misteri menghilangnya dirinya di Malaysia, kabar burung pun berkembang. Selentingan mengatakan bahwa Jim Thompson adalah agen rahasia Amerika Serikat yang bertugas memata-matai kehidupan politik. Kematiannya pun melahirkan banyak teori konspirasi. Ada yang bilang dirinya diculik, bunuh diri dan tersesat. Mana yang benar? Entahlah, hingga kini pun kematiannya tetap menjadi misteri.

Share This Articles
Input your search keywords and press Enter.