Now Reading:

Bersama Malaysia, Indonesia Duduki Posisi Puncak Wisata Halal Dunia

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 merilis laporan terkini untuk peringkat wisata halal dunia di mana Indonesia untuk pertama kalinya berhasil menduduki posisi puncak bersama Malaysia untuk kategori negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).


Traveller’s Choice:
4 Pasar di Dubai yang Bikin Ketagihan Belanja
Street Food Terbaik di Dunia? Kunjungi 7 Kota ini!


Laporan yang disampaikan di Pullman Hotel Jakarta pada Selasa (9/4/2019) ini juga menunjukkan bahwa tahun ini Singapura terus mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata ramah Muslim teratas di kalangan negara-negara non-OKI, diikuti oleh Thailand, Inggris, Jepang, dan Taiwan.

Fazaal Bahardeen, CEO CrescentRating memaparkan, “Wisata Halal mulai populer di industri wisata global pada 2014 dan kian berkembang hingga kini dikenal istilah Halal 2.0 yang meliputi teknologi, lingkungan, demografi dan aktifitas sosial”.

[Kiri-Kanan] Direktur Mastercard Indonesia, Tommy Singgih; Pengarah Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Riyanto Sofyan; Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya; CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen; Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Ni Wayan Giri Adnyani; dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Anang Sutono berfoto bersama dalam acara peluncuran Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 di Jakarta.




Pasar wisata Halal sendiri merupakan salah satu sektor pariwisata dengan tingkat pertumbuhan tercepat di dunia.

Namun sektor ini relatif masih belum dikembangkan secara maksimal. Pada 2026, kontribusi sektor pariwisata Halal diperkirakan melonjak sebesar 35 persen menjadi US$300 miliar terhadap perekonomian global, meningkat dari US$220 miliar di  2020.


Baca juga:
8 Alasan Jadikan Sri Lanka untuk Liburan Unik
8 Tempat Menyepi di Jepang, Jarang Didatangi Turis


Bersama Kementerian Pariwisata, wisata Halal Indonesia tahun ini berhasil menduduki posisi teratas bersama Malaysia dengan skor 78 setelah tahun sebelumnya menduduki posisi kedua. Sementara untuk negara non-OKI, Singapura, Thailand, Inggris, Jepang dan Taiwan berhasil mempertahankan posisi mereka sebagai lima destinasi ramah Muslim teratas dan terus meningkatkan skor mereka dalam indeks.

Korea Selatan dan Filipina untuk pertama kalinya juga berhasil memasuki peringkat 10 teratas di daftar negara non-OKI, menggantikan Jerman dan Australia. Spanyol juga masuk dalam daftar 10 besar negara non-OKI ramah Muslim, yang berkembang menjadi destinasi ramah wisatawan Muslim utama di benua Eropa tahun ini.



Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kata sambutannya menyampaikan, “Salah paham terbesar adalah bahwa wisata Halal hanya untuk Muslim, padahal ini untuk semua orang.”

“Mengapa Singapura berhasil menjadi destinasi ramah Muslim? kembali ke aturan umum, seperti layanan yang baik sehingga turis tertarik datang dan betah di sini,” lanjut Arief Yahya.

Pasar wisata Halal telah melalui berbagai perubahan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Didorong oleh transformasi digital dan teknologi yang pesat, kini hadir fase Halal Travel 2.0 yang memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), realitas tambahan (Augmented Reality) dan realitas virtual (Virtual Reality) untuk melibatkan para wisatawan Muslim secara lebih baik di era digital ini.

Melengkapi kunjungan wisatawan di Indonesia, Tommy Singgih, Direktur Mastercard Indonesia menyatakan, “Wisata Halal di Indonesia ini perkembangannya paling agresif dan Mastercard sebagai perusahaan teknologi finansial ingin menyediakan kemudahan bagi turis asing untuk membelanjakan dananya di Indonesia.”



Berikut adalah peringkat Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 untuk negara OKI:

Indonesia, Malaysia (skor 78)
Turki (skor 75)
Arab Saudi (skor 72)
Uni Emirat Arab (skor 71)
Qatar (skor 68)
Maroko (skor 67)
Bahrain, Oman (skor 66)
Brunei Darussalam (skor 65)

Sementara berikut adalah peringkat untuk negara-negara non-OKI:

Singapura (skor 65)
Thailand (skor 57)
Inggris, Jepang, Taiwan (skor 53)
Afrika Selatan (skor 52)
Hong Kong (skor 51)
Korea Selatan (skor 48)
Prancis, Spanyol, Filipina (skor 46)



Share This Articles

1 comment

Input your search keywords and press Enter.