Now Reading:

6 Cara Merayakan Budaya di Little India, Singapura


Little India merupakan salah satu kawasan di Singapura yang kaya akan budaya dan sejarah serta telah menjadi tempat tinggal komunitas India sejak lama.

Dahulu Little India adalah kasawan lubang penambangan batu kapur, tungku pembakaran batu bata, dan jalur pacuan kuda orang Eropa. Banyak penggembala, pedagang, dan pengrajin rangkaian bunga yang berjualan pada dua abad lalu di kawasan ini. Para pengusaha mempekerjakan migran dari India, sehingga untuk memenuhi kebutuhan komunitas India dibangunlah tempat ibadah, pertokoan barang, dan layanan jasa.

Waktu terbaik mengunjungi Little India adalah saat festival perayaan seperti Deepavali (Festival Cahaya) pada kisaran Oktober hingga November dan Pongal (Festival Panen Raya) pada kisaran Januari hingga Februari yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

Namun bukan berarti di luar waktu tersebut kawasan ini kurang menarik untuk dikunjungi. Little India bukan sekadar destinasi untuk berfoto dan bersantap. Mengunjunginya ibarat merayakan salah satu kekayaan tradisi Singapura yang dinamis. Berikut beberapa aktivitas menarik untuk dilakukan di Little India:


Ikut Walking Tour

Tur dengan berjalan kaki adalah cara terbaik untuk menjelajah Little India sembari mendengarkan kisah sejarah dari pemandu tur langsung. Ada banyak operator walking tour yang bisa dipesan melalui internet. Kisaran durasi tur adalah dua jam, dengan kurang lebih enam titik pemberhentian.

Destinasinya adalah India Heritage Centre, pasar tradisional, penjual kue khas India dan mencicipi kuenya, Kuil Sri Veeramakaliamman, pedagang tradisional, dan berkunjung ke Little India Arcade.

Beberapa operator penyelenggara walking tour ini yang dapat dipesan online adalah:

A Guided Walking Tour of Little India: Journey of the Senses by Klook

Singapore: Private Little India Walking Tour by Viator

TRENDING:  7 Tempat Liburan untuk Keluarga di Singapura

Walking Tour at Little India Singapore by Traveloka

Little India Walking Tours by Ducktours

Mencicipi Kuliner Khas India

Tiga restoran terkenal di kawasan Little India yang wajib diagendakan seorang foodie adalah:

The Banana Leaf Apolo

Restoran yang sangat populer seantero Singapura. Restoran legendaris dari 1974 ini punya ciri khas menyajikan makanan India dengan alas daun pisang. Hidangan yang disajikan adalah dari daerah India bagian utara dan selatan dengan menu andalannya adalah kari kepala ikan, nasi biryani, naan (roti pipih), dan taandori (BBQ khas India). (Alamat: 54 Race Course Rd, dan tiga cabang lain di Little Indian Arcade, Downtown East, dan 20 Sixth Ave)

Mustard

Adalah restoran dengan spesialisasi makanan Bengali dan Punjabi. Terkenal akan rasa makanan yang kaya, pedas dan buttery. Menu rekomendasinya adalah chingri macher malai curry (kari dengan udang) atau amritsari machhi (ikan goreng dengan saus kacang). (Alamat: 32 Race Course Rd, Singapore 218552. 2 menit dari stasiun MRT Little India Pintu Keluar E)

Komala Vilas

Adalah salah satu restoran vegetarian tertua di Singapura dan jadi terkenal karena pernah dikunjungi Perdana Menteri India Narendra Modi pada 2015. Spesialisasi makanannya dari India bagian selatan, dengan makanan andalan dosai (panekuk dari fermentasi beras dan lentil hitam) dan vadai (gorengan khas India). (Alamat: 76-78 Serangoon Rd, Singapore 217981)

Belajar Masak Makanan India

Ada beberapa operator khusus kelas memasak, bahkan warga lokal yang membuka kelas memasak untuk turis mancanegara. Biasanya, turis akan diajak untuk membeli bahan masakan di pasar tradisional Tekka Centre sebelum belajar memasak. Tur ini juga akan memperkenalkan berbagai bumbu rempah khas India yang kaya, cara memasak, dan menyantap makanan bersama.

TRENDING:  Debut Oakwood di Singapura

Beberapa operator penyelenggara kelas memasak makanan India adalah:

Commune Kitchen

Coriander Leaf Cooking Classes

Palate Sensations Culinary School

Makanan India yang menggunakan banyak bumbu dan rempah. (Foto: Pexels)

Wisata Religi

Satu hal yang unik dari Little India Singapura adalah bisa menemukan banyak rumah ibadah dari agama berbeda dengan arsitektur yang menawan. Mulailah perjalanan dari kuil Hindu Sri Veeramakaliamman Temple, Shree Lakshminarayan Temple, Sri Srinivasa Perumal Temple Singapore, dan Sri Vadapathira Kaliamman Temple.

Selanjutnya kunjungi Sakya Muni Buddha Gaya Temple yang merupakan wihara dengan arsitektur Thailand. Selain itu ada Kampong Kapor Methodist Church, gereja peranakan pertama di Singapura. Lanjutkan perjalanan ke Masjid Abdul Gafoor, salah satu masjid tertua di Singapura dari era 1800-an. Arsitektur masjid ini memadukan gaya Barat dan kaligrafi Saracen. Kunjungi juga Angullia Mosque, masjid yang berumur lebih dari 130 tahun.

Berwisata Belanja

Little India terkenal sebagai surganya belanja murah. Di sini bisa belanja bumbu rempah, kain, perhiasan, dan oleh-oleh dengan harga terjangkau. Selain Mustafa Centre, tempat belanja lainnya adalah Tekka Centre, yaitu pasar tradisional yang bersih dan rapih yang menjual berbagai barang dan camilan unik.

Ada juga Little India Arcade yang dibangun pada 1920, buat yang senang blusukan dan mencari oleh-oleh dengan harga terjangkau. Bagi yang ingin mencari kosmetik, pewarna rambut, hena, atau obat-obatan khas India, berkunjunglah ke Jothi.

Cari Tempat Instagrammable

Beberapa lokasi berfoto populer di Little India adalah Sri Veeramakaliamman Temple dengan atap kuil penuh relief yang indah. Kuil ini juga merupakan salah satu tempat ibadah tertua di Singapura dan selamat dari serangan bom saat Perang Dunia II. Selanjutnya adalah House of Tan Teng Niah, vila chinese yang masih bertahan sejak dibangun pada 1900.

TRENDING:  10 Kafe Terbaik Dunia Ada di Cafe Culture Singapura

Kunjungi Alive @CLIVE by Traseone untuk melihat-lihat mural penari India yang berwarna-warni di 104 Dunlop Street. Ada juga mural yang menggambarkan perdagangan India yang indah di Traditional Trades of Little India by Psyfool yang berlokasi di 8 Bebilios Lane.

Little India juga punya banyak tempat instagenik. (Foto: Pexels)

Selain itu ada mural I Am Still Here karya Dyn, yaitu mural perempuan dengan dupatta (selendang tradisional) di Clive Street, mural Cattleland 2 karya Eunice Lim di Kerbau Road yang menggambarkan kerbau berwarna-warni, dan Madan Mogra, Jasmine of the City karya Nadiah Alsagoff yang dipersembahkan untuk pekerja migran dan berlokasi di Chander Road.

Saat malam hari, berkunjunglah ke Indian Heritage Centre. Museum pertama di Asia Tenggara yang memuat sejarah diaspora India. Bagian depan gedung ini berhiaskan kaca tembus pandang yang membuat gambar indah dan kontras dengan langit malam.

Singapura menyelenggarakan kampanye “SG Clean” untuk menjamin standar kebersihan di tempat umum dari berbagai industri, termasuk industri pariwisata dan layanan makanan. “SG Clean” dibuat untuk keamanan dan kenyamanan semua orang, termasuk turis yang nanti akan berkunjung ke Singapura khususnya pada masa pandemi virus COVID-19.

Facebook Comments Box

POPULAR

Share This Articles