Now Reading:

10 Tempat Wajib Kunjung di Baku, Azerbaijan


Azerbaijan sering tak terdeteksi radar turis dan kalah populer dari Moskow di negeri tetangganya. Padahal negara yang pernah jadi bagian dari Uni Soviet ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Baku, ibu kotanya, merupakan melting-pot dari berbagai unsur budaya, seperti Persia, Turki, Russia dan Eropa.

Memadukan keanggunan bangunan klasik dan arsitektur modern, berikut adalah beberapa tempat di Baku yang direkomendasikan untuk disambangi dan jadi penghias feed Instagram:

 

Kota tua Baku
Dikenal juga dengan nama Icheri Sheher, kawasan yang juga dilindungi UNESCO ini adalah ibu kota pemerintahan di Abad Pertengahan. Dulu kawasan ini juga dijuluki sebagai “Acropolis-nya Baku” karena nuansa kawasannya yang begitu klasik dan dipenuhi bangunan berbentuk benteng. Sekarang, tempat ini dipenuhi bar, kafe, restoran, dan penenun karpet tradisional.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Visit Azerbaijan (@visitazerbaijan) on


 

Menara Maiden
Kembali ke Abad 12, menurut para sejarawan, menara yang tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO ini awalnya digunakan sebagai kuil penganut zoroastrian sebelum jadi menara pengawas di abad 18. Dengan ketinggian menara mencapai 29 meter, ini adalah tempat terbaik untuk menikmati pemandangan Icheri Sheher dari ketinggian.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Visit Azerbaijan (@visitazerbaijan) on


Nizami Street
Jalan sepanjang 3,5 kilometer ini adalah rumah dari distrik belanja yang populer di Baku. Dinamai untuk mengenang penyair Azerbaijan, Nizami Ganjavi, jalanan ini juga rumah bagi para pecinta arsitektur berkat deretan bangunannya yang bertransformasi dari gaya Neo Baroque dan Neo Gothic ke gaya Neo Renaissance dan Stalinis.


 

TRENDING:  Kangen Liburan? Kunjungi 5 Penginapan Eksklusif Rekomendasi Booking.com

Flame Towers
Trio pencakar langit di Baku ini adalah landmark paling populer di pusat kota. Di malam hari, bangunan ini menyala terang dengan warna api berkat 10.000 LED yang menghiasi gedung. Dua menaranya digunakan untuk perkantoran dan pusat belanja. Sedangkan menara ketiga digunakan untuk hotel mewah, Fairmont Baku.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Visit Azerbaijan (@visitazerbaijan) on


 

National Flag Square
Alun-Alun kebanggaan warga Baku ini diresmikan ada 2007. Di sini selain ruang terbuka yang lapang, juga terdapat bendera nasional berukuran 70 meter X 35 meter yang terpasang di tiang setinggi 162 meter. Tiang bendera ini pernah dinobatkan oleh Guiness Book of Record sebagai tiang bendera tertinggi di dunia sebelum diambil alih Tajikistan pada 2011 dengan tiang setinggi 165 meter.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Əhməd Yəhyalı (@ehmedyahya) on


 

TRENDING:  Butuh Persiapan Matang, ini 5 Destinasi Impian Setelah Pandemi Corona

Pantai Bilgah
Lelah jalan-jalan keliling kota, datangi Pantai Bilgah yang memiliki pasir lembut dan area yang lapang untuk main air di Laut Kaspia. Masuk pantainya gratis namun ada biaya untuk menggunakan kursi berjemur.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bilgah Beach Hotel (@bilgah_beach_hotel) on


Caspian Sea Cruise
Cara berbeda untuk menikmati kota Baku adalah dengan pesiar naik kapal wisata di tepian Laut Kaspia. Pilihlah jam pelayaran sore hari untuk melihat Flame Tower yang mulai bersinar seperti api dari kejauhan. Cruise ini berdurasi sekitar satu jam pelayaran. Cocok untuk bersantai sambil berfoto.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Visit Azerbaijan (@visitazerbaijan) on


 

Baku Funicular
Kereta funicular atau kereta bukit ini adalah jenis transportasi pertama dan satu-satunya di Baku yang membawa penumpang dari Neftchilar Avenue ke dataran tinggi Martyr’s Alley untuk menikmati pemandangan lapang kota tua hingga gedung-gedung pencakar langit dari ketinggian.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 𝓛 𝓲 𝔃 𝓸 𝓬 𝓱 𝓴 𝓪 (@elizabeth___pretty) on


Palace of Happiness
Bangunan megah bergaya Neo-Gothic ini dibangun oleh penguasa minyak Murtuza Mukhtarov sebagai persembahan untuk istrinya, Liza-Khanum Tuganova. Terinspirasi dari bangunan indah di Prancis, Mukhtarov kemudian membangun kastil indah ini dengan rancangan dari Jozef Plosko, Pasangan ini hidup bahagia hingga Bolshevik menguasai Azerbaijan pada 1920, saat dimana Mukhtarov menembaki serdadu Russia yang memasuki rumah ini sebelum akhirnya ia bunuh diri.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Visit Azerbaijan (@visitazerbaijan) on


Museum Karpet Azerbaijan
Azerbaijan National Carpet Museum dibangun pada 1967 untuk memperkenalkan budaya menenun karpet tradisional Azerbaijan. Bentuknya yang instagenik mirip seperti gulungan karpet adalah hasil rancangan arsitek Austria, Franz Janz. Museum yang juga sempurna untuk jadi latar berfoto ini dibuka untuk umum sejak 2014.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Visit Azerbaijan (@visitazerbaijan) on

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles