Now Reading:

Beckaly Franks: Bar adalah Bagian dari DNA Saya

Beckaly Franks tumbuh di lingkungan bar. Ia masih berusia dini saat pertama kali menyesap minuman legendaris, Shirley Temple. Karirnya di bar berawal pada usia sangat belia, 20 tahun. Berkat rasa cintanya pada dunia bartending, Beckaly kini dikenal sebagai mixologist wanita pertama yang meraih penghargaan “42 Below Cocktail World Cup“, semacam Piala Dunia untuk para bartender.  Beckaly Franks juga sukses dengan bar legendarisnya di Hong Kong, yaitu The Pontiac Stardust yang kini juga melebarkan ekspansinya di Bali.

Menjadi bartender wanita yang diakui dunia tentu penuh tantangan. Kami berbincang dengan Beckaly seputar karirnya dan mengapa ia jatuh cinta pada pekerjaan ini.


Traveler’s Choice: Menyegarkan Diri di The Pontiac Stardust Seminyak


Siapa figur yang paling menginspirasi Anda untuk menjadi seorang bartender?
Jujur saja, dari awal saya tidak pernah melihat bartender lain. Saya hanya melihat pada bar itu sendiri. Bar dan keramahtamahan yang tercipta di sana selalu menjadi bagian dari DNA saya sehingga secara alami saya tertarik dan menantang diri sendiri untuk menjadi bartender. Saya sudah bekerjasama dengan banyak bartender legendaris, seperti mentor saya Jeffery Morgenthaler hingga “pahlawan anti limbah” di Trash Tiki.



Apa alasan memilih Bali sebagai cabang The Pontiac setelah sukses di Hong Kong?
Sebetulnya Bali yang memilih saya, sama persis dengan yang terjadi di Hong Kong. Ceritanya agak panjang. Karena kemitraan yang baik, hubungan yang sudah ada sebelumnya, dan manifestasi, lalu saya menemukan diri saya berada di tanah ajaib Bali. Saya sendiri lahir di Maui, Hawaii sehingga tinggal di Bali terasa seperti menjadi penduduk lokal. Saya tahu saya berada di tempat yang seharusnya!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by The Pontiac Stardust (@thepontiacstardust) on

 

Kami memang mencari arak terbaik buatan Indonesia. Tapi sekali lagi, itu butuh waktu.

 

Indoesia khususnya di Bali, juga ada tradisi minuman alkohol. Apakah ada rencana menyajikan minuman alkohol lokal dalam menu di The Pontiac Stardust?
Bali itu sangat berlimpah! Saya butuh waktu untuk memahami seluk-beluk produk lokal dan cara untuk menggunakannya. The Pontiac Stardust mencerminkan rasa yang tidak biasa dan tumbuh dari kawasan pantai hingga pegunungan. Contohnya minuman kami Snake in the Grass yang dibuat dari salak yang di-infuse dengan London Dry Gin dan diracik dengan aprikot, dan cognac. Ini koktail yang menyenangkan dan terbuat dari buah lokal. Kami memang mencari arak terbaik buatan Indonesia. Tapi sekali lagi, itu butuh waktu.



Apa strategi Anda untuk memenangkan hati pelanggan di Bali agar The Pontiac Stardust bisa sesukses di Hong Kong?
Proses belajar yang berliku itu begitu nyata di Bali. Namun, saya tak masalah dengan itu. The Pontiac Stardust hadir di sini untuk merayakan, mendidik dan membawa ke tingkat yang lebih baik. Kerja keras kami ada dalam cita-cita tersebut dan hasilnya adalah rasa percaya dari pelanggan, media, penduduk lokal dan saudara-saudara kami sesama bartender. Kami ada di sini untuk mereka. Keberhasilan mereka adalah kesuksesan kita dan begitu juga sebaliknya. Kami mengacu pada kolaborasi antara bar dan tamu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by The Pontiac Stardust (@thepontiacstardust) on



Minuman paling istimewa yang pernah Anda buat hingga kini?
Hobnail! Tidak ragu lagi, itu minuman terkenal kami yang mendunia. Saya sendiri ragu apakah akan mampu lagi membuat minuman yang sangat menyentuh hati pelanggan seperti yang sudah saya lakukan dengan Hobnail. Minuman ini sudah disajikan berkali-kali di seluruh dunia. Saya bahkan baru saja mengajarkan cara membuatnya pada sesi Masterclass di ajang “Worlds 50 Best Bars” di Singapura  selama Cocktail Week. Sekarang, saya anjurkan Anda untuk mencicipi Hobnail#2. Ini versi The Pontiac Stardust Bali yang diracik dari bahan lokal.

 

Saya membayangkan bahwa bartender yang sukses itu ya seperti Tom Cruise di film “Cocktail”. Menurut Anda, apa yang harus dilakukan seseorang agar menjadi bartender yang sukses?
Hadapi tantangan, kerjakan, dan lakukan berulang-ulang. Bartender sejati tidak bekerja untuk jadi terkenal. Kami melakukannya karena passion. Pekerjaan ini seperti menikmati sebuah seni dan kami juga ingin membuat orang lain bahagia. Menjadi bartender adalah hak istimewa, bukan sekadar hak saja. Ini harus dihargai!




Facebook Comments
Share This Articles