Now Reading:

Dean Winter: Filosofi Layanan Kami Sangat Pribadi


Swire Hotels baru saja menunjuk Dean Winter sebagai Managing Director. Pria yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun di industri perhotelan mewah ini telah banyak bekerjasama dengan berbagai merek hotel berkelas luxury di dunia.

Sebelum bergabung dengan Swire Hotels pada 2006, Dean Winter pernah bergabung dengan Mandarin Oriental Hotel Group selama 14 tahun dan grup restoran Terrence Conran di London. Sebagai Managing Director Swire Hotels, Dean Winter kini bertanggungjawab atas kiprah dua brand propertinya, EAST dan The House Collection.


Dean Winter, Managing Director, Swire Hotels


Bagaimana strateginya menyiasati pandemi yang berkepanjangan? Seperti apa kemewahan dua propertinya yang berada di China, Hong Kong dan Amerika Serikat? Adakah rencana untuk melebarkan ekspansi di Indonesia? Kami berbincang dengan Dean Winter, Managing Director, Swire Hotels.

 

Anda memiliki karir dan pengalaman yang luar biasa di industri perhotelan mewah. Apa yang membuat Anda tertarik untuk berkarir di industri ini?
Sebenarnya saya memulai karir saya sebagai koki di London, karena saya selalu punya hasrat untuk memasak dan tampaknya memang saya ahli di bidang itu. Namun pada usia 25 tahun saya ingin sekali bertualang dan memutuskan untuk pindah ke Hong Kong.

Awalnya hanya berencana pergi selama beberapa tahun – ini kejadian 30 tahun lalu. Saya tak mengenal siapapun dan keliling kota, mengetuk pintu untuk mencari pekerjaan. Nasib baik, saya kemudian bergabung di Mandarin Oriental.

Saya beruntung selama karir saya memiliki kesempatan untuk bekerjasama dengan berbagai merek hotel mewah terkenal di dunia dan sebagai hasilnya, saya juga bertemu dengan banyak orang luar biasa. Selama 14 tahun terakhir saya telah bergabung di Swire Hotels dengan berbagai posisi. Pada 2020 saya ditunjuk menjadi Managing Director dan yang menjadi prioritas utama saya adalah memimpin portofolio Swire Hotels, yaitu EAST dan The House Collective.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Swire Hotels (@swirehotels)


Sepanjang karir Anda di industri perhotelan, pernahkah membayangkan akan menghadapi gangguan seperti pandemi saat ini?
Sama sekali tidak! Saya rasa tak satupun dari kita yang melihat akan bencana seperti pandemi Covid-19 saat ini. Dan selama bertahun-tahun di industri ini saya telah melewati berbagai krisis, seperti SARS, krisis keuangan Asia, dan serangan 9/11 di Amerika Serikat, yang semuanya mempengaruhi perjalanan seara drastis. Tidak ada yang saya alami dalam skala seperti sekarang ini.

TRENDING:  Menanti Properti Baru Accor di 2021

 

Protokol kesehatan seperti apa yang Anda terapkan di properti Swire Hotels untuk melindungi tamu dan karyawan?
Protokol kami sedikit berbeda dari satu tujuan ke tujuan lainnya. Dengan semua tim di seluruh portofolio, Swire Hotels secara teratur menilai dan memperbarui protokol sesuai dengan situasi lokal dan global, serta saran dari otoritas setempat.

Filosofi layanan kami selalu sangat pribadi – kami sebenarnya menyebut tamu kami sebagai ‘individualis‘, artinya kami menanggapi masing-masing tamu dengan cara yang dipersonalisasi, berpikiran terbuka, dan reseptif, dan ini pasti akan terus terjadi.

Kami juga menerapkan pemeriksaan suhu rutin untuk tamu dan kolega, meningkatkan sanitasi terutama untuk ruang komunal dan penerapan jarak di seluruh restoran kami.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Swire Hotels (@swirehotels)

Apa dampak terbesar dari pandemi terhadap operasional Swire Hotels? Bagaimana Anda bertahan di situasi seperti ini?

Tujuan inti dari Swire Hotels adalah untuk memberikan layanan otentik dan tak terlupakan bagi para tamu kami. Tujuan ini tetap sama, namun kami tentu saja beradaptasi dengan situasi yang terus berkembang saat kami keluar dari pandemi.

TRENDING:  Tempat-Tempat Menyepi di Tengah Keramaian Hong Kong

Perubahan utama selama pandemi ini adalah penggunaan teknologi. Kami telah menyaksikan inovasi digital yang meluas, namun dengan kebersihan sebagai faktor pendorong, proses dan penerapan ini benar-benar dipercepat. Misalnya, beberapa hotel kami, menggunakan kode QR secara ekstensif (untuk melihat menu di restoran dan bar kami), dan juga menghilangkan banyak administrasi tradisional seputar penerimaan dengan pembayaran digital, menghilangkan kebutuhan untuk menangani uang tunai.

Kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan di semua area bisnis adalah kuncinya, selain fokus kami yang berkelanjutan. Dari memulai kemitraan CSR baru hingga membuat acara pop-up unik dan kolaborasi merek. Tim kami sangat luar biasa dalam belajar dari satu sama lain dan terus menciptakan pengalaman yang luar biasa.

 

Kami tertarik dengan The House Collective. Ceritakan lebih banyak tentang brand ini dan apakah ada rencana membukanya di luar China?
The House Collective adalah properti yang sangat mewah dan individual. Masing-masing dirancang secara unik, yaitu: The Opposite House di Beijing, The Upper House di Hong Kong, The Temple House di Chengdu dan The Middle House di Shanghai. Semuanya dirancang untuk pelancong berpengalaman yang mencari pengalaman berbeda, intim dan personal dalam sebuah perjalanan mewah.

Setiap properti The Collective House dibuat oleh arsitek dan desainer pilihan yang mencerminkan kualitas unik lingkungan mereka. Tim kami di brand ini membangun persahabatan dengan tamu kami, memungkinkan mereka untuk memberikan layanan dan pengalaman yang benar-benar dipersonalisasi untuk tamu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by The Temple House (@templehousecdu)


Kami tahu Swire Hotels memiliki properti di China, Hong Kong dan Amerika Serikat. Apa yang membuat properti ini berbeda dari yang lain?
Kami adalah grup hotel individual yang dirancang khusus untuk menawarkan pengalaman baru pada tamu. Semua hotel kami dengan brand EAST dan The Collective House punya keunikan sendiri. Setiap lokasi harus mencerminkan lingkungan yang unik. Salah satu faktor pembeda utama dari brand Swire Hotels adalah bahwa setiap hotel memiliki karakternya sendiri, sehingga mereka yang mungkin akrab dengan The Upper House di Hong Kong akan merasakan pengalaman menginap yang benar-benar unik dan mengejutkan di The Temple House, namun masih bisa merasakan sentuhan Swire yang sudah dikenal.

TRENDING:  5 Hotel Iglo dengan Sensasi Unik Selama Musim Dingin

 

Bila berkesempatan membuka cabang di Indonesia, kota mana yang menurut Anda cocok untuk brand EAST dan The Collective House?
Indonesia adalah negara yang indah dan saya selalu menyukai perjalanan saya di sana. Jadi akan sangat istimewa untuk menjajaki proyek Swire Hotels di sana di masa depan. Saya tidak memikirkan kota tertentu, tetapi saya pasti terbuka untuk berbagai kemungkinan dan peluang di sana.

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles