Now Reading:

Menikmati Thailand Selama #DiRumahAja, ini Caranya


Thailand baru saja memperpanjang masa larangan terbang ke negaranya hingga 18 April 2020 dan menutup beberapa destinasi wisata andalannya, termasuk Phuket selama wabah Covid-19 berlangsung.

Tentu saja negara favorit para pejalan global ini tak bisa dikunjungi selama beberapa saat terakhir ini. Namun bila rindu dengan Thailand, cara-cara yang direkomendasikan Tourism Authority of Thailand (TAT) berikut ini mungkin ampuh untuk tak sekadar melepas rindu tapi juga bisa mengusir rasa bosan akibat #DiRumahAja terlalu lama.


Traveler’s Choice: 8 Atraksi Liburan di Hat Yai yang Tak Kalah Seru dengan Bangkok


Pakai masker gaya Thailand
Pakai masker sudah jadi kewajiban di beberapa kota di Indonesia. Agar tak tampil begitu-gitu saja, masker-masker bermotif kain tradisional Thailand juga bisa menjadi alternatif untuk tampil gaya dan lebih cerah, seperti motif berikut ini:

Tai Lue, gaya Thailand Utara
Tai Lue adalah kelompok etnis dari Sipsong Panna di provinsi Yunnan Selatan, China. Bermigrasi ke selatan dan menetap di banyak daerah pegunungan di Thailand utara, mereka membawa gaya unik dari teknik kain tenun. yang sebagian besar dilakukan dengan benang katun. Gaya menenun tertentu yang paling dikenal disebut ‘Lai Ko’ atau ‘Lai Nam Lai’, yang mencakup proses menggambar dan memutar benang ke dalam berbagai pola.

Foto: wisatathailand.id


Indigo-Dyed dari Isan
Kain Indigo Thailand atau ‘Pha Kram’ dapat berupa kain pintal tangan atau kain buatan mesin yang direndam dalam pewarna nila alami, menghasilkan varian warna biru. Biasanya, kain nila berhubungan dengan wilayah timur laut (Isan) Thailand, sebagian besar di provinsi Sakon Nakhon, terutama di komunitas Ban Non Reur dan Don Koi di mana kain nila tradisional masih dibuat.

Foto: wisatathailand.id


Pha Khao Ma (Loincloth) dari Central
Pha Khao Ma adalah sepotong kain yang biasanya dikenakan di pinggang oleh pria tradisional Thailand. Kain ini memiliki banyak kegunaan – mulai dari pakaian mandi, handuk, tutup kepala, dan kadang-kadang dikreasikan sebagai cradle. Pola khas Pha Khao Ma adalah kotak-kotak dan garis-garis, dengan beberapa variasi pada setiap daerah.

Foto: wisatathailand.id


Batik Thailand Selatan
Batik adalah teknik pewarnaan tahan lilin yang dibuat dengan menggambar pola dalam titik dan garis menggunakan lilin panas untuk mengontrol pewarnaan. Batik tersedia dalam berbagai desain. Sementara sebagian besar dipengaruhi oleh budaya yang berbeda, batik sebagian besar tersedia dalam bentuk alami flora dan fauna.

Foto: wisatathailand.id


Advertisement


Nonton film Thailand
Thailand juga populer dengan film-film romantisnya yang berbumbu komedi. Beberapa di antaranya bahkan pernah menghiasi layar bioskop Indonesia. Berikut adalah rekomendasi untuk pengusir rasa bosan selama #DiRumahAja sekaligus mengobati rindu akan Thailand:

TRENDING:  Selain Phuket, ini 10 Pantai Fotogenik di Thailand

Traveler’s Choice: Buat Petualang Sejati, Tempat Wisata Anti-Mainstream di Bangkok


Hello Stranger (2010)
Hello Stranger mengisahkan tentang kisah cinta seorang laki-laki dan perempuan yang ditakdirkan bertemu di Seoul selama perjalanan pribadi mereka ke Korea. Akhir ceritanya cukup mengejutkan.

Crazy Little Thing Called Love (2011)
Film yang tak lekang oleh waktu ini mengisahkan tentang perjuangan seorang gadis yang rela mengubah dirinya demi mendapatkan sang pujaan hati. Belum pernah menontonnya? Tonton sekarang, dijamin akan membuat senyum-senyum sendiri selama film.

I Fine… Thank You Love You (2014)
Film ini menceritakan tentang seorang pemuda yang belajar privat bahasa Inggris demi bisa berkomunikasi dengan pacarnya. Apakah ia berhasil dan bisa memenangkan kembali cintanya? Atau ia justru jatuh hati dengan sang guru privatnya?

TRENDING:  127 Taman Nasional di Thailand Siap Dibuka Lagi Usai Pandemi

App War (2019)
App War menceritakan tentang dua pendiri startup aplikasi, Bom dan June. Aplikasi ‘Inviter’ milik Bomb dan ‘Amjoin’ milik June memiliki ide yang sama: untuk menyatukan orang-orang dengan hobi yang sama. Itu mengapa keduanya bersaing untuk mendapatkan hati investor dan maju ke Liga Startup Thailand. Sebenarnya mereka sudah berusaha professional ketika berbisnis, namun ketika keduanya sama-sama saling jatuh hati, mampukah mereka memilih antara hati dan karier?


Advertisement


Mencoba resep kuliner Thailand
Salah satu hal populer yang dilakukan saat #DiRumahAja adalah memasak sekaligus mencoba resep-resep baru. Bila kangen dengan jajanan jalanan di Bangkok, resep-resep berikut bisa dicoba:

Kari Panang
Makanan khas Thailand ini berupa daging atau udang dengan kuah kari yang lebih ringan. Kuah Kari Panang biasanya terbuat dari pasta cabai merah, santan, dan tambahan daun basil atau daun jeruk purut. Berikut adalah bahan-bahannya:

  • 350 gram udang
  • 75 gram kacang polong beku
  • 6 lembar daun jeruk (iris halus)
  • 2 sdm minyak goreng
  • 1 batang serai (ambil bagian putihnya, memarkan)
  • 1/2 cm lengkuas (memarkan)
  • 2 sdt akar ketumbar (cincang)
  • 750 ml santan kental
  • 1 sdt kulit jeruk lemon parut
  • 1 sdm kecap ikan
  • 2 sdt gula merah (serut)
  • 1 sdt garam

Bahan bumbu halus:

  • 5 buah cabai kering (buang bijinya)
  • 2 siung bawang putih
  • 4 butir bawang merah
  • 1 sdm ebi (rendam air panas)
  • 1/2 sdt merica

Cara membuatnya:

  • Panaskan minyak goreng, tumis lengkuas, batang serai, akar ketumbar, dan bumbu-bumbu halus lainnya hingga harum.
  • Tuang santan, tambahkan kulit jeruk lemon, gula merah, kecap ikan, garam, masukkan udang.
  • Masak hingga kental dan berminyak, tambahkan kacang polong dan daun jeruk iris.
  • Tes rasanya, lalu angkat dan hidangkan di mangkuk saji.
View this post on Instagram

A post shared by Dani | Healthy Austin Foodie (@healthyfoodieatx) on


Editor’s Choice: Bosan dengan Bangkok? Kunjungi 8 Kota ini di Thailand


Ayam Pandan Thailand
Sesuai dengan namanya, makanan ini berupa ayam yang disajikan dengan daun pandan sehingga muncul aroma yang semakin menggugah selera. Bahan-bahannya adalah sebagai berikut:

  • 1/2 kg ayam fillet
  • Daun pandan secukupnya
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm kecap asin
  • 1 sdt minyak wijen
  • 1/2 sdt merica
  • 3 siung bawang putih (ulek halus)
  • 1 sdt kecap manis
TRENDING:  Tak Kalah Lezat, 8 Kuliner Thailand Selain Pad Thai dan Tom Yum

Cara membuatnya:

  • Cuci bersih ayam dengan garam sampai ayam keset, potong sesuai selera.
  • Campur semua bumbu ke ayam, urap sampai rata, diamkan di dalam kulkas hingga sejam.
  • Bungkus ayam dengan daun pandan, goreng dengan api sedang.
  • Setelah matang, Ayam Pandan khas Thailand siap disajikan.
View this post on Instagram

A post shared by ⚜ VenusXIII ⚜ 🇫🇷 (@venusxiii) on

Gambar utama oleh Rémi Deligeon dari Pixabay

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles