Now Reading:

EDG Design, Mendefinisikan Ulang Kemewahan


Hotel dan restoran kini punya nafas baru berkat rancangan yang dikenal dengan istilah instagenik atau fotogenik. Desain interior seolah menjadi kunci yang menentukan popularitas suatu tempat dan jiwa yang mewakili tempat tersebut.

Piya Thamchariyawat, Principal/Creative Director EDG Design berbagi cerita seputar dunia desain dan arsitektur Asia, khususnya di saat pandemi melanda. Kiprah EDG Design di Indonesia bisa dinikmati di Flat Stanley, Seasalt Bali dan yang teranyar adalah The Chinese National di Jakarta.

EDG Design adalah perusahaan desain dan studio branding global pemenang penghargaan yang berada di Singapura dengan pusatnya di San Fransisco Bay Area dan kantor cabangnya di Dallas.


Travelers’ Choice: Dikelola Celebrity Chef, ini 5 Restoran Mandarin Oriental Rekomendasi Foodie


Tim EDG Design terdiri dari orang-orang berbeda latar belakang pendidikan, profesi dan pengetahuan. Bagaimana menyatukan itu semua dalam satu proyek?
Kami percaya bahwa keragaman pengalaman dan latar belakang setiap anggota tim kami yang memungkinkan kami untuk menangani berbagai jenis proyek yang berbeda.

Creative Strategist kami, Sam dan saya sendiri contohnya, memiliki keahlian dalam berbagai bidang, namun telah bekerjasama dalam berbagai proyek dan mencapai keseimbangan optimal antara kebutuhan kreatif dan bisnis.

Pada akhirnya tim EDG menggunakan kekuatan gabungan kami dalam initial strategy, brand positioning dan konseptualisasi F&B untuk memastikan desain kami unik dan merespon sepenuhnya kebutuhan klien.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by EDG Design (@edgdesign) on

Saat ini kita sedang mengalami pandemi Covid-19. Perubahan atau transisi apa yang akan kita lihat pada arsitektur khususnya di Asia?
Kita akan melihat peningkatan kebutuhan untuk optimasi ruang. Desain akan memainkan peran besar dalam memastikan bahwa pengalaman tamu tidak terganggu saat mematuhi aturan-aturan baru.

TRENDING:  'Sudestada To Go' Layanan Pesan Antar dari Sudestada Jakarta

Untuk desain hospitality, kita pasti akan melihat inovasi seputar konsep menciptakan lingkungan yang aman dan persepsi kebersihan, selain tindakan pencegahan untuk keamanan bersama. Tujuannya adalah untuk membangun rasa percaya tamu dan pengalaman yang optimal.

Social distancing memang tak menyenangkan, jadi penting untuk membuat batasan tidak terlalu eksklusif. Kami telah melihat beberapa desain outdoor yang menarik, seperti meja makan dalam pod di sebuah restoran di Amsterdam.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by EDG Design (@edgdesign) on

EDG telah merancang banyak restoran terbaik di Asia termasuk Indonesia. Apakah ada alasan khusus dibalik minat Anda pada desain restoran?
Selama lebih dari 30 tahun, desain restoran telah menjadi bagian dari perusahaan EDG. Latar belakang tim kami dengan Michael sebagai pemilik restoran dan mantan executive chef, Sam punya latar hospitality dan F&B yang kuat, artinya kami punya pemahaman yang kompleks tentang pengalaman tamu restoran dan cara mendesain bentuk.

Thailand, tempat dimana makanan punya akar yang kuat dengan budaya adalah tempat kelahiran saya. Orang tua dan kerabat saya tampaknya berhutang budi pada restoran tempat saya dibesarkan dan belajar tentang apa yang dapat dilakukan desain untuk menciptakan pengalaman tak terlupakan pada pelanggan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by EDG Design (@edgdesign) on

The Chinese National terlihat begitu cantik. Ceritakan lebih banyak tentang konsep tempat ini.
Ini ibarat pujian tertinggi pada empat penemuan ikonik bangsa Tiongkok, yaitu mesin cetak, kompas, kertas dan mesiu. The Chinese National adalah gabungan pengalaman yang trendi, modern dan eksploratif dari semuanya itu.

TRENDING:  Kangen Liburan? Kunjungi 5 Penginapan Eksklusif Rekomendasi Booking.com

Ciri khas The Chinese National adalah keserbagunaan dan fleksibilitasnya. Gambaran transisi dari sarapan, makan siang dan makan malam terpapar jelas dalam desain. Di malam hari, tempat makan berubah menjadi kompleks kuliner khas Tiongkok yang beroperasi secara terpisah dan menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda-beda.

Setiap momen bersantap ditujukan untuk mendefinisikan kembali masakan pedalaman Tiongkok yang diterjemahkan dalam paparan desain yang detil dan rumit.

Pagi dan siang hari, empat ruang yang berbeda ini kembali menyatu sebagai tempat sarapan dan juga memungkinkan tamu untuk mengitari tempat ini sepuasnya. Ada panel-panel tersembunyi di ruang terbuka dan terututp yang bisa saling menghubungkan bila diperlukan.

Pada akhirnya, semua ruangan menggunakan bahasa yang sama. Namun layaknya bahasa China, setiap ruang punya dialek visualnya sendiri-sendiri.


Travelers’ Choice: Riverhouse Bali, Rumah Pemuja Kesunyian


Budaya Tiongkok termasuk salah satu budaya yang rumit untuk dipelajari. Apa tantangan tersulit saat mendesain The Chinese National?
Tantangan utamanya bukan memasukan elemen China kuno ke dalam setiap desain, tapi lebih kepada tingkat yang lebih fungsional. Klien menghadapi masalah yang lazim dihadapi pelaku bisnis perhotelan. Mereka butuh ruang yang besar supaya cukup untuk menampung tamu saat sarapan, namun mereka juga ingin ruang ini dimanfaatkan di sisa hari setelah waktu sarapan.

TRENDING:  Situs Asian Food Network Kini Berbahasa Indonesia

Swissotel Jakarta memiliki 412 kamar, jadi butuh ruang makan yang bisa menampung tamu dari semua kamar itu. Ini sebabnya kami merancang khusus sebuah kompleks bersantap bernuansa China yang masing-masing menawarkan pengalaman berbeda namun dapat bertransisi menjadi satu.


Advertisement


Berdasarkan konsep restoran dan kulinernya, kami kemudian menentukan konsep desainnya dan mengambil inspirasi dari masa lalu untuk nostalgia. Kami melakukan banyak penelitian untuk memadukan getaran industri vintage dengan nuansa Tiongkok, menemukan keseimbangan yang halus antara art deco dan industri, antara formal dan kasual.

 

Di masa depan, apa yang bakal menjadi tren dalam arsitektur Asia terutama di Indonesia?
Saya percaya bahwa Asia sedang mendefinisikan ulang konsep kemewahan, baik dalam hospitality maupun F&B. Tidak lagi selalu ditentukan oleh mewah dan mewah. Saya percaya bahwa desain interior mewah yang bersahaja, hadir dengan narasi dan sentuhan kepribadian akan semakin dianut dan hal yang sama berlaku juga untuk ruang yang dirancang dengan mempertimbangkan hubungan manusia dengan alam.

 

 

Facebook Comments
Share This Articles