Now Reading:

Ketika Para Desainer Bersatu untuk Alam di “Fashion Rhapsody”

Pagelaran busana yang memadukan pentas busana dan instalasi seni, Fashion Rhapsody tahun ini akan berfokus pada isu pelestarian alam. Mengangkat tema “Harmoni Bumi”, acara yang digagas empat perancang busana papan atas yaitu Ariy Arka, Ayu Dyah Andari, Chintami Atmanagara, dan Yulia Fandy ini sekaligus ingin membuktikan bahwa di dalam dunia mode yang penuh gaya dan kemewahan, tetap dapat menyisipkan pesan yang luhur.



Tema “Harmoni Bumi” dipilih karena keempat perancang beritikad untuk menularkan karya mode mereka sambil mengindahkan hal baik terhadap bumi sebagai bentuk tanggungjawab atas apa yang sudah diambil dari bumi selama ini.


Traveler’s Choice: Tampil Baru, Ini Keistimewaan Karma Beach Club


“Intinya, apa yang telah kita nikmati dari bumi selayaknya kita kembalikan ke bumi secara bertahap dengan tindakan yang sesuai dengan kapasitas kita masing-masing,” ujar Ariy Arka melalui siaran pers.

Pre Event Harmoni Bumi telah berlangsung pada 30 April 2019 di Hallf Patiunus, dilanjutkan dengan Soft Event yang berlangsung pada 29 Oktober – 3 November 2019 di Mall Kota Kasablanka. Menutup seluruh rangkaian acara, akan digelar acara utama pada tanggal 26-29 Februari 2020 bertempat di The Tribrata, Darmawangsa.

View this post on Instagram

“The seed has been sown, the leaves have sprouted and the flower has bloomed. Fashion Rhapsody is coming to you this month!” . . . Nantikan FASHION RHAPSODY 2020, Fashion week thematic pertama di Indonesia dengan 4 tema dekorasi panggung yang spektakuler dengan puluhan koleksi terbaru Fashion designers kenamaan Indonesia, dan Fashion Bazaar dari brand-brand terbaik di Indonesia. Only at #FashionRhapsody on the 26 – 29 February 2020 at Tribrata Hall, Dharmawangsa ✨ . . Semua dana dari tiket masuk akan disumbangkan kepada saudara kita yang membutuhkan langsung melalui @dompet_dhuafa . . Be there to celebrate harmony of the earth together 💚 . More info please follow @fashionrhapsody.official and visit our website www.fashionrhapsody.id . . Director @rasheilas Production of @rasheilasproject Videographer @weekend_shutter Editor @denny.isw Wardrobe @abeeindonesia @byayudyahandari @yuliafandyofficial @aleabecollection @lbylcb Models @raisaalmiraa @reynaldirifaldo MUA & Hair Stylist @syifairfanimakeup Stylist & Pengarah Gaya @nursolehahap @shaztrange @qissthy #BerbagiBumi #FashionRhapsody #MainEventFashionRhapsody

A post shared by Fashion Rhapsody (@fashionrhapsody.official) on

Dalam perhelatan ini akan ditampilkan momen red carpet, jumpa media, fashion show, instalasi fashion, private preview, fashion booth display dan berbagai sesi menarik lainnya. Menargetkan sekitar 10.000 undangan, 20.000 pengunjung, 150 public figure, 8.000.000 viewer digital dan transaksi dengan angka sekitar 21 milyar, acara ini juga didukung oleh Dompet Dhuafa dan Yayasan Lions Indonesia.



Yulia Fandy akan mempersembahkan karya dari lini keduanya yang merupakan busana siap pakai dengan label “Yeef” (baca: Ye-Ef) yang diambil dari inisial namanya. Koleksinya disebut “Gaia” yang diambil dari literatur Yunani yang berarti “ibu” atau mother earth.


Editor’s Choice: Ku De Ta Kedatangan Dua Chef Baru dari Afrika Selatan


Sementara Chintami Atmanegara akan memamerkan karyanya yang terinspirasi dari potongan bebatuan. Mengambil keindahan warna-warna abstrak dari bongkahan batu, Chintami akan menerjemahkan keindahannya melalui bordir berbahan organdi di atas tenun Garut.


Traveler’s Choice: Kisah Cinta Rinaldy Yunardi di AQUA Reflections


Berbeda dengan Ayu Dyah Andari, ia melabel temanya dengan tajuk “Desert Rose” yang terinspirasi dari air, pasir dan angin di gurun yang kering. Warna gurun yang khas diangkat menjadi warna utama dengan paduan warna gading, baby rose, krem, hijau lumut, cokelat muda dan khaki. Sementara bordir dua dimensi diasumsikan sebagai angin dan air yang menerpa gurun.



Ariy Arka menaruh perhatian besar pada penggundulan hutan. Koleksinya akan didominasi dengan susunan warna hijau, cokelat, hitam dan putih berbentuk sapuan warna dicetak di atas busana mulai dari atasan, celana, maupun outer yang merupakan terjemahan saat ketika hutan masih hijau hingga meranggas lalu sirna sama sekali.

Ariy juga mengeluarkan label khusus bernama Ariy Arka X WWF dan menyisihkan sebesar 30 persen untuk WWF dan 10 persen untuk Dompet Dhuafa dari hasil penjualan koleksi dengan label ini.


Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles