Now Reading:

Merindukan Kembalinya 7 Festival ini Setelah Pandemi


Satu tahun lamanya publik dipaksa untuk tak lagi berkumpul, bersosialisasi secara fisik dan berjingkrak menikmati dentuman musik di tengah keramaian. Pandemi mengharuskan semua aktivitas tak terkecuali festival-festival besar untuk berhenti sejenak atau tampil dalam platform yang berbeda.

Menonton festival musik, kuliner atau diskusi secara virtual mungkin belum menjadi kebiasaan, meski publik dipaksa untuk menerima pil pahit bernama “kebiasaan baru.” Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang mutlak untuk saling bersua, menyapa dan berjabat hangat. Bukan termenung di depan monitor.

Beberapa festival besar yang sebelumnya selalu dinantikan penggemarnya, sempat tampil beda dengan platform digital. Namun kini harapan untuk kembali pada platform offline kembali jadi perbincangan. Dengan harapan pandemi segera mereda, berikut ini adalah tujuh festival populer di Indonesia yang paling dinanti oleh para fans garis kerasnya:


Travellers’ Choice: Festival Musik ala ibis: “ibis Music We Are Open”


Djakarta Warehouse Project (DWP)
Pesta musik EDM (Electronic Dance Music) terbesar di Indonesia ini juga diklaim sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Memulai kiprahnya pada 2008, DWP mendapat sambutan hangat dari penggemar dance music di Indonesia. Sederet DJ dan musisi global ternama pernah tampil di acara yang ekstra meriah ini, seperti Carl Cox, Rudimental, Jamie Jones hingga Flume. Wajar bila acara ini begitu dirindukan.


We The Fest (WTF)
WTF sempat tampil virtual di masa pandemi. Festival musik yang bisa dibilang sebagai pelopor di Asia Tenggara yang memadukan seni, urban lifestyle, musik, fashion dan makanan ini memulai kiprahnya pada 2014 dan langsung memiliki penggemar setianya sendiri. Salah satu festival musik terbaik yang pernah ada di Indonesia ini juga biasanya berlangsung hingga tiga hari dan tentu saja tak pernah sepi penonton, termasuk saat digelar virtual di masa pandemi.

View this post on Instagram

A post shared by WE THE FEST (@we.the.fest)


UFF dan UWRF
Di masa pandemi, festival paling populer di Bali ini sempat mengubah nama, melebur jadi satu dan tampil virtual di bawah nama “KEMBALI20: A Rebuild Bali Festival”. Ubud Food Festival (UFF) dan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) adalah festival tahunan yang juga tak pernah sepi dari kunjungan turis global. Digagas oleh Janet DeNeefe, awalnya UWRF dibuat untuk menggairahkan kembali pariwisata Bali akibat peristiwa kelam Bom Bali. Mendulang sukses luar biasa, Janet DeNeefe kemudian merancang satu acara berbeda dengan nuansa yang sama, yaitu UFF yang ternyata juga tak kalah diminati publik lokal dan internasional.


Java Jazz
Tak disangka, genre musik yang dianggap “anak tiri” di Indonesia ini ternyata justru membuat kejutan dengan BNI Java Jazz Festival yang penontonnya selalu membludak dan tiketnya ludes terjual. Resep sukses festival ini adalah memberi ruang apresiasi pada genre musik lain yang juga banyak peminat, seperti rock, indie dan pop. Musisi legendaris Sting pernah tampil di acara ini.


Sunny Side Up Tropical Festival
Digagas oleh Ismaya Live – yang juga sukses dengan WTF dan DWP – dengan kolaborasi dengan Potato Head Family, festival musik ini memulai kiprahnya pada 20 Agustus 2014 dan berlokasi di Potato Head Beach Club, Bali. Menghadirkan musisi dan DJ favorit, acara meriah selama dua hari ini bisa dinikmati sambil bersantgai di kolam renang yang menghadap ke pantai. Tentu saja ini sangat dirindukan!


BaliSpirit Festival
Kalau biasanya istilah “festival” identik dengan jingkrak-jingkrak, BaliSpirit Festival justru sebaliknya. Acara ini bertujuan untuk membangkitkan dan memelihara potensi dalam setiap individu untuk perubahan positif baik dalam diri sendiri maupun ke lingkungan. BaliSpirit Festival menghadirkan berbagai sesi acara, seperti yoga, tari dan musik yang dibangun selaras dengan ajaran Hindu Bali, yaitu Tri Hita Karana. Di masa pandemi, acara ini terpaksa ditunda perhelatannya.


Festival Jajanan Bango
Acara makan-makan yang bisa dibilang mempelopori festival kuliner di Indonesia ini selalu ditunggu kehadirannya dan selalu konisten menghadirkan berbagai penjaja kuliner legendaris di Indonesia. Bila kesulitan menemukan makanan lokal yang langka, di sinilah tempat terbaik untuk menemukannya.


Pucuk Coolinary Festival
Satu lagi acara kuliner yang mulai merambah Indonesia. Pucuk Coolinary Festival punya strategi berbeda dari festival besar kebanyakan, yaitu dengan menyasar para foodie di luar Jakarta, seperti Medan, Surabaya, Bali hingga Bandung. Acara yang selalu dipadati pecinta kuliner ini juga menghadirkan para penjaja makanan legendaris di Indonesia, dan salah satu keunggulannya adalah  dengan membebaskan biaya untuk para pesertanya sehingga harga makanan di acara ini relatif murah meriah.

Facebook Comments

POPULAR

TRENDING:  Tak Sekadar Wine di Seminyak Wine Carnival
Share This Articles