Now Reading:

Gogon, si Peracik Koktail Jamu di Grill’d Bali

Gerai burger populer asal Australia, Grill’d, membuka cabangnya di Bali. Selain terkenal dengan menu-menu burgernya, Grill’d Bali juga memperkenalkan bartendernya. I Komang Anik Adiputra yang akrab disapa Gogon, punya teknik dan resep sendiri dalam meracik minuman-minumannya di Grill’d. Mengacu pada konsep Grill’d yang berkomitmen menggunakan bahan lokal sebagai sumber racikannya, Gogon pun mengandalkan bahan-bahan tradisional untuk meracik koktailnya.

Sebelum di Grill’d, Gogon menjalani kiprahnya di berbagai tempat populer di Bali, seperti KU DE TA, PotatoHead dan Sarong Bar. Penasaran dengan resep dan reputasinya di dunia bartender di Bali, kami berbincang dengan Gogon.


Traveler’s Choice: 7 Tempat Menyepi di Bali Untuk Yoga dan Meditasi


Siapa tokoh yang menginspirasi Anda untuk berkarir sebagai bartender?
Zac Mirza dari Bartistry. Pada 2002 saya bekerja  di Hu’u bar di Petitenget, Seminyak. Satu satunya night club di sana yang menyajikan musik 80 dan 90-an. Zac Mirza adalah Bar Consultant kita. Dia mengajarkan banyak tentang bartending dan unsur art di dalamnya.



Benarkah di Indonesia bartender itu belum menjadi profesi yang diperhitungkan? Apa sebenarnya makna menjadi bartender bagi Anda sendiri?
Di Indonesia, ya benar. Karena image profesi ini sangat kental dengan hal-hal yang dilarang oleh budaya dan agama tertentu yaitu unsur alkohol. Hanya di Bali yang berpotensi besar dalam bidang ini karena di dukung dengan pariwisata dan kebudayaan yang memang sudah menjadi sebuah tradisi penduduk lokal.

Makna menjadi bartender bagi saya adalah selayaknya seorang chef atau kreator. Mengkreasikan sebuah konsep untuk terciptanya seni dalam sebuah minuman.


I Komang Anik Adiputra atau Gogon, bartender di Grill’d Bali. Foto oleh: Grill’d Bali


Sebelum di Grill’d, Anda sudah berkarir di banyak tempat terkenal di Bali. Apa yang membuat minuman Anda berbeda di Grill’d dibandingkan dengan tempat-tempat sebelumnya?
Konsep yang saya berikan pada setiap minuman yang ada di sini adalah craft, menyesuaikan dengan apa yang kita punya di  perkebunan. Jadi yang membedakan adalah kita menanam sendiri apa yg bisa kita olah untuk bahan minuman. 

Ceritakan tentang koktail favorit anda “Butterfly Kisses”. Jamu jenis apa yang anda gunakan?
Dulu banyak bar  yang menggunakan teknik layer agar minuman kelihatan cantik. Ini seperti oldschool bagi saya. Dari segi peletakan garnish yg stick di bibir gelas, ini benar-benar sudah jarang dilakukan. Koktail ini saya buat mengikuti konsep dari Grill’d yang menyuguhkan konsep healthy burger, dengan memadukan kunyit, kulit jeruk dan bunga telang. Saya mencoba membuatnya agar unsur healthy bisa terwujud.

Kalau dilihat dari bahan, ini menggunakan jamu kunyit seperti tradisi minum jamu kunyit setiap pagi di Indonesia.



Selain jamu, minuman tradisional apa lagi yang pernah/akan Anda racik dengan koktail?
Es Tambring. Minuman khas Bali dan hanya bisa ditemui di Bali ini mungkin bakalan saya padukan dengan beberapa bahan lainnya. Es tambring adalah es kelapa muda yang dicampur dengan gula bali, putih telur ayam kampung dan lunak.

Koktail apa yang paling sulit yang pernah Anda racik selama menjadi bartender?
Dry Martini. Biasanya kalau yang order koktail ini spesifik karena pastinya pecinta minuman klasik. Bahannya simple tapi terkadang dulu disalahkan karena ketidakseimbang antara  terlalu dingin dan kandungan cairan yg bikin seimbang.

Selain Butterfly Kisses, minuman apa yang paling favorit di Grill’d Seminyak?
Pine Star. Ini merupakan Tiki style cocktails. Bahannya rum, fresh orange juices, lemon, homemade cinnamon, pineapple jam, star fruit dan angostura bitter.

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles