Now Reading:

Saatnya Menikmati Alam dari Atas Jembatan


Wisata petualangan kini sedang naik daun. Adanya pandemi memaksa banyak orang untuk berlibur di tempat terbuka dan dekat dengan alam asri untuk membuat tubuh bugar kembali setelah keterbatasan aktivitas selama berbulan-bulan.

Salah satu wisata petualangan yang paling diminati adalah jembatan kanopi. Banyak negara di dunia habis-habisan merancang jembatan alam ini demi menarik turis yang haus petualangan alam bebas sekaligus mencari sudut foto yang menawan.

Beberapa jembatan kanopi di dunia berikut ini mungkin bisa menginspirasi untuk agenda jalan-jalan berikutnya setelah pandemi mulai mereda nanti:


Travellers’ Choice: Sudah Siap Traveling Lagi? Ini Tren Traveling 2021


Redwood Nightlights, Selandia Baru
Jembatan kanopi teryata tak hanya cantik di siang hari. Redwwod Nightlights di Rotorua adalah buktinya. Saat malam tiba, jembatan kanopi setinggi 20 meter yang berada di hutan ini justru baru mulai beroperasi menerima kunjungan turis. Cahaya temaram berwarna-warni akan menghiasi sekitar jembatan untuk mempercantik suasana malam hari. Bila beruntung, pengunjung bisa melihat burung kiwi yang melesat di antara pepohonan.


Treetop Walk Bavarian Forest, Jerman
Soal rancang bangun, Jerman memang ahlinya. Jembatan melingkar sepanjang 1.300 meter ini mengajak wisatawan menikmati alam hutan dari ketinggian mulai delapan meter hingga 25 meter. Puncaknya adalah sebuah dek observasi di ketinggian 42 meter yang bernama Baum-Ei. Tempat ini tergolong ramah disabilitas karena rancangannya yang memungkinkan pengunjung bisa menikmati petualangan denngan kursi roda atau membawa kereta bayi.


OCBC Skyway, Singapura
Merupakan bagian dari Gardens by the Bay, tempat ini adalah salah satu lanskap ikonik Singapura yang juga menjadi titik paling fotogenik di Negeri Singa. Meski alam sekitarnya adalah hutan buatan, namun pendekatan unik arsitekturnya layak diapresiasi. Tempat ini menerima kunjungan wisatawan dari pagi hari, namun baru ramai saat matahari mulai terbenam berkat keindahan cahayanya.

View this post on Instagram

A post shared by Marie Ann (@annslifea7)


Bukit Bangkirai Canopy Bridge, Indonesia
Berada di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tempat ini menawarkan lokasi terbaik untuk menikmati hutan bangkirai yang tumbuh rapat di kawasan ini. Jembatannya sendiri berada di ketinggian sekitar 40 hingga 50 meter dengan panjang rutenya sekitar 64 meter. Memang jaraknya tak sepanjang jembatan yang lain, namun lokasi hutan yang sudah berusia 150 tahun ini merupakan rumah dari berbagai macam satwa khas Kalimantan yang langka.


Tahune Airwalk, Tasmania, Australia
Tasmania pernah dilanda kebakaran besar pada 2019 namun untungnya Tahune Airwalk tak menjadi korban. Tempat ini mengajak pengunjungnya untuk mengamati hutan yang tercatat dalam Situs Warisan Dunia UNESCO dari ketinggian 30 meter. Jembatan kanopi ini cukup menjanjikan bagi yang suka tantangan akrena jalurnya yang cukup panjang, yaitu sekitar 619 meter.


Poring Canopy Walkway, Sabah, Malaysia
Jembatan kanopi yang satu ini memang terlarang bagi yang fobia ketinggian. Pasalnya, jembatan sepanjang 175 meter ini memiliki tinggi  hingga 43 meter dan termasuk yang tertinggi di Sabah. Ketinggian kanopi ini juga diperkirakan lebih tinggi dari bangunan berlantai delapan.


Situgunung Suspension Bridge, Indonesia
Jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini juga diklaim sebagai yang terpanjang di Asia Tenggara. Dibuat dari kayu ulin yang didatangkan langsung dari Provinisi Papua, jembatan ini juga dikelola secara ketat. Salah satunya pembatasan pengunjung yang boleh berjalan melaluinya.

Facebook Comments

POPULAR

TRENDING:  Reservasi Bebas Pandemi Lewat Tiket CLEAN, Fitur Baru Tiket.com
Share This Articles