Now Reading:

Pendiri Karma Group, John Spence: Segera! Pariwisata akan Lebih Kuat dari Sebelumnya


Seperti pelaku industri hospitality lainnya, Karma Group harus mengalami masa sulit selama pandemi. Namun John Spence, pendiri Karma Group punya sikap berbeda. Ia Justru melihat peluang baru dan yakin bahwa pariwisata akan kembali pulih dengan cepat. Di tengah masa sulit, John Spence bahkan membuka beberapa properti baru. Salah satunya di kawasan Puncak, Jawa Barat yang jadi perbincangan hangat para pejalan dari Jakarta.

Kami berbincang dengan John Spence soal harapan dan peluang baru di masa sulit, serta sedikit rencananya untuk membuka properti berikutnya di beberapa tempat di Indonesia.


Pendiri Karma Group, John Spence. (Foto: Heidi Barroll Brown)


Beberapa properti dari Karma Group dibuka bertepatan dengan masa pandemi. Apa yang membuat Anda begitu yakin kalau pariwisata global akan segera pulih lagi?
Betul beberapa hotel baru kami justru dibuka pada saat pandemi melanda. Kami tidak ingin hotel-hotel kami menjadi mubazir juga selama pandemi dan saya memutuskan untuk tetap membuka hotel baru yang akan mengambil pasar lokal. Turis Indonesia akan berlibur di Indonesia, turis Australia juga akan berlibur di Australia, begitu juga India dan Eropa.

Mereka ini sudah sangat “lapar” untuk kembali bepergian, karena lockdown yang dialami dan pembatasan perjalanan yang sangat mengganggu.

Kita memang masih jauh dari benar-benar bebas pandemi, tapi lihat sisi baiknya, vaksin sudah beredar di seluruh dunia.

Beberapa negara memang harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru dengan agak lama, namun saya percaya semuanya akan kembali lagi. Ini karena selama pandemi orang tidak bisa bepergian dan bisa menabung lebih banyak, Di Inggris sendiri masyarakat secara umum bisa menabung 150 miliar Poundsterling selama pandemi. Jadi saya yakin bukan cuma pariwisata yang pulih, tapi boom! Akan terjadi masa yang menggembirakan dan pariwisata akan lebih kuat dari sebelumnya.

Karma Group di Bali baru saja memberikan vaksin kepada karyawan dan keluarganya. Apa langkah berikutnya dari Anda untuk meyakinkan publik bahwa Karma benar-benar peduli dengan kesehatan dan keselamatan para tamunya?

Ya kami sangat pro-aktif dengan vaksin, tak hanya di Bali tapi juga di India dan Eropa. Kami sangat pro-aktif juga untuk memberikan vaksin pada karyawan dan keluarganya. Saya rasa ini sangat penting. Kami berharap semua karyawan kami secepatnya sudah divaksin semuanya dan kami juga berharap semua tamu yang menginap juga sudah divaksin.

TRENDING:  Sneak Peek: Karma Song Hoai, Vietnam

Saya rasa itulah mantra kami dimana semua yang menginap dan karyawan kami sudah mendapat vaksin sehingga properti kami menjadi bubble untuk orang yang sudah mendapat vaksin.

Kami juga bukan hotel besar dengan ratusan kamar, tapi resor yang lebih eksklusif dan kami punya banyak ruang terbuka. Saya rasa para tamu akan lebih mencari ruang terbuka saat ini dan resor kami dengan sendirinya akan menciptakan natural social distancing.

Bagi saya solusi dalam masa pandemi ini pertama adalah vaksin, kedua tidak berinteraksi dengan banyak orang. Untungnya di Karma Resort tamu bisa bersantai di bar atau restoran atau bersantai di vila sementara chef kami memasakkan hidangan untuk tamu.

 

Wellness tourism semakin banyak diminati setelah terjadinya pandemi. Apakah Karma Spa punya program wellness tersendiri untuk memenuhi kebutuhan ini?
Betul, Karma Spa begitu populer terutama untuk market di Indonesia. Kami selalu fokus untuk pendekatan kesehatan holistik. Tentu kami punya layanan pijat dan menikur-pedikur, tapi kami ingin sesuatu yang lebih jauh lagi. Kami ingin fokus dengan yoga, penyembuhan alami, vitamin dan layanan spa lainnya.

Tentu kami punya program wellness sendiri untuk masa pandemi ini. Kita punya banyak Karma Spa yang tersebar di resort-resort kami dan akan ada satu lagi yang bakal dibuka di Indonesia.

TRENDING:  Soundbath, Layanan Baru dari Karma Spa

 

Karma Salak di Jawa Barat sepertinya mendapat perhatian besar dari publik di Jakarta dan sekitarnya. Bisakah Anda ceritakan lebih banyak lagi soal properti ini? Dan apa alasan Anda memilih Jawa Barat, khususnya Puncak untuk membuka properti terbaru dari Karma?
Sejujrunya, saya jatuh cinta pada tempat ini. Di awal masa pandemi kami sadar bahwa kami butuh lebih banyak resor di Indonesia. Kami punya dua pasar besar di Bali, yaitu Indonesia dan Australia. Sayangnya, pasar Australia harus berhenti karena mereka tidak bisa bepergian. Lalu kami berkomitmen untuk lebih mengembangkan pasar Indonesia.

Kami sadar kalau Indonesia punya banyak lokasi menarik untuk pasar domestik namun dalam jangka panjang juga akan menarik buat pasar internasional. Indonesia juga bakal mengalamai kejutan ekonomi karena banyak penduduk muda yang artinya ini orang-orang yang ingin enjoy menikmati traveling.

View this post on Instagram

A post shared by Karma Salak (@karmasalak)

Saya sendiri melakukan perjalanan dari Jakarta ke tempat ini untuk menemukan lokasi baru properti Karma. Tempat ini menarik sekali karena tak jauh dari Jakarta, punya makanan yang luar biasa, punya pemandangan gunung yang alami. Dan lalu kami membuat komitmen untuk mengembangkan properti ini di pasar domestik untuk nantinya juga dilanjutkan ke pasar internasional.

Kami juga sudah punya rencana properti baru di daerah Bandung, Jawa dan satu lagi di luar pulau Jawa.

Kami ingin punya 10 resort lagi di Indonesia dalam dua tahun ke depan. Kami juga merencanakan kantor baru di Jakarta untuk layanan pelanggan dan administrasi.

 

Apakah Anda punya trik dan tips khusus untuk menarik tamu menginap di properti Karma selama masa kenormalan baru ini?
Kami tidak terlalu berharap tamu menginap hanya satu malam saja. Kami berharap sebuah hubungan jangka panjang dengan tamu. Ada 45.000 anggota program loyalitas kami dan rasanya Indonesia menjadi salah satu yang cepat berkembang. Mereka yang menjadi anggota bisa menikmati banyak kelebihan dan akses di semua properti kami, termasuk kemewahannya. Seperti yang saya bilang, kami bukan hotel mewah yang besar, tapi butik yang eksklusif dimana tamu bisa menikmati social distancing secara alami.

TRENDING:  Karma Beach Uluwatu Kembali Dibuka

 

Setelah pandemi, berdasarkan pengalaman dan observasi Anda, akan seperti apa tren pariwisata dan bagaimana ini akan mempengaruhi Karma Group?
Seperti yang tadi saya sudah tegaskan, bahwa akan terjadi ledakan pariwisata, orang akan menemukan tempat-tempat baru, lebih passionate karena sempat tertahan untuk tidak boleh bepergian, banyak orang juga akan bikin banyak bucket-list karena dalam kondisi lockdown mereka punya banyak waktu untuk merencanakan perjalanan.

Yang jelas, pariwisata internasional akan tumbuh lagi dan pariwisata Indonesia akan semakin adventurous karena mereka tak sabar ingin melihat tempat-tempat menarik di seluruh dunia. Orang juga akan punya lebih banyak uang karena tidak bepergian selama pandemi.

Pandemi ini memang punya dampak bagi kita semua. Ibaratnya memasuki terowongan dengan jalan yang tak mulus seperti yang saya rasakan juga. Tapi saya orang yang positif dan saya yakin akan melihat jalan keluarnya dan saat itulah kondisi pariwisata akan lebih kuat dari sebelumnya termasuk di Indonesia.

Facebook Comments Box

POPULAR

Share This Articles