Now Reading:

7 ‘Untold Story’ K-Pop yang Jarang Diketahui Publik

Harus diakui bahwa K-Pop telah membawa budaya Korea Selatan melalui musik ke penjuru dunia. Genre musik yang satu ini selama bertahun-tahun telah membius publik dengan dominasinya melalui tak hanya lagu dan tari tapi juga gaya yang ikonik.

Bicara K-Pop sebetulnya tak hanya soal tembang-tembang populer atau deretan pria dan gadis Korea Selatan berparas manis dan seksi. K-Pop adalah soal jati diri, industri budaya, seni hingga filosofi. Di balik glamornya tampilan K-Pop, banyak hal yang tak disorot publik dari kiprah anak-anak muda Korea Selatan berparas elok ini.


Traveler’s Choice: 7 Mitos Unik yang Masih Dipercaya Warga Korea Selatan


Sekolah khusus pendidikan K-Pop
Ada institusi pendidikan khusus yang menggembleng anak-anak muda Korea Selatan untuk menjadi bintang K-Pop. Akademi K-Pop yang berlokasi di Gangnam, misalnya, rutin merekrut anak-anak muda dengan mimpi menjadi bintang hiburan di masa depan. Meski kontroversi, tapi program ini terus berlanjut. Peserta bahkan terikat kontrak dan harus berlatih ekstra keras dan tinggal dengan tim manajemen selama bertahun-tahun sebelum mereka dinilai layak untuk pentas global.


Bintang K-Pop adalah ikon fesyen
Menjadi bintang K-Pop tak hanya soal nyanyi dan tari, tapi juga dituntut menjadi ikon fesyen global. Itu sebabnya lembaga pendidikan K-Pop memiliki kurikulum yang padat dan sistem pendidikan yang keras untuk menggembleng anak-anak muda ini menjadi penyanyi sekaligus model papan atas. Desainer Amerika Serikat Jeremy Scott bahkan pernah menjadikan G-Dragon sebagai muse-nya dalam pagelaran koleksinya.

TRENDING:  Bikin Penasaran, ini 7 Kafe Bertema Unik di Seoul

Editor’s Choice: 9 Festival Seru di Gangwon, Korea Selatan 


Panggung internasional
Pemerintah Korea Selatan sendiri mengoptimalkan bintang-bintang K-Pop untuk pentas di berbagai acara bertingkat dunia, seperti Olimpiade. Pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyeongChang, bintang-bintang K-Pop mendominasi panggung seremoni pembukaan. Ini kontras dengan nasib J-Pop di Jepang yang melarang AKB48 untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2021 dengan alasan memalukan negara.



Engagement tertinggi di Twitter
Grup K-Pop BTS pernah meraih penghargaan dari Guiness Book of Record karena grup boyband tersebut mencatat engagement Twitter tertinggi di dunia. Berbagai promosi BTS pun kerap dilakukan secara online di media sosial untuk menjangkau fans lebih banyak. Berbeda dengan saingannya, J-Pop yang sampai sekarang masih mengandalkan marketing offline, seperti meet & greet dan promosi CD.

TRENDING:  Makgeolli, Tuak Korea yang Nyaris Punah


Terjerat ‘slave contract’
Dunia K-Pop akrab dengan istilah ‘slave contract‘ karena di balik glamornya K-Pop ada fenomena semacam ‘perbudakan’ dimana para manajer menikmati keuntungan penuh dari kerja keras para artisnya. Banyak kisah eksploitasi ini disampaikan oleh para artisnya sendiri.


Editor’s Choice: Trendi dengan Harga Terjangkau, ini 10 Hostel Nyaman di Korea Selatan 


Kerja sampai kelelahan
Para calon artis K-Pop biasanya harus melalui pendidikan semacam bootcamp dengan jadwal latihan yang keras dan padat. Namun itu belum seberapa karena ujian yang sesunguhnya adalah ketika mereka lulus dan harus berhadapan dengan panggung yang sebenarnya.

Media Rolling Stone pernah menyaksikan ‘siksaan’ ini secara langsung saat mendampingi BTS yang sedang tur di Amerika Serikat pada 2017. RM, personil BTS bahkan sempat diwawancara jurnalis Rolling Stone dengan tisu di hidung akibat darah yang terus mengalir karena kelelahan. Tapi, menurut RM, hal menyakitkan seperti itu sudah biasa mereka hadapi karena mereka dilatih untuk itu.



Ancaman bedah plastik
Warga Korea Selatan percaya bahwa kecantikan adalah kunci sukses di panggung hiburan. Itu sebabnya Korea Selatan juga diklaim sebagai ibu kota bedah plastik dunia. Satu dari tiga wanita di Korea Selatan diyakini melakukan bedah plastik menurut harian The New Yorker.

TRENDING:  5 Fakta Menarik Tata Krama Makan di Korea Selatan

Di dunia K-Pop, bedah plastik adalah hal wajar. Personil Super Junior, Shindong, pernah mengakui dirinya diminta bedah plastik kelopak mata oleh agensinya karena dianggap tak sedap dipandang.

Gambar utama oleh Big_Heart dari Pixabay

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles