Now Reading:

Kopi Turki yang Bikin Jatuh Hati


Bagi warga Turki, ngopi tak sekadar minum kopi. Kopi adalah kesatuan budaya, tradisi yang lestari dan bagian dari hidup. Itu sebabnya bicara soal kopi di Turki adalah bicara soal budaya dan tradisi yang sudah turun-temurun berabad-abad. UNESCO pun mengakui dan mencatat budaya kopi di Turki sebagai ‘Intangible Cultural Heritage’.


Traveler’s Choice: Essaouira, Jejak Portugis di Maroko


Selalu kopi
Kota-kota di Turki tak perah lepas dari deretan kedai kopi, termasuk di Istanbul. Kedai kopi adalah tempat di mana semua orang datang, menyesap kopi yang disajikan kental dengan rasa yang kuat, baik untuk dinikmati sendiri maupun bersama. Pekerja, politisi, seniman, pejabat atau rakyat biasa sekalipun tak pernah lepas dari minum kopi. Itulah Turki!

View this post on Instagram

A post shared by Velda Ferrary (@veldalferrary) on

Cara orang Turki untuk bersosialisasi, meluangkan waktu, menunggu atau sekadar mengobrol selalu menyertakan kopi. Cara ini membuat budaya kopi ikut melebur bersama kehidupan sehari-hari dan lama-lama menjadi karakter bangsa. Bahkan konon bila seorang gadis sedang dilamar, maka ia harus bisa menyajikan kopi dengan benar. Itu tandanya ia siap berumah tangga.

TRENDING:  Menikmati Teh Mint Ala Maroko

Advertisement


Editor’s Choice: 5 Sajian Manis Ala Timur Tengah Buat Buka Puasa


Kopi juga menimbulkan kubu-kubu garis keras di Turki. Ada kaum tradisional dan non tradisional yang saling berdebat seperti apa kopi yang paling enak dan salah atau benar menambahkan gula ke dalamnya. Atau berdebat soal makanan apa yang paling cocok mendampingi kopi.

View this post on Instagram

A post shared by Просто Ценитель (@coffee_critique_ua) on

Para ulama juga tak kalah seru. Di masa itu para ulama juga terbagi atas dua kubu soal kopi. Ulama seperti Ebussuud Efendi melarang konsumsi kopi, sementara Ebu’l Hassan Şazeli justru menganjurkan minum kopi agar jemaah kuat berdoa saat harus salat malam.

TRENDING:  5 Sajian Manis Ala Timur Tengah Buat Buka Puasa

Traveler’s Choice: Menikmati Teh Mint Ala Maroko


Kopi Turki memulai kiprahnya pada masa Kesultanan Ottoman. Saat Kairo berada dalam kekuasaan mereka, kopi Turki juga turut berkembang di sana dan sering disajikan daalam lingkungan kerajaan.


Advertisement


Bahkan ketika Ottoman menyerbu Wina pada Pertempuran Wina, seorang mata-mata Polandia bernama Jerzy Kulczycki yang membantu pasukan Astro-Hungaria memilih biji kopi segar untuk mendapatkan hak rampasan perang setelah orang-orang Wina membuangnya lantaran dikira makanan unta. Berbekal biji kopi Tukri, Kulczycki kemudian membuka kedai kopi bernama Zur Blauen Flasche yang kemudian menjadi konsep awal kedai kopi di seluruh dunia.


Editor’s Choice: Selain Dalgona, ini Kopi-Kopi Kekinian Pengusir Bosan Saat #DiRumahAja


John Sytmen, si pejuang kopi
Bicara soal status ‘Intangible Cultural Heritage’ dari UNESCO untuk kopi Turki, ini tak lepas dari perjuangan John Sytmen, founder dari Turkish Coffee Culture and Research Association. Sytmen punya andil penting dalam memperjuangkan budaya kopi Turki di era modern.

View this post on Instagram

A post shared by SultanCafe (@sultancafe_mx) on

Ada delapan buku tentang kopi Turki yang pernah dirilisnya dan kampanye-kampanye sukses tentang kopi yang pernah diraihnya termasuk sukses meyakinkan UNESCO untuk memasukkan kopi sebagai minuman pertama di dunia yang tercatat sebagai ‘Intangible Cultural Heritage’.

TRENDING:  'Sudestada To Go' Layanan Pesan Antar dari Sudestada Jakarta

Sytmen sendiri sebetulnya berasal dari Denmark. Namun ketertarikannya pada tradisi kopi Turki membuatnya membuka kedai kopi tradisional Turki di Istanbul pada 1995 dan untuk pertama kalinya ada orang asing yang menjual dan melestarikan budaya kopi di Turki.


Advertisement


Gambar utama oleh Okan Caliskan dari Pixabay

Facebook Comments
Share This Articles