Now Reading:

Kopi Vietnam, Begini Cara Menikmatinya


Suka ngopi? Di  Vietnam, kopi bukan sekadar minuman, tapi lebih kepada gaya hidup. Kota-kota di Vietnam akan menjadi kota hantu bila tak ada deretan kafe di sepanjang jalan. Kedai kopi atau kafe bisa mudah ditemui di mana saja di pusat kota bahkan pedesaan atau pinggiran kota.

Dari kafe ekstra nyaman sampai kedai kopi sederhana di pinggir alan atau gang sempit, semuanya tak pernah sepi pengunjung. Dari orang tua sampai anak muda seperti tak ada hentinya memenuhi kedai kopi di Vietnam. Jadi, rasanya sukar untuk mengabaikan kedai kopi begitu saja bila berkunjung ke negara ini. Ngopi di Vietnam adalah kesempatan untuk mendapatkan teman baru, mengobrol, bersantai hingga berdiskusi serius.


Travelers’ Choice: Hoi An, Surga Baru Pecinta Yoga


Berawal dari Prancis
Meski nyaris tak ada dokumentasi pasti, namun budaya ngopi di Vietnam dipercaya diawali dari masuknya misionaris Prancis pada 1850-an. Para misionaris ini kemudian menanam benih Arabika yang ternyata cocok dengan iklim Vietnam dan produksi kopi pun mulai melesat, apalagi setelah Prancis mengalahkan tentara China dan leluasa menjajah Vietnam pada 1887.

View this post on Instagram

A post shared by Visit Vietnam (@visitvietnam) on

Industri kopi mulai booming di Vietnam dengan jenis Robusta yang mendominasi hampir seluruh konsumsi kopi di seantero negeri. Namun ada satu hal yang dirindukan orang Prancis, yaitu minimnya susu segar sehingga mereka merindukan hadirnya secangkir kopi susu khas Prancis.

Karena impor susu murni masih tidak mungkin dan berakibat susu membusuk karena lamanya perjalanan, maka mereka mengimpor susu kental yang lebih awet. Di sinilah awal terciptanya kopi susu khas Vietnam, ca phe sua da.


Travelers’ Choice: Bikin Mager, 7 Kafe dan Bar Tepi Pantai di Penang


Ngopi ala Vietnam, begini caranya
Ca phe sua da adalah cara ngopi paling lazim di Vietnam. Tak sekadar minum kopi, ca phe sua da melibatkan penikmat kopi untuk melakukan prosesnya dari awal hingga akhir.

Mula-mula kopi Robusta diseduh pada wadah saringan kecil bernama phin dan diletakkan di atas gelas kecil yang sudah diisi susu kental secukupnya. Kopi akan menetes dari saringan dan bercampur dengan susu kental. Tak bisa buru-buru, proses ini harus diikuti seperti apa adanya.

View this post on Instagram

A post shared by Visit Vietnam (@visitvietnam) on

Setelah tercampur semua, larutan kopi susu dituangkan dalam gelas kedua yang lebih tinggi dan diisi es batu. Jangan diminum langsung sampai habis, tradisi setempat mengharuskan untuk meminumnya perlahan sambil mengobrol dan bersantai.

Jenis lain yang harus dicoba adalah ca phe trung atau kopi telur. Disajikan panas, kopi ini sebetulnya lebih pantas disebut hidangan penutup daripada secangkir kopi untuk mengobrol.

Sejarahnya, pada 1946 Vietnam sempat kekurangan produk susu. Seorang bartender asal Hanoi, Nguyen Van Giang kemudian punya ide untuk menggantikannya dengan kuning telur yang dikocok hingga kental dan berbusa dan ini membuat kopi jadi lebih terasa seperti tiramisu.


Advertisement


Bagi yang ingin menikmati kopi dengan sentuhan berbeda, orang Vietnam punya banyak racikan seperti kopi dengan yogurt, kelapa hingga alpukat. Memang tak semua kafe menyediakan menu ini, namun beberapa jaringan kafe populer cukup laris dengan kopi-kopi kekinian ini.

Kopi di Vietnam memang diperkenalkan oleh orang Prancis, namun orang Vietnam dengan sigap mengadopsinya menjadi minuman lokal melalui racikannya yang khas dan membuatnya berbeda dari kopi-kopi induknya di Eropa.

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles