Now Reading:

12 Kuliner Jepang yang Bikin Rindu Traveling Lagi


Banyak negara yang iri pada Jepang soal kulinernya yang mendunia. Popularitas kuliner ternyata tak harus bergantung pada ramainya bumbu dan sejarah gastronomi yang berliku-liku.

Dengan kesederhanaannya, kuliner Jepang ternyata menjunjung kaidah “rules of five” dalam setiap menunya. Lima hukum tersebut adalah lima warna (hitam, putih, kuning, merah dan hijau), lima teknik memasak (mentah, grill, kukus, rebus dan goreng), dan lima rasa (manis, pedas, asin, asam dan pahit).

Pakem inilah yang selalu dihadirkan dalam seporsi makanan autentik Jepang. Di Indonesia sendiri makanan Jepang juga amat populer dan mudah ditemui. Namun menikmatinya langsung di Jepang adalah pilihan terbaik, karena selain rasa yang autentik, bahan-bahan yang digunakan juga alami dan berkualitas tinggi.

Berikut adalah 12 kuliner yang wajib dicoba saat sedang traveling ke Jepang:


Travellers’ Choice: Menikmati Onsen di Jepang? Ini Aturannya


 

Yakitori
Bila suka makan ayam, Yakitori wajib masuk dalam daftar. Makanan yang terbuat dari ayam ini ukurannya tak besar, namun di dalamnya terdapat hampir semua bagian ayam, seperti hati ayam hingga bagian jengger. Memasukkan nyaris semua elemen dalam ayam ini sebetulnya dilakukan untuk menghindari pemborosan makanan. Menurut sejarah, Yakitori juga mulai dikenal warga Jepang mulai abad-17 karena sebelumnya mengkonsumsi daging empat dianggap hal terlarang di Jepang.

 

Tsukemono
Bisa dibilang ini adalah salah satu makanan tertua di Jepang, karena sudah dikonsumsi sejak zaman pre-historik. Tsukemono adalah acar yang dibuat dari berbagai jenis sayur dan buah, seperti lobak, terung dan plum. Makanan yang berwarna cerah ini selain menarik untuk difoto juga diklaim sebagai salah satu makanan paling sehat.

 

Sashimi
Jepang memang punya cara tersendiri untuk mengolah makanan mentah. Jauh sebelum sushi terkenal, sashimi adalah makanan populer warga Jepang. Makanan ini menyajikan hidangan mentah dan segar yang dipotong tipis. Daging yang disajikan biasanya adalah daging sapi (gyuu-sashi), ayam (tori-zashi), dan terkadang kuda (basashi). Namun yang paling populer hingga kini adalah daging ikan.

TRENDING:  Usai Keliling Tokyo, Segarkan Diri Dulu di Tempat-Tempat Onsen ini

 

Sushi
Makanan paling populer ini tak hanya mudah ditemui di Jepang, tapi hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak yang belum tahu kalau awalnya, sushi adalah proses mengawetkan ikan menggunakan nasi fermentasi. Namun kini sushi lebih populer sebagai makanan utama yang disajikan dengan berbagai bahan pendamping, seperti daging dan sayuran.


 

View this post on Instagram

 

A post shared by JNTO Jakarta Office (@jntoid)

Kaiseki
Bila suka atraksi fine-dining, kaiseki wajib dijadwalkan untuk dicoba. Kaiseki adalah jamuan makan yang menyajikan porsi-porsi kecil makanan yang biasanya menghadirkan menu musiman dan dipresentasikan dengan sangat detil dan teliti. Seperti yang kita tahu bahwa Jepang sangat lihai soal ketelitian dan hal detil. Kaiseki awalnya adalah berupa kudapan saat jamuan minum teh. Namun seiring waktu, sajian ini berkembang menjadi sajian makan utama yang dihidangkan untuk momen istimewa.


Miso
Miso memang terlihat seperti sup sederhana, namun sup ini diracik khusus agar bisa sesuai dengan hidangan apapun di Jepang. Kuahnya dibuat dari kaldu dashi (kaldu ikan atau rumput laut) dan disajikan dengan olahan kacang miso untuk menghadirkan rasa gurih. Isi sup bisa bervariasi sesuai dengan musim yang sedang berlangsung, seperti ikan, tahu, dan daging.


 

View this post on Instagram

 

A post shared by JNTO Jakarta Office (@jntoid)

Tempura
Makanan yang juga populer di Indonesia ini adalah berupa hidangan laut (biasanya udang) atau sayuran yang digoreng renyah namun tetap lembut. Tak sembarang menggoreng, rahasia kelezatan tempura terletak pada adonannya yang dingin dan minyak panasnya yang membuat hidangan menjadi renyah sempurna. Menyantap tempura juga ternyata memiliki perbedaan di beberapa tempat, seperti di Tokyo yang menyantapnya dengan saus dan di Kyoto dan Osaka yang dicelupkan ke dalam garam.

TRENDING:  6 Lokasi Nyata yang Jadi Inspirasi Animasi Studio Ghibli

Udon
Bagi penyuka mi, udon adalah makanan wajib bila liburan ke Jepang atau rindu makanan Jepang. Mi yang padat dan kenyal ini dibuat dari terigu dan merupakan salah satu santapan paling terkenal di Jepang karena bisa dimakan saat masih panas atau dingin. Udon juga bisa dimakan dengan tambahan topping apa saja sesuai selera. Di Jepang sendiri, ada tiga jenis udon sesuai wilayahnya, yaitu Sanuki Udon dari kawasan Barat Daya, Kishimen dari Nagoya di Jepang Tengah, dan Inaniwa Udon dari Akita di utara Jepang.


Soba
Sedikit berbeda bentuk dengan udon, soba adalah mi yang lebih tipis dan lebar dan terbuat dari tepung soba. Dipercaya sudah dikonsumsi warga Jepang sejak berabad-abad, soba juga diyakini sebagai salah satu makanan sehat yang lezat disantap. Soba juga mirip dengan udon dalam penyajiannya, yaitu bia disajikan kapan saja sepanjang tahun, panas ataupun dingin.


 

View this post on Instagram

 

A post shared by JNTO Jakarta Office (@jntoid)

Ramen
Aslinya, ramen memang berasal dari Tiongkok. Tapi kini ramen menjadi begitu populer di Jepang dan dikenal sebagai makanan Jepang di seluruh dunia. Biasanya ramen disajikan dalam mangkuk besar dengan kuah segar yang dibuat dari tulang babi, ayam atau hidangan laut. Ada juga kuah ramen yang dibuat dari resep rahasia warisan keluarga secara turun-temurun. Ramen adalah mi berbentuk lebih tipis yang disajikan dengan berbagai toping seperti irisan daging, moyashi (tauge) dan menma (rebung yang difermentasi).

TRENDING:  7 Tempat Favorit Menikmati Pemandangan Gunung Fuji

Di mana tempat terbaik menikmati ramen di Jepang? Meskipun Tokyo atau Osaka menyediakan segala pemuas kuliner, namun dua kota yang populer dengan ramen adalah Fukuoka dengan ramen tonkotsu dan Sapporo dengan ramen miso.


Shojin-ryori
Lupakan segala jenis daging, seperti daging sapi, ayam atau ikan. Shojin-ryori adalah menu vegetarian khas pendeta Buddha di Jepang. Menu-menunya menyajikan aneka tahu yang diolah dengan berbagai macam cara. Untuk mencicipi menu ekstra sehat ini tentu saja bukan di kawasan ramai macam Shibuya, tapi di shukubo atau penginapan kuil yang berlokasi di lereng-lereng gunung yang sunyi.


Sake
Usia sake di Jepang mungkin sama tuanya dengan sejarah masyaraka Jepang itu sendiri. Orang Jepang sendiri menyebut sake dengan nihonshu yang artinya “minuman Jepang”. Sake dibuat menggunakan air, beras dan koji – sejenis cetakan yang mengubah nasi menjadi gula untuk difermentasi. Saking lamanya sake menjadi bagian dari sejarah Jepang, minuman beralkohol ini juga menjadi bagian penting dalam ritual Shinto. Sake sendiri bisa dihidangkan dengan berbagai kondisi, seperti dingin (reishu), sesuai suhu ruang (jo-on), dan hangat (atsu-kan).

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles