Now Reading:

7 Mitos Unik yang Masih Dipercaya Warga Korea Selatan

Setiap negara selalu punya mitos kebanggaan sendiri. Tak hanya di Indonesia, negara maju semacam Korea Selatan juga punya mitos-mitos aneh yang sampai sekarang masih diyakini oleh sebagian besar warganya.

Percaya atau tidak, hal-hal berikut bisa menjadi panduan sampingan saat liburan di Korea Selatan:


Traveler’s Choice: Buat Movie Freak, ini Lokasi Syuting Film ‘Parasite’ di Korea


Beri hadiah sepatu ke pasangan berakibat menjomblo
Memberi hadiah sepatu ke pasangan tercinta lazimnya adalah hal yang baik-baik saja. Namun tidak begitu di Korea Selatan, karena hal ini bisa berakibat buruk pada hubungan tersebut dan berakhir dengan putus cinta. Warga lokal meyakini bahwa sepatu adalah simbol untuk ‘melarikan diri’



Makan taffy bikin pintar
Taffy (yeot, dalam bahas Korea) adalah sejenis permen yang dibuat dari gula, pewarna, dan minsyak sayur dengan kontur yang lengket dan kenyal. Itulah sebabnya yeot begitu populer saat anak-anak sekolah menghadapi ujian. Mitos mengatakan bahwa memakan taffy yang lengket ini bisa membuat semua materi yang sudah dipelajari akan lengket juga di otak.

TRENDING:  Wisata Korea Ramah Muslim di "Muslim Friendly Korea Festival"

Setiap akan ujian biasanya yeot akan dibagikan kepada siswa agar tidak lupa dengan materi yang sudah dipelajari. Sedangkan memakan makanan yang licin seperti sup diyakini akan membuat ingatan mudah tergelincir dan lupa. Ada-ada saja!


 

Kipas angin adalah alat pembunuh
Tidur dengan menyalakan kipas angin bisa berakibat kematian. Mungkin terdengar konyol, tapi Seonpoonggi samangseol (mati karena kipas angin) adalah hal serius di Korea Selatan. Mitos ini berawal dari berita di surat kabar pada 1927 yang merilis artikel bahwa kipas angin listrik bisa mengakibatkan mual dan sesak nafas.

Mitos ini pernah jadi alat propaganda pemerintah pada 1970-an untuk mengurangi krisis energi yang dialami Korea Selatan. Namun sampai sekarang mitos ini masih kuat diyakini oleh warga dan beritanya sering dimuat di media saat musim panas.


Traveler’s Choice: Menu Baru SHIN the Korean Grill Jakarta


Menapakkan kaki di ambang pintu bawa sial
Warga Korea percaya bahwa bila ada jenazah yang disemayamkan di dalam rumah, maka nyawanya masih berada di situ juga hingga jenazah dibawa keluar rumah melewati batas pintu utama. Itu sebabnya hingga kini mereka percaya kalau menjejakkan kaki di ambang batas pintu akan membawa sial bahkan kematian.

TRENDING:  Traveling ke Korea Makin Seru, Ada "Halal Restaurant Week Korea 2019"

 

Bersiul di malam hari mengundang hantu
Jangan bersiul di malam hari kecuali memang ingin didatangi hantu. Setidaknya itulah yang diyakini meski kini ada versi lain yang menyebutkan bahwa hantu dan roh-roh jahat ini bisa juga berwujud ular. Jadi, hati-hati kalau bersiul di Korea Selatan terutama setelah matahari terbenam.


Editor’s Choice: Dulu Sepi, 5 Jalanan ini Sekarang Jadi Incaran Turis di Korea


Jangan keramas, hoki bisa hilang!
Di penghujung tahun biasanya warga Korea Selatan tidak mencuci rambutnya karena meyakini bahwa keberuntungan untuk tahun berikutnya akan turut luntur bersamanya. Sama dengan para pelajar yang akan ujian, keramas diyakini akan melunturkan ilmu yang sudah dipelajari sebelumnya.

 


Menulis nama dengan tinta merah, mengundang maut
Tinta merah di zaman dulu digunakan untuk menulis daftar nama orang-orang yang sudah tiada di daftar silsilah keluarga. Jadi menulis nama orang yang masih hidup dengan tinta merah dianggap mengundang orang tersebut kepada kematian. Namun kini keyakinan itu tak begitu meluas karena menulis dengan tinta merah sendiri lebih dianggap sebagai sesuatu yang kasar dan tak elok.

TRENDING:  7 'Untold Story' K-Pop yang Jarang Diketahui Publik

Gambar utama oleh Mira Cosic dari Pixabay

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles