Bukan perjalanan yang mudah bagi Chef Brenton Banner dalam melakoni kariernya sebagai seorang chef yang kini menaungi Botanica di Seminyak. Berawal dari restoran cepat saji di Australia, Chef Brenton kemudian berguru di beberapa restoran populer sebelum hijrah ke Pulau Dewata dan jatuh hati pada gastronomi Bali. Kami berbincang dengan chef yang mengidolakan lawar ini.

 

Apa yang membuat Anda begitu yakin dari awal untuk menjadi seorang chef?

Meskipun karir saya dimulai dari pekerjaan akhir pekan di KFC kampung halaman saya di Warrnambool, saya selalu tahu bahwa saya akan menjadi seorang chef. Lulus sekolah saya berangkat ke Melbourne untuk menemui semua koki favorit saya. Pekerjaan pertama saya adalah bekerja untuk George Calombaris (dari MasterChef Australia) di restoran Press Club yang terkenal itu. Dari situ saya pindah ke Circa di Prince Hotel (restoran pemenang penghargaan).



Sebelum bekerja di Bali, Anda sudah pernah bekerja di banyak restoran populer di Australia. Apa yang membuat Bali begitu spesial buat Anda?

Bali adalah tempat yang unik dengan sejarah yang kaya dan spiritualitas yang berpadu dengan populasi muda yang dinamis. Ada energi yang luar biasa di sini dan ada banyak peluang untuk menggunakan bahan dan teknik kuno dengan cara yang baru dan modern. Makanan aslinya sangat beragam dan saya selalu menemukan sayuran, rempah dan sumber protein baru yang tak saya temui di Australia.


Baca juga: Nuansa Hutan Tropis di Botanica Seminyak


Apa pendapat Anda tentang makanan Bali dan Indonesia pada umumnya? Makanan lokal apa yang paling Anda sukai?

Bali memiliki street food yang unik, kaya, aromatik dan lezat. Babi guling adalah makanan paling populer di sini, di mana proses panggangnya hingga 12 jam dan dibumbui dengan genep (campuran kunyit, lengkuas, ketumbar, bawang putih dan rempah lokal lainnya) dan secara tradisional disajikan dengan nasi dan sambal selama upacara keagamaan Hindu. Saya juga mengidolakan lawar, sayur kelapa dan daging cincang yang dicampur dengan berbagai jenis tanaman herbal dan rempah lokal.



 

Makanan Bali apa yang menurut Anda paling sulit untuk dibuat?

Pelan-pelan saya mempelajari cara-cara masak makanan Bali. Tapi bahkan setelah enam bulan menetap di sini saya masih takjub dengan pedagang kaki lima yang menjajakan sate pepes. Tradisi kuliner di sini diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya, Saya menyukai lika-liku proses belajar ini dan masih ada jalan panjang yang harus ditempuh oleh saya, anak bule dari kota tua Warrnambool yang dingin di Australia.



Apa menu signature Anda di Botanica?

Menu saya di Botanica selalu berubah, tapi saya selalu berusaha menggabungkan bahan-bahan lokal terbaik dengan cara yang modern dan segar. Kami adalah bagian dari grup ritel anggur VIN+ dan menu kami melengkapi daftar anggur kami yang lengkap. Hidangan kami meliputi Botanica beef tartare, udang lokal panggang dengan gremolata, tiram Flores dengan Rosé vinaigrette dan pork belly dari Bedugul yang dimasak dengan brokoli, kol dan pure apel.

Bila saya memesan salah satu menu seafood di Botanica, anggur jenis apa yang Anda sarankan untuk pairing?

Nah ini menarik! Saya suka merekomendasikan pasangan makanan dengan anggur. Saat ini saya suka memasangkan Asbrook Estate Verdelho 2017 dengan crispy baby snaper  kami yang disaikan dengan asam, ketumbar dan daun kemangi, Karakter aroma jeruk sangat cocok dengan hidangan ringan dan rasa asam.



Facebook Comments