Now Reading:

Dari Sandal Jepit Hingga Sepatu Ninja, ini 7 Alas Kaki Unik Khas Jepang


Layaknya kimono, alas kaki tradisional hingga kini masih tetap lestari di Jepang. Penggunaannya masih bisa dilihat pada orang-orang yang mengenakan kimono dan berseliweran di jalanan kota hingga pedesaan.

Alas kaki tradisional memang bukan hal yang tabu atau kuno untuk digunakan di zaman sekarang bila mengunjungi Jepang. Tujuh jenis diantaranya bahkan mungkin bisa menjadi sumber inspirasi aksesoris:


Travelers’ Choice:  5 Food Market Wajib Kunjung di Tokyo, Rekomendasi Foodie Lokal


Zori
Sandal jepit yang tampil warna-warni ini paling sering digunakan sebagai padanan kimono dan yukata. Bahan pembuatannya adalah dari gabus atau vinil dan beberapa bahan modern lainnya yang ringan dan tahan lama. Meskipun aslinya sandal ini bentuknya landai dan pendek, namun zaman sekarang ada juga zori dengan model yang lebih tinggi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by @vintagebyde on


Waraji
Sandal yang dianggap paling tradisional ini terbuat dari rajutan jerami dan sering dipakai bersama tabi (kaus kaki putih split-toe ala Jepang).  Di zaman Edo, waraji adalah sepatu sejuta umat yang dikenakan oleh rakyat biasa dan para samurai. Sekarang, waraji biasa dipakai saat ada festival, pelaku cosplay atau beberapa biksu di kuil-kuil.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Vitaliy Dzyuba (@vitallive) on


Warazori
Mirip dengan waraji, warazori berbentuk lebih sederhana dan dianggap sebagai sandal yang nyaman karena tanpa pengikat yang melingkar di pergelangan kaki. Orang Jepang menganggap warazori juga sebagai bentuk modern dari waraji dan hingga kini masih menjadi tren dengan tampilan yang lebih kawai.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by モナミ (@monamisarudate) on

 

 


Travelers’ Choice: Hotel-Hotel Kapsul di Kyoto, Instagenik dan Bikin Betah 


Geta Hiyori
Geta pada umumnya terbuat dari kayu dan dulu digunakan bukan hanya sebagai alas kaki tapi juga untuk pembatas agar kimono tak terkena tanah atau lumpur. Geta hiyori cukup populer dan banyak ditemui sampai sekarang dengan bentuknya yang persegi empat dan dua gigi kayu yang tegak lurus di ujung geta. Kini ada beberapa geta hiyori yang lebih rendah dan bergaya modern yang dibuat tanpa kayu tegak lurus di ujungnya.

View this post on Instagram

A post shared by simarisu3 (@gtr_shoku) on


Geta ippon

Dikenal juga dengan nama geta tengu, geta yang hanya punya satu gigi kayu yang panjang populer dalam mitos-mitos horor di Jepang. Hantu-hantu tengu sering digambarkan memakai geta jenis ini dan itu sebabnya ia juga populer dengan nama geta tengu.

Tak mudah memakai geta ippon karena bentuknya yang agak ekstrim. Beberapa orang perlu latihan khusus sebelum benar-benar mampu memakainya.


Geta pokkuri
Geta yang satu ini memang unik, karena bentuk potongan kayunya yang besar dan jika digunakan menimbulkan bunyi karena besarnya ukuran geta ini memungkinkan untuk menaruh semacam bel di dalamnya. Geta khusus wanita ini jarang dipakai kecuali oleh para maiko (panyanyi tradisional) dan dikenakan menggunakan tabi.


Jika-tabi
Sepatu bot ini sepintas mirip yang digunakan para ninja. Populer di awal 100-an, jika-tabi dalam literatur Jepang berarti sepatu bot tabi, karena ujungnya berbentuk split-toe serupa tabi. Sepatu ini sering digunakan para pekerja luar ruang, seperti penarik becak dan para pekerja konstruksi bangunan. Tapi karena bentuknya yang menarik, tak jarang juga ditemui  jika-tabi versi modern yang lebih trendi.

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles