Now Reading:

Mengenal Masakan Argentina di Sudestada Jakarta

Tak banyak restoran di Jakarta yang berkomitmen memperkenalkan masakan khas Argentina dengan rasa autentik termasuk teknik masak tradisional seperti Sudestada Jakarta. Berlokasi di Jl. Irian no. 5 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, restoran dengan suasana nyaman ini juga mudah diakses dari kawasan Bundaran HI menggunakan MRT Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan melalui Plaza Bank Index.

Dikelola langsung oleh Chef Victor Taborda yang memang berasal dari Argentina, Sudestada Jakarta yang buka dari pukul 07:00 hingga 24:00 setiap harinya ini mengoleksi menu yang didominasi oleh bahan daging sapi selain kambing dan sebagian babi. “Daging adalah makanan sehari-hari kami di Argentina,” terang Chef Victor saat kami temui di Sudestada Jakarta.


Chef Victor Taborda, pemilik Sudestada Jakarta. Foto: Ignatius Ferry


“Orang Italia adalah nenek moyang kami. Makanan kami pun mirip. Kami juga punya pizza”. – Chef Victor Taborda.

Soal pizza, ada satu hal yang membedaakan pizza Italia dan Argentina. “Pizza Argentina lebih banyak keju. Tak seperti Italia yang banyak tomatnya,” terang Chef Victor. Kami pun menjajal Napolitana Pizza yang renyah dan didominasi keju persis seperti yang dijelaskan Chef Victor.


Napolitana Pizza. Foto: Ignatius Ferry


Sebelum mencicipi pizza, rekomendasi kami adalah Empanadas sebagai makanan pembuka. Dikenal dengan nama Pastel di Indonesia, Empanadas memiliki ciri pada bagian dalamnya. Di Sudestada Jakarta pilihannya adalah isi sayur bayam, ham & cheese dan handcut beef.

 

Serba Daging

Chef Victor bercerita banyak soal kebiasaan makan daging orang Argentina. “Di Indonesia, belum makan nasi itu artinya belum makan. Di Argentina, belum makan daging itu artinya belum makan,” candanya. Dominasi menu berbahan daging ini dibuktikan dengan Grilled Matambre yang menurut Chef Victor juga sekaligus merupakan signature menu dari Sudestada Jakarta.


Grilled Matambre. Foto: Ignatius Ferry


Rahasia kelezatan Matambre terletak pada pilihan potongan dagingnya dan bumbu yang digunakan. Karena tak mengenal bumbu sebanyak di Indonesia, masakan Argentina biasanya hanya mengandalkan garam dan sedikit potongan bawang merah. Matambre sendiri meski terlihat sederhana namun ada rasa asam, gurih dan aroma lemak yang membuat menu ini jadi favorit sekaligus signature menu.

Setelah Matambre, Chef Victor juga menyajikan Picañha yang merupakan steik daging sapi yang disajikan dengan potongan kentang.  Picañha dihadirkan dengan panggangan mini yang berisi arang untuk membuat dagingnya tetap hangat dan lembut. Meski tampak tebal, namun Chef Victor mengolah daging sapinya dengan teknik masak tradisional yang membuat dagingnya bertekstur lembut dan memiliki tingkat kematangan yang pas.

Sudestada Jakarta juga baru saja merilis menu baru untuk sarapan yaitu Fried Chicken & Waffles. Menawarkan waffle renyah dan filet ayam yang gurih, menu sarapan ini diperkaya dengan poached egg dan potongan ham yang gurih. Sajian sempurna untuk mengawali hari.

 

Ekstra Nyaman

Sudestada Jakarta tak berlokasi di pinggir jalan raya yang ramai, namun itu juga yang membuatnya menjadi tempat nyaman untuk bersantap. Memasuki lobinya akan disambut dengan meja bar dan ruang makan di sisi kiri setelah sebelumnya melalui area teras yang memiliki kolam ikan sebagai penambah kesan menenangkan.

Karena didominasi oleh menu berbahan daging, Sudestada Jakarta juga menyediakan ruang outdoor khusus untuk pesta barbekyu. Setiap Sabtu malam, Sudestada Jakarta juga menggelar “Ritmo Latino” mulai pukul 20:00 yang mengajak pengunjungnya berdansa ditemani irama Latin.

Interiornya didesain nyaman dengan ornamen dinding bata merah yang mendominasi ruangan. Untuk memperkuat nuansa Argentina, beberapa dekorasinya mewakili tradisi Argentina, seperti pakaian tradisional, lukisan sudut kota Buenos Aires dan perlengkapan permainan polo yang disandingkan dengan kain bermotif bendera Argentina.


Dekorasi ruangan. Foto: Ignatius Ferry


Area makan yang lebih privat terletak di lantai dua dengan suasana yang lebih tenang dan temaram. Area ini terkesan lebih sempit karena dirancang seperti balkon namun tak mengurangi kenyamanannya.

 

 

Facebook Comments
Share This Articles