Now Reading:

Kompetisi Surfing, Babak Baru Pariwisata Lombok


Lombok mulai bangkit dari pandemi. Setelah mati surinya industri pariwisata global, kini angin segar mulai berhembus di Lombok. Digagas oleh MHA (Mandalika Hotels Assocation), Lombok bakal jadi tuan rumah kompetisi surfing MHA Open 2020 Surfing Competition.

Bakal digelar di Pantai Seger, Mandalika, kompetisi berlevel dunia ini diikuti peselancar domestik, seperti Mentawai, Nias, Kupang, Bali dan peselancar global yang saat ini menetap di Indonesia, seperti Amerika Serikat, Australia, Russia dan Afrika Selatan.

Para juri yang didatangkan juga para juri yang sudah memegang sertifikat ASC (Association Surfing Competition) dan akan menilai dari faktor speed, flow, power dan combination.

 

Serba cepat
Kompetisi ini dipersiapkan sangat cepat untuk mengembalikan kepercayaan dunia terhadap destinasi Indonesia. “Hanya tiga bulan dari idealnya selama enam bulan,” terang Jourena Juliet, Head of Project MHA Open 2020 Surfing Competition dalam jumpa media virtual pada Sabtu, 12/11/2020.

TRENDING:  Merindukan Ombak Cimaja

Gerak cepat ini juga sebagai respon dari besarnya potensi wisata surfing di Indonesia yang memungkinkan para pelaku surfing punya length of stay yang sangat panjang dan tentunya memiliki peluang efek domino yang positif untuk warga setempat.

Lalu bagaimana dengan fakotr keamanan dari acara ini? Panitia telah menyiapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan mewajibkan surat keterangan rapid test untuk semua peserta dan pengunjung kompetisi.

TRENDING:  Merindukan Ombak Cimaja

 

Empat kompetisi
Rencananya, Provinsi NTB sendiri akan menggelar kompetisi surfing sebanyak empat kali dalam setahun. “Agar kegiatan kompetisi semacam ini punya dampak yang berkelanjutan bagi industri pariwisata di NTB, maka kami akan adakan  berkala sebanyak empat kali dalam setahun,” terang Candra, Ketua PSOI NTB.

Empat kompetisi tersebut bakal digelar di beberapa lokasi andalan para surfer, yaitu Pantai Kuta, kawasan pantai di Kabupaten Lombok Barat dan Utara, seperti  Pantai Bangko-Bangko dan Pantai Sengigi, dan Kabupaten Sumbawa Barat yag terdiri dari  lima lokasi, seperti  Pantai Yoyo serta Pantai Lakey di Kabupaten Dompu.

 

Jaga kebersihan
Tak hanya adu lihai main surfing, Dede Suryana salah satu surfer profesional Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga kebersihan selama kompetisi berlangsung. Dede Suryana sendiri sebelumnya juga dikenal tak hanya sebagai peselancar, tapi juga sebagai salah satu aktivis kebersihan, khususnya untuk wisata pantai di kawasan Cimaja, Jawa Barat.

“Wisatawan akan terus kembali datang jika tempat ini bersih dan nyaman.” – Dede Suryana

Komitmen Dede Suryana ini juga diamini oleh Jourena Juliet yang memastikan kegiatan ini akan menggelar beach clean up secara berkala dan plastic free. “Kami berjanji dalam kegiatan ini akan bebas dari sampah plastik,” tegas Jourena.

TRENDING:  Merindukan Ombak Cimaja

 

Facebook Comments
Share This Articles