Now Reading:

Mengenal Upacara Minum Teh Jepang, Tradisi Bersejarah yang Tak Lekang oleh Waktu


Minum teh sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Faktanya, untuk sebagian orang, minum teh sudah dianggap rutinitas, bahkan terasa seperti ada yang kurang apabila belum dilakukan.

Di Jepang, teh merupakan hidangan yang istimewa. Bukan hanya sebagai minuman yang menyegarkan tubuh dan jiwa, tetapi juga penuh dengan filosofi dan simbolisme. Kegiatan minum teh dijadikan sebagai ritual upacara bermakna oleh masyarakat Jepang dan masih dilestarikan hingga kini.

Penasaran dengan upacara minum teh Jepang yang dimaksud? Mari simak ulasan ringkas tentang kilas sejarah, perlengkapan, dan etiketnya berikut!

Sekilas Sejarah Upacara Minum Teh Ala Jepang

Awalnya, teh diperkenalkan ke Jepang pada abad ke-8 oleh Tiongkok dan dikonsumsi sebagai minuman obat, terutama di kalangan pemuka agama dan masyarakat kelas atas. Namun, kebiasaan tersebut berubah ketika Zaman Muromachi (1333-1573) tiba. Teh meraih popularitas dari orang-orang di seluruh kelas sosial.

TRENDING:  6 Lokasi Nyata yang Jadi Inspirasi Animasi Studio Ghibli

Photo by Ryutaro Tsukata from Pexels


Kemudian, orang-orang yang mampu di antara masyarakat mulai menggandrungi pesta minum teh. Acara tersebut menjadi ajang untuk memamerkan perlengkapan minum teh dan pengetahuan mereka seputar teh.

Pada waktu yang sama, pesta teh dikembangkan dengan kesederhanaan yang terinspirasi dari konsep Zen dan menekankan pada spiritualitas. Acara inilah yang menjadi awal mula dari upacara minum teh, yang disebut juga sebagai sado, chado, atau chanoyu.

Apa Saja Perlengkapan yang Dipakai?

Upacara minum teh Jepang menggunakan perlengkapan khusus, di antaranya adalah

> Kipas lipat

> Sukiya bukuro (kantong kain)

> Kashikiri (tusuk kayu)

> Kaishi (kertas)

> Chaki (wadah penampung teh kental)

> Usuki (wadah penyimpanan bubuk teh)

> Fukusa (kain pembersih)

> Chawan (cawan untuk minum teh)

> Chakin (kain untuk membersihkan cawan)

> Chasen (alat pengocok teh yang terbuat dari bambu)

TRENDING:  Menikmati Onsen di Jepang? Ini Aturannya

> Chashaku (sendok teh)


Photo by Charlotte May from Pexels

Etiket dalam Upacara Minum Teh

Sebelum upacara minum teh dimulai, ada beberapa etiket yang patut diperhatikan, antara lain,

> Tidak boleh datang terlambat.

> Gunakan pakaian yang pantas. Biasanya, orang-orang menggunakan kimono saat menghadiri upacara minum teh. Namun, apabila ingin mengenakan pakaian modern, pastikan untuk memilih pakaian yang nyaman, tidak mencolok, tertutup, dan terkesan sopan.

> Tetap tenang dan kecilkan volume suara saat berbicara.

> Berhati-hati ketika memegang wadah dan peralatan.

> Jauhi tokonoma. Tempat yang berada di belakang ruang acara tersebut dianggap sakral sehingga tidak boleh disentuh atau dilangkahi.

> Gunakan sepasang kaus kaki bersih.

> Tidak boleh mengoperasikan kamera dan ponsel.

> Habiskan kudapan terlebih dahulu, lalu minum teh dengan tenang.

> Tunjukkan apresiasi dengan memberikan pujian tulus atau bertanya-tanya tentang hal-hal di dalam ruangan yang memang membuat Anda penasaran.

TRENDING:  Kimono, Dipuja Kamakura, Dibenci Meiji

Tradisi yang unik dan penuh makna, bukan? Jika tertarik mencoba, Anda bisa mengikuti kursus chanoyu atau upacara minum teh Jepang yang dekat dengan daerah tempat tinggal atau langsung merasakan sensasinya di Negeri Matahari Terbit.

Featured Image by Mirko Stödter from Pixabay


Facebook Comments Box

POPULAR

Share This Articles