Now Reading:

Instaworthy!, ini Mural-Mural Ikonik di Tembok Berlin


1989 adalah tahun bersejarah bagi Jerman. Tahun di mana Tembok Berlin, simbol paling menakutkan yang sudah ada sejak puluhan tahun akhirnya dirobohkan berkat gelombang demokrasi yang menghantam komunis Eropa. Pemisah antara Jerman Barat dan Jerman Timur itu sebelumnya dianggap sebagai tembok yang mengerikan karena sudah menelan banyak korban jiwa dari warga Jerman Timur yang mencoba menyeberang ke Jerman Barat.

Namun kini Tembok Berlin adalah galeri terbuka yang menyenangkan sekaligus simbol kebebasan dan bersatunya bangsa Jerman. Beberapa seniman dunia menorehkan karyanya dalam bentuk mural saat tembok ini dirubuhkan. Beberapa yang terkenal adalah:



‘Thank you, Andrei Sakharov’
Seniman Dmitri Vrubel melukis potret wajah Andrei Sakharov, seorang fisikawan nuklir Uni Soviet yang sekaligus aktivis HAM dan pembangkang di negaranya. Usai mengerjakan proyek nuklir di Uni Soviet, Andrei kemudian menjadi aktivis demokrasi dan menghadapi hukuman siksa di negaranya. Ia mendapat Nobel Perdamaian pada 1975 dan meninggal pada 1989, dua minggu setelah Tembok Berlin dirubuhkan.

View this post on Instagram

A post shared by Աշոտ/Ashot (@ashot85) on


Traveler’s Choice: 7 Alasan Menjadikan Norwegia Destinasi Impian Berikutnya

TRENDING:  Menari #DiRumahAja Bareng Galeri Indonesia Kaya

‘Fraternal Kiss’
Sebuah karya lagi dari Dmitri Vrubel yang kali ini agak kontroversi. ‘Fraternal Kiss‘ adalah mural bergambar pemimpin Uni Soviet Leonid Breznev yang sedang berpelukan dan berciuman dengan Presiden Jerman Timur Erich Honeker. Sebetulnya lukisan yang aslinya berjudul ‘My God, Help Me to Survive This Deadly Love’ ini pernah rusak oleh aksi vandalisme pada 2009 dan setelah itu Vrubel diperintahkan untuk melukisnya kembali.

View this post on Instagram

A post shared by ☾ 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕒 (@maria_ippeki) on


Wajah kartun
Tak seserius Dmitri Vrubel, mural karya seniman Prancis Thierry Noir ini menggambarkan wajah-wajah lucu berbentuk kartun dengan warna-warni yang cerah. Karya ini menjadi fenomenal karena Noir mengecatnya pada masa tembok masih utuh dan komunis Eropa masih berjaya. Noir secara diam-diam menyelinap ke sisi barat tembok dan melukis karya-karyanya. Ini dilakukan pada tahun 1980-an selama lima tahun.

View this post on Instagram

A post shared by SOPHIA KHALID (@sophi_kd) on


Editor’s Choice: 11 Tempat Wajib Kunjung di Central Market Kuala Lumpur


‘The Wall Jumper’
‘The Wall Jumper’ atau ‘Der Mauerspringer’ adaah karya Gabriel Heimler pada 1989 dan direstorasi pada 2009. Uniknya mural ini menggambarkan seorang pria yang sedang melompati Tembok Berlin namun bukan dari Timur ke Barat seperti yang lazim terjadi tapi justru sebaliknya. Mungkin inilah cara Heimler untuk melukiskan arti kebebasan.

View this post on Instagram

A post shared by Prahlad Singh (@prahladksingh) on



‘It Happened in November’
Salah satu mural paling ikonik ini dibuat oleh seniman keturunan Iran-Jerman, Kani Alavi. Mural ini menggambarkan pengalaman Alavi sendiri yang menyaksikan langsung kejadian saat tembok dirubuhkan dari tempat tinggalnya di dekat Check-point Charlie. Saat itu Alavi melihat ribuan orang memasuki Jerman Barat dengan berbagai ekspresi, seperti senang, takut dan kebingungan.

View this post on Instagram

A post shared by @jupetitchat on


‘Detour to the Japanese Sector’
Karya pelukis Jerman Timur, Thomas Klingenstein ini adalah cerminan impian masa kecilnya yang ingin tinggal dan mengeksplorasi Asia. Orang Jerman Timur pada masanya tidak diizinkan bepergian ke luar negeri dan mencari informasi tentang negara lain. Klingenstein sendiri pernah dipenjara di Jerman Timur sebelum dipindahkan ke Jerman Barat dan akhirnya tinggal di Jepang beberapa tahun.

Foto: thetripculture.com


Gambar utama oleh Giulia Isacchi dari Pixabay

Facebook Comments
Share This Articles