Now Reading:

The Chinese National, Mesin Waktu di Utara Jakarta


Jakarta kembali menyambut restoran elegan dengan nuansa Tiongkok kuno. The Chinese National yang sekaligus hasil kolaborasi dengan Swissotel PIK Jakarta, tak hanya mengandalkan menu-menu klasik tapi juga konsep arsitektur yang membuat tamunya serasa memasuki mesin waktu.

Lebih tepat dikatakan sebuah kompleks kuliner, The Chinese National dirancang dengan konsep tradisi kuliner Tiongkok yang kaya. Ada beberapa zona bersantap yang dibuat berdasarkan tema-tema khusus, termasuk warna, bentuk, menu dan perabotan.


Traveler’s Choice: Samarkand, Surga Pecinta Arsitektur Islam 


The Chinese National adalah hasil rancangan dari tim EDG Design yang digagas oleh Michael Goodman,  Piya Thamchariyawat dan Sam Sheldon. Tim ini berbasis di San Fransisco dan Singapura dan juga pernah menggarap beberapa restoran populer di Bali, seperti Seasalt dan Flat Stanley. Tim desainer pemenang penghargaan ini tak hanya berfokus pada soal rancang bangun yang dkerjakan arsitek saja, tapi juga memiliki chef berpengalaman global, ahli strategi merek, dan pemilik restoran.

TRENDING:  Pancious Kelapa Gading Tampil Baru

Petualangan kuliner
The Chinese National menawarkan empat zona makan berbeda, yaitu Letter Press, yang berfungsi sebagai kedai teh di siang hari dan menjadi bar di malam hari; Iron Needle, kedai yang mengandalkan menu mi dan pangsit autentik; Black Powder Red, restoran dengan sajian khas Szechuan; dan Paper Duck yang menyajikan menu bebek panggang khas Kanton.


Advertisement


Petualangan dimulai dari saat memasuki pintu grand double door yang disambung dengan lorong yang dihiasi lampu gantung dan langit-langit bergaya klasik.

Singgah di Letter Press, lounge ini menawarkan sajian minum teh khas leluhur Tiogkok yang tetap lestari sejak zaman Dinasti Tang. EDG Design merancang lounge ini dengan aura klasik yang diberi sentuhan kemewahan modern. Mulai dari cermin antik, sofa klasik, dan langit-langit berpanel yang terkesan rumit, lounge ini tampil klasik namun tetap menjaga semangat modernitas.

View this post on Instagram

A post shared by The Chinese National (@thechinesenational) on

Lain siang, lain malam. Letter Press akan disulap menjadi bar koktail di kala malam menjelang. Pintu masuknya pun terkesan seperti pintu rahasia. Menurut tim EDG Design, ini cara ampuh untuk membangkitkan rasa eksklusif pada tamu.

TRENDING:  Pesta Kuliner 17-an di grandkemang, dari Wagyu Sampai Klepon

Traveler’s Choice: 7 Lanskap Ikonik Kebanggaan Warga Iran


Bagi pecinta mi, Iron and Needle adalah pilihan bijak. Kedai penyaji mi dan pangsit ini juga berhias diri dengan meja marmer khas Tiongkok dan ornamen yang begitu detil. Sepintas ruangan di Iron and Needle mengingatkan akan apartemen bertumpuk yang rapat di Hong Kong.


Advertisement


Lain halnya dengan Black Powder Red. Kedai yang mengandalkan makanan Szechuan ini menyambut tamunya dengan gaya art deco bernuansa industrial. Ada kesan kelam dengan ornamen-ornamennya yang terbuat dari logam, namun tetap memancarkan kehangatan.

View this post on Instagram

A post shared by The Chinese National (@thechinesenational) on

Kalau suka dengan hidangan bebek, Paper Duck adalah pilihan terbaik. Dengan ruang makan yang didesain mewah, Paper Duck menyambut tamunya dengan desain yang detil dari unsur marmer dan kuningan. Kerumitan desain ini sekilas juga menggambarkan proses rumit dalam menyajikan hidangan bebek panggangnya yang lezat.

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles