Now Reading:

The St. Regis Jakarta, Kemewahan dengan Inspirasi dari Seni Indonesia

Klook.com

The St. Regis Jakarta – Setelah penantian panjang, akhirnya The St. Regis Jakarta akan siap dibuka secara resmi seperti yang sudah direncanakan pada kuartal keempat tahun ini. Akomodasi mewah di pusat Jakarta ini kabarnya juga mendesain interiornya dengan konsep yang terinspirasi dari musik, budaya dan seni pertunjukan Indonesia.

Brand The St. Regis yang didirikan oleh Jacob Astor IV ini juga selalu mewarisi kemewahan dan keanggunan rancangan desainnya di semua propertinya termasuk yang di Jakarta. Perpaduan baru inilah yang diyakini akan membawa dan menata ulang konsep urban menjadi sebuah kemewahan tingkat lanjut di The St. Regis Jakarta.

 

Melambangkan Jiwa Indonesia

Dari waktu tiba di lobi, The St. Regis Jakarta langsung menyambut tamunya dengan aula musik megah yang tak hanya menonjolkan kemewahan tapi juga memberikan nuansa Indonesia baik melalui visual dan suara.

Yang menarik, para tamu bisa langsung merasakan komitmen Jacob Astor IV tentang kemewahan yang berkarakter. The St. Regis Jakarta dirancang untuk menjadi jantung budaya kota yang mempertemukan desain, musik, instalasi seni hingga musik tradisional yang lekat dengan sejarah Nusantara sejak zaman Perunggu.

TRENDING:  Musandam, Debut Perdana Club Med di Kawasan Teluk

The St. Regis Jakarta juga memiliki karakter yang kuat dalam mengartikan kemewahan. Ini terlihat dari komitmennya memadukan elemen Indonesia, mulai dari geologi hingga ornamen kerajinan yang tercipta di ruang-ruang sosial yang dinamis. Sepertinya ini akan jadi pengalaman perjalanan yang unik bagi para tamu yang bermalam.

st. regis jakarta

Foto: Dok. The St. Regis Jakarta

Lebih Dekat dengan Suara Khas Indonesia

Rasanya para tamu harus memberikan apresiasi tinggi pada Alexandra Champalimaud, desainer pemenang penghargaan yang merancang hotel 17 lantai ini. Ia terinspirasi dari soundscape Indonesia yang khas untuk merancang dan memperkaya hotel ini.

Suara kesibukan Jakarta dan Surabaya dipadukan dengan kebisingan pasar tradisional di Yogyakarta yang selalu menciptakan rindu; ramai kicauan burung di taman-taman nasional di Sulawesi berpadu dengan deru ombak di Pulau Sumba dan nyanyian alam dari sawah di Bali. Semuanya ditangkap oleh Alexandra sebagai infus untuk memberikan nuansa khas Indonesia di The St. Regis Jakarta.

st. regis jakarta

Caroline Astor Suite (Foto: Dok. The St. Regis Jakarta)

Sebagai pelengkap, pengrajin kaca Lasvit juga mempersembahkan rancangan “Cahaya Kinetik” di lobi kedatangan dimana tamu akan disambut oleh cahaya yang menari dan menyelaraskan dengan suasana di sekitarnya.

TRENDING:  Karma Martam: Mengasingkan Diri di Ketinggian Himalaya

Astor Ballroom juga memiliki lampu gantung yang terinspirasi dari pegunungan megah di Jawa Tengah. Sementara itu, unsur batik juga terlihat hampir di seluruh hotel ini. Mulai dari kamar hingga motif Batik Parang yang menghiasi tangga menuju The St. Regis Bar.

Pelukis mural Eddy Susanto juga menorehkan karyanya di The St. Regis Bar. Lukisan ini merupakan storyboard yang mengisahkan evolusi musik Indonesia seperti jazz dan pertunjukan seni yang menggabungkan ritme, energi dan semangat.

Mural tersebut juga terinspirasi dari naskah-naskah Kitab Wedhatama berupa tembang dan syair dari budaya Jawa tradisional hingga kontemporer. The St. Regis Bar menggabungkan narasi desain interior holistik yang dimulai dari mural dan disajikan di seluruh interior hingga ritual minuman, musik jazz live, dan banyak lagi.

TRENDING:  Next Hotel Melbourne Bergabung dengan Curio Collection by Hilton Menjadi yang Pertama di Victoria

Dengan 282 kamar termasuk 28 suite seluas hingga 187 meter persegi dan sebagai salah satu hotel yang paling diantisipasi di Jakarta, rasanya The St. Regis Jakarta akan menjadi pilihan untuk berlibur maupun pejalan bisnis yang mencari akomodasi ekstra nyaman di jantung ibu kota.

 

POPULAR

Share This Articles
Input your search keywords and press Enter.