Now Reading:

Tampil Baru, Toscana Tawarkan Pengalaman Bersantap Lebih Bernuansa Italia

Klook.com

Toscana – Ada banyak gerai yang mengandalkan masakan Italia sebagai hidangan andalannya. Namun kalau bicara soal pelopor makanan Italia otentik di Jakarta Selatan, para foodie akan mengamini nama Toscana.

Restoran dengan makanan khas Italia yang berada di kawasan Kemang ini sebetulnya sudah hadir sejak 27 Juli 1996 dan rasanya para pecinta makanan Italia harus berterima kasih pada Ellyta Soetantyo, sang penggagas Toscana.

toscana

Foto: Dok. Toscana

Pelopor Restoran Italia di Kemang

Terlepas dari restoran-restoran di hotel yang juga menghadirkan masakan Italia, Toscana bisa dibilang sebagai pelopor restoran mandiri yang berfokus pada makanan Italia di masanya. Ellyta terinspirasi dari budaya kuliner Italia yang begitu berwarna, terutama bila menengok pada budaya gastronomi di Milan dan Roma.

Kala itu, Ellyta dengan berani memperkenalkan sebuah konsep yang unik: sebuah restoran sederhana namun mutakhir yang menampilkan menu masakan Italia populer yang diolah menggunakan bahan berkualitas tinggi yang biasanya ditemukan di hotel bintang lima.

toscana

Foto: Dok. Toscana

Langkah berani ini melahirkan restoran Toscana yang kini menandai babak barunya dengan kembali membuka pintunya untuk para foodie setelah sempat rehat selama enam bulan.

TRENDING:  Liburan Lebih Santai, Nikmati Oliverra Sunday Brunch di Umana Bali

Babak Baru, Pengalaman Baru

Berbekal pengalaman selama dua dekade, Toscana kini tampil baru. Memasuki area lobinya akan segera disambut dengan suasana menyejukkan yang tenang meskipun lokasinya persisi berada di tepi Jalan Kemang Raya yang padat.

Dinding batu bata tanpa semen yang menjadi ciri khas Toscana dihilangkan, diganti dengan dinding berwarna biru muda dengan aksen sentuhan aksen kayu cantik.

toscana

Foto: Dok. Toscana

Sebuah wadah penyimpanan berlapis kaca untuk daging dry-aging terlihat di sisi kiri menegaskan kalau restoran ini punya standar tinggi untuk bahan makanannya. Di dekat pintu masuk juga berdiri sebuah teras berpendingin udara bagi tamu yang mendambakan pengalaman bersantap semi-alfresco yang nyaman. Area ini dapat menampung 16 orang.

 

“Budaya Italia fokus pada keluarga dan acara kumpul-kumpul. Toscana yang baru didesain untuk menghadirkan atmosfer yang nyaman dan mengundang.”

Hasan Masyhur, General Manager Toscana

Perspektif Baru dari Chef Akmal

Di balik dapur, rasanya apresiasi harus disematkan pada Chef Akmal yang sebelumnya pernah berkiprah di Sama Sama, sebuah restoran Indonesia di Singapura. Pengalaman Chef Akmal selama satu dekade di jagad fine dining di Asia Tenggara juga berperan dalam memberikan nafas baru dalam menu-menu otentik Italia di Toscana.

toscana

Foto: Dok. Toscana

Menu baru Toscana disusun secara cermat di bawah pengawasan Chef Mario de Carlini sebagai konsultan. Chef Mario adalah seorang koki berpengalaman yang memiliki hubungan erat dengan restoran ini. Dia adalah sosok di balik tim kuliner Toscana pada saat pertama buka untuk umum pada 1996.

TRENDING:  Calling All Foodies: 8 Restoran di Singapura Peraih Michelin dan World's 50 Best Restaurants

Lalu, menu apa saja yang direkomendasikan di Toscana? Tentu saja ini sebuah dilema yang rumit mengingat semua yang tercatat di buku menunya adalah yang terbaik. Namun, kami bisa memberikan beberapa diantaranya, seperti: Bellavista (tuna belly confit dengan puree alpukat dihiasi stem caper) yang begitu lembut di mulut sebagai sajian awal. Tuna dimasak dengan tingkat kematangan yang pas sehingga tidak merampas cita rasa aslinya dan tetap memanjakan lidah.

toscana

Bellavista (Foto: Yudasmoro)

Livornese (pasta linguine, tuna loin confit segar, seared Hokkaido scallop, baby squid, dengan housemade breadcrumbs) bisa memberikan kejutan terutama untuk penggemar seafood. Seared Hokkaido scallop yang tebal tetap terasa lembut saat di mulut dengan rasa savoury yang pas. Pasta linguine juga terasa lembut dan cobalah menyantapnya bersama baby squid untuk menambah rasa.

toscana

Livornese (Foto: Yudasmoro)

Dry Aged Striploin (steik daging dry-aged Australian grain-fed black angus MB4+ 30 hari, kacang cannellini, dan saus peppercorn) juga disebut Chef Akmal dengan sebutan ‘finale‘. Pertanda bahwa ini adalah sajian yang memuaskan hasrat perut!

toscana

Dry Aged Striploin (Foto: Yudasmoro)

Chef Akmal memang benar. Pasalnya, daging hasil proses dry-aging ini terasa lembut dengan cita rasa daging sapi yang cukup kuat. Disantap dengan kacang cannellini dan saus peppercorn, menu ini menciptakan rasa yang seimbang. Tidak fatty namun juga tidak menghilangkan aroma daging yang sensual.

TRENDING:  Santanera, Restoran Baru di Canggu

Toscana mungkin mengklaim dirinya sebagai salah satu restoran masakan Italia yang wajib diagendakan saat ini. Namun, kami menilai Toscana lebih dari sekadar tempat bersantap. Kami menyebutnya sebagai rumah untuk merayakan hidup dengan cita rasa Italia yang otentik!

POPULAR

Share This Articles
Input your search keywords and press Enter.