Now Reading:

Sudah Siap Traveling Lagi? Ini Tren Wisata Pasca Pandemi


2020 praktis telah mengubah pola industri pariwisata global. Terhempas pandemi? Pasti! Namun pandemi bukan akhir dari segalanya. Mengeluh pastinya hanya akan berujung tergilas selamanya. Traveling tidak menemui hari akhirnya, namun hanya caranya saja yang berubah. Laporan dari situs reservasi Booking.com adalah buktinya.

Menutup 2020 yang penuh gejolak, Booking.com merilis laporan yang menjadi sinyal berubahnya tren wisata global. Banyak-banyakan stempel paspor agar terlihat bak “petualang sejati” tak lagi menawan, mengandalkan destinasi instagenik juga kian ketinggalan zaman.

Lalu, apa saja yang bakal menjadi acuan dalam jagad perjalanan pasca pandemi di 2021? Berikut laporan Booking.com


Traveller’s Choice: Traveling Pasca Pandemi dengan Pinisi Mewah Dunia Baru


Saatnya traveling sendirian
Booking.com mencatat 42 persen orang ingin traveling lebih banyak di tahun depan untuk menebus puasa traveling mereka selama 2020. Sementara 30 persen mengakui akan merencanakan perjalanan solo (seorang diri) saat pandemi mereda. Ini jauh meningkat dibanding masa pra-pandemi yang hanya mencapai 17 persen saja soal solo traveling.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Solo Traveler (@solo_traveling)


Travel Bubble jadi pilihan
Travel bubble atau kebijakan bepergian antar beberapa negara secara terpadu kian diuasahakan oleh beberapa negara. Cara ini dianggap lebih baik dibanding hanya sekadar membuka perbatasan secara umum begitu saja. Booking.com sendiri mencatat ada 61 persen responden yang akan menggunakan kesempatan ini terhubung kembali dengan keluarga yang setahun terakhir terpisah. Rupanya, rasa rindu dengan keluarga ini juga memicu banyak orang menantikan kebijakan travel bubble ini lebih banyak terealisasi.

TRENDING:  12 Destinasi untuk Menikmati Sakura, Selain Jepang

 


Travellers’ Choice: 12 Rekomendasi Kulineran di Canggu


Foodie makin berjaya
Dengan menunda perjalanan jarak jauh atau ke luar negeri, banyak pejalan yang mengalihkan dananya untuk wisata kuliner di destinasi lokal sebagai pengganti rencana mereka ke luar negeri. Lagipula, wisata domestik kini menjadi pilihan utama setelah merebaknya pandemi. 36 persen turis di Booking.com mengaku akan mencoba menjadi foodie dengan menaruh minat pada kuliner lokal dan 38 persen di dalamnya mengaku akan makan di luar lebih sering berkat dana traveling ke luar negeri yang masih tersimpan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Foodie (@afoodieworld)


Relaxury
Perpaduan frase “relax” dan “luxury” ini harus dipelajari lebih lanjut. Luxury kini sudah berubah ke jenjang lebih lanjut. Tak lagi mematenkan diri harus megah dan dilapisi lantai marmer dari Italia. Luxury di pasca pandemi lebih kepada ungakapan bahwa bisa bersantai sejenak saja sudah merupakan sebuah “kemewahan”.

TRENDING:  Hoi An, Surga Baru Pecinta Yoga

Tercatat hanya 13 persen saja yang merencanakan liburan di akomodasi mewah seperti vila atau hotel bintang lima dan Booking.com juga mencatat bahwa 51 persen orang menganggap sebuah perjalanan santai yang sederhana adalah juga sebuah “kemewahan.” Jadi, mewah tak harus menggusur taman nasional, bukan?


Travellers’ Choice: John Nielsen: Hotel Kami Lebih Holistik


Memanfaatkan akhir pekan
Pandemi di 2020 adalah mimpi buruk bagi para pejalan global. Ditutupnya perbatasan dan dihentikannya penerbangan secara mendadak telah membuat para pejalan merasa was-was untuk kembali melakukan perjalanan dengan durasi lama dan jarak yang jauh di tahun mendatang. 53 persen pelancong di Booking.com mengaku akan fokus pada liburan dengan waktu singkat di 2021 untuk menghindari kekecewaan. 21 persen bahkan mengakui akan menjadikan akhir pekan sebagai pilihan utama untuk liburan di 2021.

TRENDING:  Kangen Liburan? Kunjungi 5 Penginapan Eksklusif Rekomendasi Booking.com

 

 

 

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles