Now Reading:

Di Balik Tema ‘Mulat Sarira’ Ubud Writers & Readers Festival 2020

Pada 28 Oktober – 1 November 2020, lebih dari 150 penulis, seniman, dan pegiat sastra dari lebih dari 30 negara akan hadir di Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) ke-17, untuk berbagi kisah luar biasa dan berbagai gagasan menarik yang mengeksplorasi tema tahun ini, Mulat Sarira.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tema ini terinspirasi dari filosofi Hindu Bali. Mulat Sarira atau Refleksi Diri adalah kemampuan untuk merefleksikan diri sendiri dan memahami alasan di balik tindakan-tindakan.



Bagi umat Hindu Bali, Mulat Sarira adalah prinsip spiritual dalam memandang perbuatan, pikiran, dan nilai-nilai yang dilakukan oleh diri sendiri sebelum menilai orang lain.


View this post on Instagram

Missed our panel last year? You can now follow #UWRF19Podcasts released every Tuesday and Friday on our website. You can also listen to our podcasts on Spotify and Apple Podcast! We have the Indonesian Cinema as Soft Power panel featuring Leila S. Chudori, Garin Nugroho, Richard Oh, Seno Gumira Ajidarma, and Rayya Makarim. With a vast domestic market and burgeoning production power, Indonesia’s film industry has huge potential. In recent times, Indonesian films and industry professionals have enjoyed rising international prominence. Could Indonesian cinema be a form of soft power to expand the nation’s impact in regional and global cultural scenes? What does the future hold for homegrown films? Join our cinephiles to find out. Stay tuned for more podcasts recorded live at #UWRF19

A post shared by Ubud Writers & Readers Fest (@ubudwritersfest) on

Festival tahun ini akan mengeksplorasi tindakan refleksi diri yang sederhana, memahami diri, nilai-nilai, dan alasan di balik tindakan. Tema ini akan menghadirkan percakapan antara tokoh-tokoh sastra, penulis emerging, pegiat dan jurnalis untuk membahas bagaimana refleksi diri berhubungan dengan pekerjaan dan proses artistik yang mereka jalani.

TRENDING:  Liburan Ekstra Nyaman dengan "Capella Curates"

Bersamaan dengan pengumuman tema 2020, UWRF juga telah meluncurkan karya seni atau poster resmi untuk tahun ke-17, yang diciptakan oleh seniman Bali terkemuka Teja Astawa.

View this post on Instagram

Ubud Writers & Readers Festival is proud to unveil this year’s theme: Mulat Sarira. Like the Festivals of previous years, the theme is drawn from a Balinese-Hindu philosophy. Mulat Sarira, interpreted in English as Self-Reflection, is the spiritual principle of looking into our own deeds, thoughts and values before judging others. “As egocentrism continues to cause human conflict, from discrimination to wars, disease and genocide,” commented UWRF Founder and Director Janet DeNeefe. “Balinese Hindus believe in looking at their own choices and behavior, to contemplate these first before looking into those of others.” For more about information on Mulat Sarira and what this year’s Festival will explore, please visit ubudwritersfestival.com #UWRF20 . Ubud Writers & Readers Festival dengan bangga mengumumkan tema tahun ini: Mulat Sarira. Seperti Festival tahun-tahun sebelumnya, tema ini terinspirasi dari filosofi Hindu Bali. Mulat Sarira, diterjemahkan sebagai Refleksi Diri, adalah adalah prinsip spiritual dalam memandang perbuatan, pikiran, dan nilai-nilai yang dilakukan oleh diri sendiri sebelum menilai orang lain. “Karena egosentrisme terus menyebabkan konflik manusia, dari diskriminasi hingga perang, penyakit, dan genosida,” komentar Pendiri dan Direktur UWRF Janet DeNeefe. “Umat Hindu Bali percaya bahwa mereka harus melihat pilihan dan perilaku mereka sendiri, untuk direnungkan terlebih dahulu sebelum melihat yang dilakukan oleh orang lain.” Untuk informasi lebih lanjut mengenai Mulat Sarira dan apa yang akan disuguhkan Festival tahun ini, kunjungi ubudwritersfestival.com #UWRF20

A post shared by Ubud Writers & Readers Fest (@ubudwritersfest) on

Menanggapi tema UWRF20, Teja Astawa berkomentar, “Bagi saya, Mulat Sarira berarti kembali ke tradisi, karena hal tersebut adalah akar kita. Ketika saya menerjemahkan tema ini ke karya seni, saya mengambil elemen-elemen yang berkaitan dengan tradisi yang mencerminkan makna dari tema itu sendiri.”

TRENDING:  Disneyland, Tema Pesta Tahun Baru di Da Maria Bali

“Melalui tema tahun lalu, Karma, kita mengeksplorasi dampak tindakan pribadi dan kolektif kita pada lingkungan sosial dan sekitar kita,” ujar Janet DeNeefe, Pendiri dan Direktur UWRF. “Pada saat media sosial dan konektivitas bergerak sangat cepat dan kita dapat dengan mudah memberikan penilaian pada orang lain, kita akan bertanya seperti apa Mulat Sarira atau Refleksi Diri pada 2020 ini,” tambahnya.

TRENDING:  Chef Matt White Si Pemburu Pizza

Facebook Comments

POPULAR

Share This Articles