Mama San Bali – Mama San Bali baru saja usai menjalani masa transformasinya. Tampil dengan aura yang lebih modern, Mama San Bali kembali menyapa para penggemarnya dengan ruang yang lebih lapang dan pilihan bersantap yang beragam. Mama San kini menawarkan dua pengalaman bersantap yang berbeda dalam satu atap. Lantai dasar yang lebih lapang sekarang bernama Mama San Dining Room, Grill & Bar. Sedangkan lantai dua adalah Mama San Supper Club, bar bergaya speakeasy yang juga menyediakan berbagai pilihan kudapan ringan. Makanan Kaki Lima dengan Sentuhan Mewah Memasuki area Mama San Dining Room, Grill & Bar pengunjung kini disambut dengan area restoran dan bar yang berdampingan dan dipenuhi tempat duduk hijau yang mewah, dinding kayu gelap, banyak cermin, dan lampu gantung yang tersebar. Lounge di sebelahnya juga telah diperluas, dengan bar yang membentang sepanjang ruangan. Foto: Dok. Mama San Bali Menu-menunya juga mengalami penyegaran. Memadukan cita rasa makanan kaki lima dengan pengalaman bersantap yang lebih mewah. “Lantai bawah berfokus pada cita rasa masakan Thailand, Indonesia, Laos – menu tradisional Mama San. Dan masih banyak hidangan yang disukai banyak orang seperti pangsit,” terang Will Meyrick, penggagas Mama San. Salah satu menu yang direkomendasikan di sini adalah Pork Chiang Mai Hot Dog, Crispy Whole Fish dan Burmese Lamb Curry. Sementara koktailnya bergaya Pan-Asia, seperti Citronella Highball dan Archipelago Negroni. Bergaya Speakeasy Lantai atas memperkenalkan konsep yang benar-benar baru untuk Mama San Bali. Mama San Supper Club dengan 34 tempat duduk juga tidak kalah memanjakan tamu. Tampilannya banyak terinspirasi dari gaya speakeasy tradisional dengan nuansa gelap, ornamen kayu dan cahaya temaram. Foto: Dok. Mama San Bali Ruangannya diisi dengan meja-meja komunal dan kursi berbahan kulit yang terkesan klasik dan mewah. Setiap malam, pertunjukan musik jazz dan DJ akan menemani tamu yang sedang bersantai. Biar lebih seru, tempat ini juga akan menggelar sesi kolaboratif para chef dan mixologist dari Asia dan Australia sepanjang tahunnya. “Mama San Supper Club adalah pengalaman yang intim dengan unsur eksklusivitas. Daftar wine dan koktail premium terbaru bergabung dengan menu rahasia yang terus berkembang, berubah sesuai dengan apa yang sedang tren dan apa yang sedang musim,” terang Will. “Kami akan menggunakan bahan dan produk yang dibuat secara lokal di Indonesia dengan proses Barat, seperti sapi wagyu, dan burrata yang dibuat secara lokal,” tambahnya. Hadir di Ubud, Honey & Smoke, Restoran Terbaru Besutan Celebrity Chef Will Meyrick POPULAROliverra, Sebuah Tafsir Baru Kuliner Pesisir96Di atas tebing-tebing putih Ungasan, tempat laut dan langit menyatu tanpa batas, Oliverra di Umana Bali membuka babak baru dalam…Tersembunyi di Seminyak, Kami Menemukan SOI 1994Di tengah gemerlap Seminyak, Manaw menghadirkan sebuah kejutan, yaitu SOI 19, sebuah ruang baru yang tak sekadar kafe, melainkan persimpangan…Buzo dan Semangat "Out of the Box" Will Meyrick94Buzo - Mengunjungi Buzo adalah seperti menjejakkan kaki di sebuah dunia baru yang memancarkan otentisitas tanpa batas. Pengalaman bersantap di… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Menikmati Senja di Pererenan, dari Sentuhan Eropa Hingga Aroma Timur Tengah by Novani Nugrahani 29, January, 2026
Mixology Collective, Sebuah Simfoni Rasa di Atas Tebing Ungasan by Yudasmoro Minasiani 27, October, 2025
Barefoot Luxury di Uluwatu: Sebuah Pelarian untuk Jiwa yang Lelah by Yudasmoro Minasiani 23, October, 2025
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Langkah Berani Scoot: Terbang ke Belitung dan Pontianak Langsung dari Singapura by Yudasmoro Minasiani 14, April, 2026 Selama bertahun-tahun, narasi pariwisata Indonesia terasa berputar di orbit yang sama: Bali sebagai...
Jadwal Festival di Bhutan Selama 2026 yang Bikin Perjalanan Lebih Bermakna by Yudasmoro Minasiani 14, April, 2026 Bhutan membuka panggungnya lewat rangkaian festival yang terasa seperti itinerary emosional—bukan hanya daftar...
Bintang Baru di Asia: Bhutan, Destinasi Slow Travel Terbaik untuk Healing by Yudasmoro Minasiani 13, April, 2026 Ada satu titik dalam perjalanan ketika kita mulai lelah, bukan karena jarak, tapi...