Matahari perlahan menyelinap di balik gedung-gedung kolonial Kolombo ketika tiba di Sri Lanka, pulau tropis yang sering dijuluki Teardrop of India. Sebuah perjalanan yang layak dinantikan: menelusuri garis pantai selatan pulau ini sambil meresapi cerita-cerita lokal yang tertanam di alam, budaya, dan tentu saja, keramahan khas Sri Lanka. Memulai Petualangan di Jantung Kota Perhentian pertama adalah NH Collection Colombo, hotel elegan yang menjadi oasis di tengah hiruk pikuk ibu kota. Dari kamar yang luas dan modern, bisa mengintip denyut kota yang tak pernah benar-benar tidur. Pagi hari diawali dengan menyusuri Pettah Market, pasar tradisional yang riuh dengan warna, aroma rempah, dan “keributan” tawar-menawar khas Asia Selatan. Saat senja mulai turun, cobalah berlayar di atas catamaran, menikmati panorama matahari terbenam sambil menyeruput teh Ceylon dingin. Tak lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kuliner lokal di Hulftsdorp; semangkuk sup sumsum kambing yang hangat, lentil fritters renyah bertabur udang, dan lamprais, nasi khas yang dibungkus daun pisang. Minor Hotels Sooriya Weaving Mills Exterior Damainya Alam dan Warisan Budaya Perjalanan berlanjut ke arah selatan, menuju Kalutara. Hanya beberapa jam dari Kolombo, suasana berubah drastis. Alam mengambil alih. Arahkan perjalanan ke Avani Kalutara Resort, sebuah properti yang tenang dan dikelilingi pemandangan sungai serta laut. Petualangan dimulai dari Fa Hien Caves, gua purba yang menyimpan jejak manusia ribuan tahun silam, lalu menyaksikan keindahan Kalutara Bodhiya, pohon bodhi suci yang menjulang di tepi sungai. Tutuplah hari dengan duduk santai di warung pinggir pantai, menikmati lobster segar yang baru saja ditarik dari laut. Tak jauh dari sana, Anantara Kalutara memikat hati dengan sentuhan arsitektur Geoffrey Bawa yang menawan. Sempatkan bertualang ke Ambalangoda, pusat seni topeng tradisional Sri Lanka, dan Hikkaduwa yang dikenal akan pantainya yang semarak. Ketika Alam dan Arsitektur Berpelukan Bentota menyambut dengan pertemuan ajaib antara sungai, laut, dan hutan mangrove. Bermalamlah di NH Bentota Ceysands Resort, sebuah properti baru dari Minor Hotels yang menyuguhkan pemandangan dua dunia: laut di satu sisi dan sungai di sisi lainnya. Hari itu, saya mengunjungi Lunuganga Estate, rumah musim panas Geoffrey Bawa yang tenang dan penuh inspirasi. Lanjutkan ke Brief Garden, taman pribadi Bevis Bawa, kakaknya, yang tak kalah memesona. Jika menyukai kisah cinta yang tragis, Richmond Castle menawarkan cerita sekaligus arsitektur yang memikat. Sore hari, ikutlah dalam pelepasan anak-anak penyu di pantai, momen kecil yang begitu menyentuh hati. Sebelum kembali ke hotel, sempatkan mampir ke Museum Penerbangan Sri Lanka, surga tersembunyi bagi penggemar sejarah aviasi. Melambat dan Menyatu dengan Alam Perjalanan berakhir di selatan, di Anantara Peace Haven Tangalle Resort. Lokasinya terpencil, namun justru itu daya tariknya. Dikelilingi pantai perawan, hutan tropis, dan lahan konservasi, hotel ini menjadi tempat sempurna untuk menenangkan diri. Anantara Peace Haven Tangalle Resort Aerial Dalam perjalanan ke Tangalle, singgahlah di Galle Fort, kota tua bergaya kolonial yang kini dipenuhi butik, kafe artisan, dan toko rempah. Sekalian kunjungi Sooriya Weaving Mills untuk menyaksikan para pengrajin menenun kain tradisional dengan warna-warna cerah. Di Tangalle, pagi hari diisi dengan birdwatching di Kalametiya Sanctuary, sore dengan hiking ke kuil batu Mulgirigala, dan malamnya duduk di tepi pantai, menikmati seafood segar sambil mendengarkan debur ombak. Hari-hari di sini mengalir lambat, seperti musik lembut yang syahdu. POPULARDari Hokkaido hingga Maladewa, Ini Cara Baru Menikmati Liburan Musim Dingin85Liburan musim dingin kini tidak lagi identik dengan suhu dingin dan salju semata. Bagi banyak pelancong, musim dingin justru menjadi…Trisara Phuket, Sebuah Pelarian ke Dunia yang Berbeda81Trisara, yang dalam bahasa Sansekerta berarti "Taman di Surga Ketiga," adalah sebuah resor eksklusif dan mewah yang berlokasi di salah…Grand Lisboa Palace Macau Jadi Integrated Resort Pertama di Dunia dengan Semua Hotel Five-Star81Di kawasan Cotai yang gemerlap, Grand Lisboa Palace Resort Macau kembali mencatat sejarah baru dalam dunia luxury hospitality. Pada edisi… TAGS :destinasi hotel Share This Articles Share this article
Dari Kota Tua ke Hutan Pinus, Ini Cara Nikmati Bandung Tanpa Buru-Buru by Febriyanti Salim 1, April, 2026
Strategi Berani Frasers Hospitality Mengubah Wajah Hotel-Hotel Dunia by Yudasmoro Minasiani 16, March, 2026
Kehadiran Club Med Borneo Perkuat Tren Pariwisata Berkelanjutan di Malaysia by Yudasmoro Minasiani 13, March, 2026
Grand Lisboa Palace Macau Jadi Integrated Resort Pertama di Dunia dengan Semua Hotel Five-Star by Novani Nugrahani 9, March, 2026
Manami Resort Buktikan Kemewahan Bisa Tumbuh Tanpa Merusak Alam Filipina by Febriyanti Salim 26, February, 2026
Dari Hokkaido hingga Maladewa, Ini Cara Baru Menikmati Liburan Musim Dingin by Febriyanti Salim 25, February, 2026
MAHA Resort Bali dan Pengalaman Menginap dengan Sentuhan Nightlife dan Wellness by Febriyanti Salim 23, February, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Cara Baru Liburan Keluarga yang Mulai Dilirik Orang Indonesia by Febriyanti Salim 2, April, 2026 Ada satu momen yang hampir selalu terjadi sebelum liburan keluarga dimulai: layar ponsel...
Panduan Pilih Kapal Pesiar dari Singapura: 3 Opsi Terbaik Berdasarkan Gaya Liburan Keluarga by Febriyanti Salim 2, April, 2026 Tidak semua keluarga merancang liburan dengan cara yang sama. Ada yang mencari tawa...
Hong Kong Bukan Cuma Hutan Beton, EIGER Membuktikannya by Febriyanti Salim 1, April, 2026 Di lanskap yang tak biasa seperti Hong Kong, di mana gedung-gedung tinggi berdiri...