Now Reading:

Studio Billy Hadir di Senopati, Listening Bar Baru Jakarta dengan Vibes ala Melbourne


Di sebuah sudut Senopati yang nyaris tak pernah benar-benar tidur, musik diputar pelan dari balik ruangan remang di lantai dua. Gelas cocktail berembun berpindah tangan, aroma makanan hangat memenuhi udara, sementara percakapan mengalir seperti pesta kecil yang hanya diketahui lingkaran tertentu di Jakarta. Bukan apartemen privat di Tokyo atau listening bar tersembunyi di Melbourne; malam itu berlangsung di Studio Billy, ruang terbaru dari Billy’s Block yang membawa wajah baru kultur urban Jakarta.

Berlokasi di lantai dua Billy’s Block yang lebih dulu hadir pada 2023, Studio Billy dirancang layaknya apartemen seorang urban host; lived-in, hangat, dan effortlessly stylish. Sebuah ruang tempat percakapan mengalir tanpa dipaksa, musik diperdengarkan dengan serius, sementara malam berjalan perlahan ditemani cocktail dan comfort food yang dibuat untuk dinikmati bersama.

Mengambil inspirasi dari kultur listening bar, city bistro, hingga apartment-style hospitality yang berkembang di berbagai kota dunia, Studio Billy menghadirkan pengalaman yang terasa sangat urban namun tetap personal. Program musiknya dikurasi melalui high-fidelity sound system, berpadu dengan crafted cocktails serta pendekatan dining yang rileks.

Menurut Ghaniya Kartasasmita, Co-Founder Billy’s Block, Studio Billy lahir dari kebutuhan akan ruang sosial di Jakarta yang terasa lebih intimate dan connected.

“Studio Billy bukan hanya soal makanan dan minuman, tapi tentang bagaimana orang merasa connected dengan musik, ruang, dan orang-orang di dalamnya,” ujarnya.

Dari sisi kuliner, dapur Studio Billy dipimpin Bayu Mahajaya yang sebelumnya berkarier di Melbourne. Pengaruh kota tersebut terasa kuat dalam pendekatan menu yang produce-driven, refined, namun tetap approachable. Hidangan di Studio Billy dirancang untuk sharing: comfort food dengan sentuhan modern city dining yang sederhana namun detail dalam rasa dan kualitas bahan.

Kami mencoba Crab Tartellette, Apple Cucumber, Creme Fraiche yang terasa ringan namun tetap mempertahankan sensasi rasa daging kepiting. Tidak amis dan terasa seimbang berkat aroma asam manis yang tak terlalu tajam.

Crab Tartellette, Apple Cucumber, Creme Fraiche

Sementara program beverage dikembangkan oleh Mo Akbar yang membawa pengalaman dari berbagai bar di Melbourne. Pendekatan minumannya terasa thoughtful dan understated, mengikuti atmosfer Studio Billy yang tidak berusaha terlalu keras untuk tampil mencolok, namun justru terasa autentik. Sementara Half Chicken, Garlic Bread Sauce, Banana Ketchup, Shishito terasa memanjakan buat yang datang dengan lapar dan ingin menikmati comfort food tanpa basa-basi.

Half Chicken, Garlic Bread Sauce, Banana Ketchup, Shishito

Lebih dari sekadar restoran atau bar, Studio Billy diposisikan sebagai ruang pertemuan baru bagi creative community Jakarta; mulai dari media, hospitality players, musisi, hingga para tastemakers yang membentuk dinamika kultur urban kota hari ini.

Sebagai penanda kehadirannya, Studio Billy menggelar “A Night at Studio”, sebuah malam intimate yang mempertemukan berbagai pelaku industri kreatif dan lifestyle Jakarta di Senopati.

 

POPULAR

Share This Articles
Klook.com