Now Reading:

Tahun Baru dan Ritme Baru di Saudi


Awal tahun kerap menjadi momen untuk bergerak dengan cara berbeda. Bukan tentang seberapa jauh melangkah, melainkan bagaimana perjalanan dijalani. Di Saudi, pengalaman itu terasa sejak awal, sebuah destinasi yang mengajak wisatawan melambat, memberi ruang, dan hadir sepenuhnya dalam setiap momen.

Ritme ini terasa jelas di bentang alamnya yang kontras. Di pesisir Laut Merah, hari berjalan mengikuti cahaya dan garis horizon yang terbuka, menghadirkan rasa lega yang jarang ditemukan dalam rutinitas sehari-hari. Sementara di daratan dan gurun, keheningan lanskap kuno mengundang perjalanan yang lebih kontemplatif, di mana setiap langkah menjadi bagian dari proses menyelaraskan kembali diri.

Capella Diriyah (Foto: Dok. Saudi Tourism Authority)

Di kota, pengalaman tak kehilangan kedalaman. Riyadh menghadirkan dinamika urban yang dikurasi melalui seni, budaya, dan ruang kreatif, memungkinkan eksplorasi tanpa rasa terburu-buru. Kota ini tidak menuntut untuk dikejar, melainkan dinikmati sesuai tempo masing-masing pengunjung.

Pengalaman perjalanan semakin utuh lewat pilihan akomodasi yang dirancang sebagai destinasi itu sendiri. Di Laut Merah, Shebara dan Nujuma, a Ritz-Carlton Reserve, menawarkan kemewahan yang menyatu dengan alam, sementara Dar Tantora di AlUla menghadirkan pengalaman menginap yang membumi dan sarat rasa sejarah.

Ritz Carlton Diriyah (Foto: Saudi Tourism Authority)

Memulai tahun di Saudi bukan soal mengisi agenda, melainkan tentang memilih cara bepergian yang lebih sadar. Sebuah perjalanan yang memberi perspektif baru—tenang, berimbang, dan penuh makna sejak langkah pertama.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com