Now Reading:

Ketika Dunia Kehilangan Garis Horizon di Salar de Uyuni


Sebagai hamparan putih yang seolah tak berujung, Salar de Uyuni di Bolivia adalah lanskap yang membuat logika visual runtuh seketika. Terbentang di dataran tinggi Altiplano pada ketinggian lebih dari 3.600 meter di atas permukaan laut, dan dengan luas lebih dari 10.000 kilometer persegi, inilah salt lake terbesar di dunia. Saat musim kemarau, permukaannya mengeras menjadi mosaik garam heksagonal yang presisi.

Keajaiban sesungguhnya terjadi saat musim hujan tiba. Lapisan tipis air hujan mengubah Salar de Uyuni menjadi cermin raksasa yang memantulkan langit, awan, dan cahaya matahari dengan sempurna. Batas antara atas dan bawah lenyap; langkah kaki terasa melayang di antara dua dunia.

Foto oleh Willian Justen de Vasconcellos: https://www.pexels.com/id-id/foto/matahari-terbenam-uyuni-yang-menakjubkan-dengan-pantulannya-30929486/

Fenomena ini menjadikan Uyuni sebagai salah satu spot fotografi paling ikonik di dunia, tempat perspektif dipermainkan dan imajinasi dibiarkan bebas tanpa batas.

Namun Uyuni bukan sekadar soal visual dramatis. Di balik permukaannya, danau garam ini menyimpan cadangan lithium terbesar di dunia, mineral strategis yang menjadi kunci masa depan energi global. Di sekelilingnya, pulau-pulau kecil seperti Isla Incahuasi dengan kaktus raksasa berusia ratusan tahun berdiri kontras di tengah lautan putih. Salar de Uyuni adalah pertemuan antara keindahan ekstrem, kekayaan alam, dan keheningan yang memberi ruang bagi refleksi, sebuah perjalanan yang meninggalkan jejak jauh setelah langkah terakhir di atas garamnya.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com