Jakarta akan memiliki cara baru untuk menikmati hiburan. Bukan sekadar datang, melihat, lalu pulang, tetapi masuk ke sebuah ruang yang sengaja dirancang untuk dimainkan, disentuh, didengar, dan dirasakan. Mulai 25 September 2026, Dopamine Land akan hadir di Jakarta, membawa pengalaman imersif yang sebelumnya telah singgah di sejumlah kota dunia seperti Washington DC, Brisbane, Singapura, dan São Paulo. Cosmic Oasis (Foto: Supplied) Dibawa ke Indonesia oleh Fever, platform teknologi global yang bergerak di ranah pengalaman budaya dan hiburan langsung, Dopamine Land menawarkan sesuatu yang semakin dicari dalam lanskap entertainment hari ini: pengalaman nyata yang mengajak pengunjung menjadi bagian dari cerita. Sembilan ruang interaktif di dalamnya mengeksplorasi warna, ilusi optik, suara, tekstur, nostalgia, hingga instalasi yang dirancang untuk memancing rasa ingin tahu dan kegembiraan. Konsepnya berangkat dari sesuatu yang sederhana sekaligus universal: kebahagiaan. Namun Dopamine Land tidak menerjemahkannya dalam bentuk pertunjukan yang harus dinikmati dari kejauhan. Pengunjung justru diajak bergerak dan berinteraksi dengan ruang, menemukan kejutan demi kejutan melalui permainan warna, lanskap suara, serta elemen multisensori yang membuat pengalaman terasa lebih personal. Kehadiran Dopamine Land juga menjadi bagian dari ekspansi Fever di Indonesia. Dalam satu tahun terakhir, platform ini mengklaim telah menginspirasi lebih dari 300 juta orang untuk menemukan pengalaman budaya dan hiburan di lebih dari 40 negara, mulai dari pameran imersif, pertunjukan interaktif, konser dan festival hingga berbagai acara budaya lainnya. Sunset Lagoon (Foto: Supplied) Bagi Jakarta, kedatangannya terasa relevan dengan perubahan cara orang menikmati kota. Ketika hiburan tidak lagi hanya tentang apa yang ditonton, tetapi juga apa yang dialami dan dibagikan, ruang-ruang imersif menawarkan bentuk rekreasi yang berada di antara seni, permainan, teknologi, dan interaksi sosial. Dopamine Land mencoba bermain tepat di wilayah tersebut, menciptakan ruang tempat imajinasi dan eksplorasi menjadi bagian utama dari pengalaman. Bagi yang ingin menjadi bagian dari pengalaman perdana ini, daftar tunggu resmi akan dibuka pada 26 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB melalui situs Dopamine Land Jakarta. Akses presale tersedia mulai 1 September, sementara penjualan tiket umum dibuka 2 September 2026, keduanya pada pukul 16.00 WIB. Publik kemudian dapat mulai memasuki pengalaman tersebut pada 25 September 2026. Di tengah Jakarta yang semakin dipenuhi pengalaman serba cepat dan digital, Dopamine Land menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda: mengajak orang kembali bermain. Bukan untuk mengejar sesuatu, melainkan sekadar memberi ruang bagi rasa penasaran, spontanitas, dan kegembiraan, tiga hal yang sering kali hilang ketika kehidupan kota menjadi terlalu serius. POPULARJelajahi Lautan Terdalam Dunia Lewat Pameran Baru ArtScience Museum Singapura77Ada banyak cara untuk mengenal lautan, tetapi ArtScience Museum Singapura memilih cara yang paling memikat: mengajak pengunjung menyelam langsung ke…Filipina Tampilkan Wajah Baru Luxury Travel di Indonesia72Filipina kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi Asia Tenggara yang tak sekadar indah, namun juga berkelas. Melalui Departemen Pariwisata Filipina (Philippine…Ahhh-fterwork, Ritual Baru Setelah Jam Kerja ala Heineken®62Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta yang tak pernah benar-benar tidur, Heineken® hadir membawa oase bagi para urban warrior yang mendamba… TAGS :event Share This Articles Share this article
Shelter Sessions Vol. 12 Bawa Gastronomi Berbasis Api ke Pererenan by Febriyanti Salim 18, August, 2026
Malaysia Selamatkan Kalender Formula 1 2026, Bahrain Grand Prix Resmi Hijrah ke Sepang by Febriyanti Salim 27, July, 2026
Ketika Bartender Indonesia Membawa Cerita ke Panggung Dunia di Ajang Hennessy MyWay 2026 by Febriyanti Salim 23, July, 2026
Ingin Healing di Jakarta? Wellness Garden Experience Plataran Bisa Jadi Destinasi Akhir Pekan by Yudasmoro Minasiani 17, July, 2026
Genap Berusia 125 Tahun! Sofitel Legend Metropole Hanoi ini Bukan Hotel Biasa by Yudasmoro Minasiani 9, July, 2026
Mengapa Batik Asli Wajib Dijunjung? Jawabannya Ada di Puspa Nuswantara 2026 by Yudasmoro Minasiani 9, July, 2026
Menikmati Street Food Jepang Tanpa Terbang ke Negeri Sakura di “60 Seconds to Tokyo” by Febriyanti Salim 6, July, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Bukan Sekadar Steakhouse, RISERVA Membawa Ritual Bali ke Meja Fine Dining by Yudasmoro Minasiani 18, August, 2026 Di Ubud, sebuah steakhouse baru mencoba mempertemukan teknik European grill dengan ritual yang...
Shelter Sessions Vol. 12 Bawa Gastronomi Berbasis Api ke Pererenan by Febriyanti Salim 18, August, 2026 Ada cara lain untuk membaca sebuah hidangan selain melalui daftar bahan. Di balik...
Baru Buka, Mövenpick di Bintan Usung Filosofi Luxury yang Berbeda by Febriyanti Salim 14, August, 2026 Di tengah perjalanan yang semakin dipenuhi itinerary, kemewahan perlahan bergeser. Bukan lagi tentang...