California Wine & Cheese Experience: Saat Gastronomi California Menemukan Panggungnya… 1 October 2026 0
Ada cara lain untuk mengenal California tanpa harus terbang melintasi Pasifik. Lewat segelas wine, sepotong cheese, dan sajian yang diracik dari bahan-bahan premium Amerika Serikat, karakter gastronomi negara bagian tersebut hadir di tengah Jakarta. Pengalaman itu terasa dalam California Wine and Cheese Experience yang digelar Foreign Agricultural Service (FAS) Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, di Grand Hyatt Jakarta. Mengusung semangat “Rasa Amerika”, acara ini mempertemukan dunia hospitality, industri wine, kuliner, dan lifestyle dalam sebuah pengalaman yang memperlihatkan bagaimana California membangun identitasnya melalui produk pangan dan minuman. Foto: Yudasmoro Di balik pengalaman mencicipi, ada cerita tentang lanskap California yang membentuk karakter produknya. Melalui California Wine and Cheese Masterclass, peserta diajak mengenali beragam wilayah penghasil wine, gaya wine, serta karakter cheese California dan bagaimana keduanya dapat dipadukan. Sesi ini dipandu Christopher Beros dari California Wines Export Program milik Wine Institute bersama Theeravee Ungkuvorakul dari California Milk Advisory Board (CMAB) dan Real California Milk. Sementara itu, guided tasting bersama Lim Hwee Peng, Certified Wine Educator asal Singapura, membawa pengalaman tersebut ke level yang lebih praktis. Ragam Wine California Saat sesi masterclass, Lim Hwee Peng memperkenalkan tujuh jenis wine: Sauvignon Blanc (Estate) dari Rutherford Ranch Napa, Chardonay dari La Crema Russian River Valley (Sonoma), Pinot Noir dari Cambria Estate Julia’s Vineyard, Merlot dari Murphy Goode California, Zinfandel dari Bogle Family Old Vine, Cabernet Sauvignon dari Frei Brothers Alexander Valley dan Petite Petit dari Michael David. Foto: Yudasmoro “Sauvignon Blanc biasanya ditandai dengan acidity yang tinggi. Ini yang disebut wine yang lebih dry,” terang Lim. “Sementara rasa yang lebih manis disebut dengan fruitiness, tidak terlalu asam.” tambahnya. Manifesto rasa ini juga disandingkan dengan penjelasan Lim mengenai asal-usul dan proses dari masing-masing wine. “California punya temperatur yang hangat dan kelembaban udara yang sangat rendah. Ini sempurna untuk perkebunan anggur,” terangnya. Foto: Yudasmoro Selain wine, sesi masterclass ini juga menjajal beberapa jenis keju yang kaya aroma. Dari Cheddar, Colby Jack, Pepper Jack hingga artisan cheese dari Point Reyes Farmstead Cheese Company, eksplorasi kemudian berlanjut ke walk-around showcase yang menghadirkan pilihan wine California dari importir Indonesia. Di meja yang sama, bahan-bahan seperti daging sapi Amerika, salmon Alaska, cream cheese California, apel Washington Cosmic Crisp, kismis dan anggur meja California diterjemahkan menjadi berbagai canapés. Bagi audiens Jakarta yang semakin akrab dengan pengalaman kuliner lintas budaya, California Wine and Cheese Experience menawarkan perspektif menarik: perjalanan gastronomi tidak selalu dimulai dari sebuah bandara. Kadang, ia bisa dimulai dari sebuah meja makan, ketika satu gigitan dan satu tegukan membawa kita mengenal sebuah destinasi dari sisi yang berbeda. POPULARDopamine Land Jakarta Segera Dibuka, Ada 9 Ruang Interaktif untuk Merayakan Kebahagiaan76Jakarta akan memiliki cara baru untuk menikmati hiburan. Bukan sekadar datang, melihat, lalu pulang, tetapi masuk ke sebuah ruang yang…Ahhh-fterwork, Ritual Baru Setelah Jam Kerja ala Heineken®61Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta yang tak pernah benar-benar tidur, Heineken® hadir membawa oase bagi para urban warrior yang mendamba…Tak Sekadar Menuju Bandung, Plataran Tawarkan Pengalaman Romantisme Parahyangan58Bagi sebagian orang, perjalanan dari Jakarta menuju Bandung bukan hanya tentang berpindah kota, tapi tentang menikmati setiap momen di sepanjang… Share This Articles Share this article
18 Chef Lakukan Perjalanan Demi Temukan Rahasia Masa Depan Kuliner Indonesia, ini Hasilnya by Febriyanti Salim 3, October, 2026
Bukan Sekadar Travel Fair, IKAPTRI Tourism Fair 2027 Satukan Energi Baru Pariwisata Indonesia by Yudasmoro Minasiani 2, October, 2026
Saatnya Menemukan Sisi Unik Negeri Ginseng di Korea Travel Fair 2026 by Yudasmoro Minasiani 11, September, 2026
Ingin Staycation di Puncak? Le Eminence Tawarkan Free Upgrade Junior Suite hingga 24-Hour Stay by Febriyanti Salim 7, September, 2026
Jakarta Dessert Week 2026: Saat Dangdut Bertemu Dessert di Jakarta by Yudasmoro Minasiani 2, September, 2026
Menikmati Mid-Autumn Festival dengan Pengalaman Kuliner dan Staycation di Gading Serpong by Novani Nugrahani 24, August, 2026
Tradisi Bali Bertemu Kreativitas Modern di Powerful Indonesia Festival 2026 by Febriyanti Salim 20, August, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
18 Chef Lakukan Perjalanan Demi Temukan Rahasia Masa Depan Kuliner Indonesia, ini Hasilnya by Febriyanti Salim 3, October, 2026 Ada ironi dalam cara kita membicarakan masa depan kuliner Indonesia. Ketika restoran berlomba...
DoubleTree by Hilton Resmi Hadir di Singapura, Pilih Robertson Quay sebagai Rumah Pertamanya by Yudasmoro Minasiani 2, October, 2026 Singapura kembali memiliki alasan baru untuk menikmati kawasan tepi sungainya. Di Robertson Quay,...
Yasmin Hotel Karawaci Masuki Babak Baru, Kini Bernama Sapphire Sky Hotel Karawaci by Febriyanti Salim 2, October, 2026 Nama Yasmin Hotel Karawaci kini berganti. Mulai 1 Oktober 2026, hotel yang berada...