Now Reading:

California Wine & Cheese Experience: Saat Gastronomi California Menemukan Panggungnya di Jakarta


Ada cara lain untuk mengenal California tanpa harus terbang melintasi Pasifik. Lewat segelas wine, sepotong cheese, dan sajian yang diracik dari bahan-bahan premium Amerika Serikat, karakter gastronomi negara bagian tersebut hadir di tengah Jakarta. Pengalaman itu terasa dalam California Wine and Cheese Experience yang digelar Foreign Agricultural Service (FAS) Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, di Grand Hyatt Jakarta. Mengusung semangat “Rasa Amerika”, acara ini mempertemukan dunia hospitality, industri wine, kuliner, dan lifestyle dalam sebuah pengalaman yang memperlihatkan bagaimana California membangun identitasnya melalui produk pangan dan minuman.

Foto: Yudasmoro

Di balik pengalaman mencicipi, ada cerita tentang lanskap California yang membentuk karakter produknya. Melalui California Wine and Cheese Masterclass, peserta diajak mengenali beragam wilayah penghasil wine, gaya wine, serta karakter cheese California dan bagaimana keduanya dapat dipadukan. Sesi ini dipandu Christopher Beros dari California Wines Export Program milik Wine Institute bersama Theeravee Ungkuvorakul dari California Milk Advisory Board (CMAB) dan Real California Milk. Sementara itu, guided tasting bersama Lim Hwee Peng, Certified Wine Educator asal Singapura, membawa pengalaman tersebut ke level yang lebih praktis.

Ragam Wine California

Saat sesi masterclass, Lim Hwee Peng memperkenalkan tujuh jenis wine: Sauvignon Blanc (Estate) dari Rutherford Ranch Napa, Chardonay dari La Crema Russian River Valley (Sonoma), Pinot Noir dari Cambria Estate Julia’s Vineyard, Merlot dari Murphy Goode California, Zinfandel dari Bogle Family Old Vine, Cabernet Sauvignon dari Frei Brothers Alexander Valley dan Petite Petit dari Michael David.

Foto: Yudasmoro

“Sauvignon Blanc biasanya ditandai dengan acidity yang tinggi. Ini yang disebut wine yang lebih dry,” terang Lim. “Sementara rasa yang lebih manis disebut dengan fruitiness, tidak terlalu asam.” tambahnya.

Manifesto rasa ini juga disandingkan dengan penjelasan Lim mengenai asal-usul dan proses dari masing-masing wine. “California punya temperatur yang hangat dan kelembaban udara yang sangat rendah. Ini sempurna untuk perkebunan anggur,” terangnya.

Foto: Yudasmoro

Selain wine, sesi masterclass ini juga menjajal beberapa jenis keju yang kaya aroma.  Dari Cheddar, Colby Jack, Pepper Jack hingga artisan cheese dari Point Reyes Farmstead Cheese Company, eksplorasi kemudian berlanjut ke walk-around showcase yang menghadirkan pilihan wine California dari importir Indonesia.

Di meja yang sama, bahan-bahan seperti daging sapi Amerika, salmon Alaska, cream cheese California, apel Washington Cosmic Crisp, kismis dan anggur meja California diterjemahkan menjadi berbagai canapés. Bagi audiens Jakarta yang semakin akrab dengan pengalaman kuliner lintas budaya, California Wine and Cheese Experience menawarkan perspektif menarik: perjalanan gastronomi tidak selalu dimulai dari sebuah bandara.

Kadang, ia bisa dimulai dari sebuah meja makan, ketika satu gigitan dan satu tegukan membawa kita mengenal sebuah destinasi dari sisi yang berbeda.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com