Yogyakarta dan Singapura Jadi Destinasi Favorit Keluarga Indonesia, Shanghai Catat… 17 December 2025 0
Lebih dari Motor, Harley-Davidson Seri 2026 Mendefinisikan Ulang Pengalaman Touring 15 January 2026 0
Doeun Menteng – Menelusuri sudut-sudut dinamis Jakarta, saya menemukan DOEUN, sebuah hidden gem yang menawarkan pengalaman kuliner Korea artisan di jantung Menteng. Begitu melangkahkan kaki ke dalam restoran ini, saya langsung disambut dengan atmosfer yang hangat dan elegan, memadukan desain modern dengan sentuhan tradisional Korea. Mata dan hati langsung terasa teduh! Interior DOEUN yang minimalis dengan sentuhan Korea menambah kenyamanan bersantap. Desain ini dengan sengaja dipilih untuk menyoroti bintang utama DOEUN, yakni makanannya. Setiap elemen di restoran ini, mulai dari hidangan hingga atmosfer, mencerminkan dedikasi dan cinta Chef Doeun terhadap seni kuliner. Interior DOEUN (Foto: Dok. DOEUN) Dari Tangsel ke Menteng Perjalanan DOEUN dimulai pada 2017, ketika Chef Kim Doeun mendirikan DOEUN Kitchen di Tangerang Selatan (Tangsel). Usaha rumahan sederhana ini menawarkan frozen food, bumbu, saus, selai, sirup, dan scones buatan sendiri, serta layanan katering. Tidak hanya berhenti di situ, DOEUN Kitchen juga mengadakan kelas memasak yang menjelma menjadi ajang pertemuan sosial. Sesi ini diakhiri dengan makan siang dan obrolan santai di rumah Chef Doeun, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Chef Kim Doeun (Foto: Dok. DOEUN) Selama tiga tahun, Chef Doeun terus mengembangkan bisnisnya, meski pandemi COVID-19 menghadirkan tantangan baru. Dengan ketangguhan dan kemampuan beradaptasi, ia memutuskan untuk pindah ke pusat Jakarta dan membuka dapur baru. Pada 17 September 2023, DOEUN dengan konsep yang lebih baik lahir dan siap memanjakan para pecinta kuliner di ibu kota. Aktivis Kebugaran yang Jatuh Cinta pada Seni Masak Sebelum terjun ke dunia kuliner, Chef Doeun menjalani kehidupan yang beragam. Ia pernah bekerja sebagai instruktur kebugaran, golf-pilates, dan aquarobik bersertifikat. Namun, “insiden” yang mengubah hidup membawanya ke Shanghai, di mana cintanya pada memasak mulai tumbuh. Ia kemudian kembali ke Korea untuk mendalami masakan tradisional dan belajar lebih dalam teknik fermentasi yang nantinya membuat DOEUN berbeda dari restoran Korea lainnya di Jakarta. “Saya tidak menggunakan garam, gula, atau bahan tambahan langsung ke dalam masakan,” jelas Chef Doeun. “Setiap hidangan di DOEUN dibuat melalui proses fermentasi yang panjang dan teliti, menciptakan rasa alami yang kaya.” Resep Rumahan Saat saya mencicipi hidangan di DOEUN, saya bisa merasakan perhatian terhadap detail dan teknik memasak yang luar biasa. Hidangan andalan seperti Woodae Galbi dengan daging iga sapi yang lembut dan sedikit diasapi, serta Diamond Cut Galbi yang dimarinasi dengan saus spesial buatan Chef Doeun, benar-benar menggugah selera. Beef Diamond Cut Galbi (Foto: Dok. DOEUN) Coba saja Gochujang Iberico Pork Belly dan Butter Dry Aged Beef yang telah melalui proses dry aging dengan mentega selama minimal 45 hari. Rasanya begitu kaya namun tetap terkesan sederhana. Japchae, Samgyetang, dan Sundubu Jiggae menawarkan kelezatan dengan sentuhan khas masakan rumahan yang membuat saya merasa seperti sedang makan bersama sebuah keluarga di Korea. Dan tentu saja, Sous Vide Octopus dengan Gim Puree menjadi pelengkap yang sempurna untuk pengalaman kuliner saya di DOEUN. Sous Vide Octopus dengan Gim Puree (Foto: Dok. DOEUN) Untuk melengkapi hidangan, DOEUN menawarkan Makgeolli Signature Series yang merupakan bentuk penghormatan Chef Doeun kepada ibu dan para bibinya. Setiap rasa dalam seri ini mencerminkan kepribadian unik mereka dan pelajaran kuliner yang diwariskan kepada Chef Doeun. Buat saya, DOEUN bukan hanya sebuah restoran, melainkan sebuah pengalaman yang menawarkan cita rasa Korea yang autentik dan atmosfer yang hangat. Bagi pecinta kuliner yang mencari kelezatan dengan sentuhan tradisional Korea di tengah kota Jakarta, DOEUN adalah destinasi yang wajib diagendakan. POPULARDebut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania91Pecinta kuliner yang merencanakan musim dingin di Niseko akan menemukan satu alasan baru untuk menetap lebih lama di lereng bersalju.…Mencicipi Menu Baru di White Shades Singapura91White Shades Singapura - Enam bulan sejak pembukaannya di Singapura, White Shades kini memperkenalkan menu koktail terbarunya yang diberi nama…Tatap Muka Lewat Rasa, Pengalaman Bersantap Akrab di TAMU91Siang itu, Jakarta sedang berada di ritme tergesa: macet, deru kota, dan aroma hujan yang tertahan. Namun, begitu melangkah masuk… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania by Febriyanti Salim 10, December, 2025
CasaLena Masuki Babak Baru dengan Menu Latin yang Lebih Personal by Febriyanti Salim 2, December, 2025
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Arnaud Donckele, Sang Alkemis Rasa dari Prancis by Yudasmoro Minasiani 23, January, 2026 Di dunia kuliner haute gastronomy, nama Arnaud Donckele berdiri sebagai simbol kepekaan rasa,...
Amangati Resmi Berlayar! Superyacht Privat dengan Rasa Resort Bintang Lima by Yudasmoro Minasiani 22, January, 2026 Aman membuka babak baru dalam dunia pelayaran ultra-mewah melalui Amangati, superyacht pertama Aman...
Bukan Sekadar Menginap, Sanggraloka Ubud Menawarkan Perjalanan Penyembuhan by Febriyanti Salim 21, January, 2026 Di tengah hutan Ubud yang hijau dan aliran sungai yang tenang, sebuah pola...